Sunday, April 28, 2013

Motor Valve sebagai Flow Actuator

Motor Valve sebagai mana artinya merupakan perangkat instrument yang mengatur posisi valve  atau disebut sebagai valve actuator.  Sebagaimana fungsinya maka Motor Valve merupakan motor yang digerakkan oleh sumber tegangan tertentu untuk membuka (open ) atau menutup ( closed ) valve pada posisi tertentu sesuai yang dikehendaki atau berdasar pada posisi coil valve. Artinya pergerakan memutar motor ditentukan dari posisi gulungan motor yang padanya diterapkan tegangan. Kita bisa lihat di bagan berikut :


Ada beberapa tipe motor valve, tapi lain kali coba saya bahas. Disini saya lebih membahas soal aplikasinya saja dalam proses industri. 
              Motor valve banyak dipergunakan pada Chemical Industry, Petroleum Industry, Paper Industry, Power Plant, Metallurgy, Pharmacy, Water Treatment System, Textile Industry, Food Processing, Building Automation yang dipergunakan untuk membuka dan menutup, atau mengalirkan media ( air, gas, atau material lain ) ke satu jalur proses yang dikehendaki. Sebagai contoh pada gambar berikut.

 Dalam proses tertentu seperti gambar motor valve memegang peran penting dalam tahap-tahap sutu proses. Motor valve adalah "pintu" yang mengijinkan boleh atau tidaknya suatu motor valve untuk aktif dan non aktif sesuai dengan perintah program ( saya sebut sebagai program PLC). Namun tergantung aplikasinya, kadang motor valve digerakkan / diaktifkan melalui sebuah limit swith, level switch ( baik melalui program PLC atau tidak ), yang kemudian melalui perintah program akan mengikuti aturan proses yang diperintahkan. 

           Dalam proses tertentu sebuah motor valve akan bekerja berdasarkan pada parameter atau proses pembentukan tertentu sesuai program yaitu termasuk

  • Timer : Lama tidaknya motor valve untuk bekerja open atau closed bisa ditentukan lewat setting waktu ( baik timer manual atau timer melalui program PLC ) atau sesuai dengan hasil proses yang akan dicapainya.
  • Tekanan : Tekanan yang telah ditentukan ( sesuai program PLC ) akan memerintahkan PLC untuk mengaktifkan atau mematikan sebuah motor valve apabila setting tekanan tertentu telah dipenuhi. Kondisi ini yang kemudian akan mentriger motor valve untuk bekerja sesuai perintah program. 
  • PH : besaran PH yang telah ditentukan ( sesuai program PLC ) akan memerintahkan PLC untuk mengaktifkan atau mematikan sebuah motor valve apabila setting PH tertentu telah dipenuhi. Kondisi ini yang kemudian akan men-triger motor valve untuk bekerja sesuai perintah program.
  • Consintency / Kekentalan : Biasanya ini terjadi pada proses yang melibatkan media berupa cairan semi padat ( bubur ). besaran kekentalan  yang telah ditentukan ( sesuai program PLC ) akan memerintahkan PLC untuk mengaktifkan atau mematikan sebuah motor valve apabila setting kekentalan tertentu telah dipenuhi. Kondisi ini yang kemudian akan men-triger motor valve untuk bekerja sesuai perintah program. 
Ada berbagai parameter lain yang menentukan dalam suatu proses yang pada akhirnya melibatkan motor valve seperti derajat temperatur, kadar garam, warna, level tangki dan masih banyak lagi. 

     Motor Valve sebenarnya merupakan unit motor yang menggerakan valve. Dimana sebuah tegangan diterapkan pada coil motor. Tegangan dapat berupa tegangan DC ataupun AC tergantung kepentingan. Coba simak beberapa jenis wiring diagram motor valve dengan brand berikut :



         Wiring internal dalam bagan tersebut  ada 3 buah kabel input. Rangkaian panel instalasi untuk motor valve disuplai dari suplai tegangan yang melewati sebuah relay penggerak yang diaktifkan oleh program PLC. Satu buah relay akan menghubungkan kabel warna white dan blue, sementara relay lainnya berfungsi sebagai contact point yang menghubungkan kabel grey dan blue. Untuk hematnya, satu buah relay juga cukup sebagai contact point kabel yang berstatus NO ( normally open ) dan sementara lainnya NC (normally closed )

Motor Valve sebagai Flow Actuator SocialTwist Tell-a-Friend

Sunday, January 6, 2013

Power Metering dan Management Kelistrikan

Sebagai pengguna  listrik, kita sering dihadapkan pada persoalan seperti overload karena beban lebih, ketidakstabilan tegangan listrik, keterbatasan energi yang tersedia, dan pembengkakan biaya listrik baik yang ditimbulkan saat mengguankan daya listrik PLN ataupun suplai genset. Ketidakmampuan melihat persoalan instalasi listrik dan instalasi pembebanan  dalam seluruh sistem kelistrikan akan mengakibatkan dampak yang cukup serius  :
  • gangguan tegangan pada perangkat elektronik seperti modul kontrol, PLC atau komputer. 
  • kehilangan daya pada saat critical load yang pada puncaknya akan berdampak pada perangkat UPS pada ruangan data center.
  • power fluctuation ( yang berdampak overload /triiping ) yang melebihi kapasitas operasi perangkat elektronik. dan masih banyak lagi menyangkut dampak management yang buruk pengelolaan sistem pembebanan listrik.
Lihatlah beberapa kasus berikut .......
1. Secara operational dalam proses produksi, banyak mesin-mesin produksi menjadi tidak bertahan lama jika terkena power fluctuation / lonjakan listrik secara terus-menerus. Banyak perangkat UPS, PLC, modul controller, motor-motor DC dan perangkat instalasi kontrol dalam genset, chiller, mesin pendingin mengalami kerusakan akibat perencanaan dan pengontrolan serta instalasi panel yang buruk.

2. Generator tidak mampu lagi mensuplai energi listrik ke beban pada saat titik puncak beban terjadi. Biasanya ini sering terjadi karena sistem pembagian beban yang tidak menggunakan skala prioritas pembebanan.


Untuk menyelesaikan masalah instalasi listrik ini, beberapa hal perlu ditambahkan dalam sistem instalasi kelistrikan yang sudah ada agar  sistem instalasi tidak mengalami gangguan serius . Termasuk pengelolaan skala prioritas sistem instalasi beban , penambahan sistem monitoring power dengan menggunakan instalasi meter listrik.

Beberapa instalasi panel listrik dan kontrol memang telah dilengkapi dengan alat ukur seperti power meter untuk arus, tegangan, kwh dan kvar bisa dijadikan solusi. Cobalah simak gambar berikut tentang power metering 3 phasa yang bisa dipakai sebagai alternatif monitoring power di tempat anda.

Instalasi panel power metering 3 phasa dipasang untuk pengukuran parameter listrik 3 phasa R, S dan T. Dengan pengukuran ini, maka beberapa parameter listrik yang terukur dengan mudah terkontrol dan termonitoring. Sehingga hal-hal penting menyangkut  operasi beban listrik dapat dikendalikan dengan baik tanpa mengalami loss energi / rugi-rugi listrik, gangguan beban. 
             Dengan menggunakan instalasi panel power meter maka  cos phi, frekwensi, daya reaktif dan daya aktif terbaca dan terukur dapat diketahui dengan cepat. Beberapa sifat beban listrik akan termonitor dengan baik. Parameter-parameter yang didapatkan akan menentukan karakteristik beban dan memudahkan dalam perencanaan sistem pembebanan. Karakteristik beban kelistrikan anda akan sangat bergantung pada beberapa parameter ini. Jadi bagaimana kestabilan sistem distribusi pembebanan beban listrik dan berapa besar biaya listrik akan sangat ditentukan oleh bagaimana memahami sifat dan perilaku beban-beban yang ada.
            Contoh realnya, instalasi trafo, motor, capacitor bank dan genset adalah beberapa instalasi yang dominan menentukan sifat beban listrik. Perubahan frekwensi atas beberapa perangkat ini akan menentukan biaya beban listrik yang ditanggung. Sifat capacitif, induktif yang dikeluarkan atau diakibatkan dari perangkat itu besar sekali dipengaruhi oleh hasil frekwensi yang ditimbulkannya.Perubahan sifat beban ini seharusnya diketahui dan dikembangkan sebagai dasar dalam pembenahan sistem instalasi  beban yang sudah ada. Jadi alangkah baiknya jika sebuah perangkat power meter ditempatkan pada instalasi di titik critical tertentu dimana sering terjadi lonjakan yang besar sehingga dapat dibuatkan skala sistem pembebanan. Dengan sistem koneksi ke komputer atau control lokal maka perubahan dan lonjakan listrik yang terjadi dapat dikontrol dan monitor dan diperintah untuk melakukan pemilihan sistem pembebanan yang baik untuk mengurangi ketidakstabilan bahkan dampak overload yang akan terjadi.

Beberapa keuntungan sistem instalasi beban digambarkan dalam wiring instalasi PLN dan genset dapat dijelaskan secara bertahap dimulai dalam sistem distribusi beban dibawah ini.,

1.  Pencegahan sistem pembebanan berlebih ( overload protection )
2.  Optimisasi biaya listrik secara lebih baik.
3.  Sistem pengendalian beban yang lebih baik.

Sistem monitoring frekwensi yang seperti ini sebenarnya sudah beberapa user memakainya. Tapi  cobalah simak beberapa keuntungan saat sistem ini diterapkan dalam sistem kelistrikan anda.
  • Instalasi sistem penempatan power meter( untuk mengetahui parameter arus, tegangan, kvar, kwh dan atau frewensi ) akan secara otomatis menampilkan hasil ke layar komputer (dengan tambahan module komunikasi berbasis modbus ) dan secara gampang akan mempermudah perhitungan daya beban ( beban induktif dan reaktif ) sehingga dapat diketahui kapasitas perencanaan sistem pembebanan kedepannya.
  • Power fluctuation akibat beban yang sering berubah-ubah ( terutama di industri ) dapat secara cepat diprediksi. Beban-beban motor listrik yang sering berubah dalam batas beban induktif menjadi capacitif akan dapat diketahui dengan mudah. Sistem beban secara per unit beban akan termonitor dengan baik dan dapat dipertimbangkan segala dampaknya saat perubahan-perubahan sifat beban tadi.
  • Pembuatan instalasi panel listrik ini juga merupakan pencegahan dari power loss atau kekurangan suplai  listrik akibat sistem kelistrikan yang tidak terkontrol dengan baik. Anda akan dengan mudah mengetahui area beban yang sering menimbulkan masalah pembebanan ( overload ).Anda akan cepat mencegah perubahan-perubahan beban dari induktif ke kapasitif yang berdampak pada daya aktif dan reaktif yang berdampak langsung pada sistem pembangkit anda ( Genset ). Langkah power metering juga sebagai detektor dini seberapa baik sistem kelistrikan anda ( terutama sebaik apa kondisi beban-beban listrik anda).
  • Sistem power metering  merupakan dasar perencanaan untuk mendapatkan penurunan biaya kelistrikan yang seringkali tidak dikenali dan dimonitor dengan baik.
Realisasi Power Metering Pada Beban Motor.

Jika sistem instalasi power metering ini diterapkan untuk instalasi industri, maka banyak hal yang bisa diperoleh dengan sistem monitoring cara seperti ini. Coba perhatikan gambar berikut dimana sistem monitoring diterapkan untuk motor-motor industri yang cukup besar peranannya dalam mengendalikan kestabilan power dan tegangan di mesin-mesin industri.
Jika instalasi power metering untuk motor-motor industri ini dilakukan maka akan mudah diketahui :
  • efficiency motor dan tegangan normal motor
  • Tegangan, frekwensi dan kWh yang terukur
  • Torsi dan speed motor
  • overload relay
  • arus beban lebih pada motor dan load demand motor.
sehingga dengan data-data monitoring tersebut dapat diambil langkah pembenahan dalam hal :
  • pemilihan sistem proteksi ( baik overload relay, breaker ) yang hendak dipakai.
  • overhoule motor moto-motor lama yang sudah tidak effisien. 
  • penggantian motor-motor listrik yang  berbalik menjadi beban capacitif.
  • perencanaan kapasitas pembangkit ( Genset ) dan sistem pembebanan. 
Semoga bermanfaat !!!.
Power Metering dan Management Kelistrikan SocialTwist Tell-a-Friend

Saturday, December 29, 2012

Smoke Detector dan Upgrade System Alarm



Smoke detector sebagai salah satu perangkat sensor elektronik yang mendeteksi asap dengan prinsip perubahan cahaya yang diterima oleh L:ED dan perangkat elektroniknya memegang peranan penting dalam pendeteksian dini terjadinya kebakaran.

Namun sebagaimana perangkat elektronik lainnya, sebuah smoke detektor yang disupplai tegangan input DC 24 Volt seiring usia dan perawatan, akan menurun tingkat kepekaan dan unjuk kerjanya.  Hal ini dipengaruhi oleh perubahan tegangan dan  gangguan zona detector.  Semakin besar jumlah detektor dalam satu zona akan juga sangat berpengaruh pada tingkat kepekaan sensor dan tingkat keawetan sistem fire alarm.
Sekilas kita lihat bagaimana sebenarnya isi dalam sebuah smoke detektor berikut :

Sebuah sensor elektronik 24 Volt DC dengan  jumlah yang besar dalam satu zona akan sangat menggangu kepekaan sensing peralatan detektor. Hal ini bisa dihitung seberapa besar ampere total dalam zona. Jika detektor melebihi kapasitas ambang arus kerja maka hampir dipastikan memperpendek unjuk kerja detektor. Bisa saja detektor anda mengalami gangguan kepekaan yang tidak sesuai. Artinya detektor akan bekerja dalam rentang arus yang menyimpang. 

Perangkat detektor jenis smoke memang berbeda dengan heat detektor. Heat detektor bekerja sesuai prinsip pemuaaian bimetal oleh karena panas yang diterimanya. Namun berbeda dengan smoke detektor. perangkat elektronik ini mempunyai impedansi yang akan berubah sesuai tingkat tegangan yang diterimanya. Bahkan saat terjadi lonjakan tegangan, impedansi akan berubah menjadi tahanan murni yang berdampak detektor anda mengalami drop tegangan. Yang berdampak detektor bekerja lebih dini atau alarm dini yang bekerja diluar spesifikasi yang dikehendaki.

Perbaikan smoke detektor dengan cara membersihkan sensor dan element filter detektor biasanya berlaku pada saat tegangan normal 24 V dc atau saat jalur masih baru memang sedikit membantu. Namun seringkali pada saat sistem Main Control Fire Alarm ( MCFA ) sudah sering mengalami gangguan maka langkah pembersihan tersebut tidak akan membantu unjuk kerja smoke detektor. MCFA dengan beberapa modul control akan mengalami gangguan jika perubahan impedansi perangkat detektor. Oleh karena itu perlu dilakukan upgrade sistem agar spesifikasi detektor yang berubah tadi masih bisa bekerja dengan baik kembali.
Berikut langkah upgrade sistem fire alarm yang bisa dilakukan saat smoke detektor dan MCFA anda sudah dan sedang mengalami gangguan. Pertama, tentukan sebuah perangkat elektronik dengan penerimaan tegangan 24 Volt DC yang akan bekerja dengan perantaraan triger dari aktifasi smoke detektor. Dengan langkah ini anda akan mendapatkan unjuk kerja smoke detektor seperti layaknya masih baru. Tentunya sebagai antisipasi tegangan yang tidak stabil saat zona detektor anda mengalami pembengkakan jumlah detektor, terlebih dulu perlu dipasang sebuah relay yang akan mempertahankan tegangan 24 Vdc tanpa anda takut drop tegangan. Dengan langkah ini arus lonjakan yang biasa terjadi dalam zona detektor tidak akan banyak mengganggua unjuk kerja modul atau MCFA anda. Kedua, Gunakan sistem komputer sebagai pengganti MCFA anda. Kenapa ? Hal ini tentu akan sangat membantu dalam memonitor tingkat arus lonjakan yang sering terjadi dalam area zona yang sering aktif.  Dengan menggunakan sistem komputer tingkat aktifasi detektor yang ering muncul bisa terdeteksi dan termonitor dengan lebih baik untuk kemudian data trouble tersebut bisa sebagai data maintenance sebagai langkah perbaikan. Selengkapnya bisa Kontak 088296572573 untuk info lebih detail..Semoga bermanfaat !!!.
Smoke Detector dan Upgrade System AlarmSocialTwist Tell-a-Friend

Sunday, September 9, 2012

Perbaikan / Jasa Servis Fire Alarm System



Perbaikan / jasa servis fire alarm bisa dibagi dalam 3 bagian : yaitu perbaikan / service di sisi detektor, modul kontrol dan main control. Perbaikan / service sisi detektor dilakukan dengan cara test panas atau asap pada sisi detektor. Dengan menggunakan multitester kondisi detektor bisa diketahui apakah masih dalam keadaan baik atau sudah rusak alias sudah tidak bisa berfungsi sebagai detektor panas atau asap.Jenis perbaikan / servis yang sering dilakukan adalah karena gangguan permasalahan alarm dalam beberapa kasus seperti...
  • accumulation switch on/off yaitu kejadian terjadinya false alarm yang secara beruntun..attention switch, battery charge trouble, open loop, short circuit, earth fault
  • manual call point, open CKT trouble, card status abnormal, IDNet Fault, NAC trouble, loss of communication, communication failed, IDNet channel failure, overflor trouble

Perbaikan / servis pada modul control dilakukan dengan cara mengecek input dan output terminal modul.  Modul Controller terdiri atas beberapa bagian Module seperti zone control unit, circuit area point card, booster bateray charger, proteksi over current zone module .

Terminal input biasanya merupakan jalur kabel; zona detektor dan terkoneksi ke terminal input modul. Satu modul bisa mempunyai 2 input zona detektor. Dan output modul biasanya  difungsikan sebagai output yang nantinya berfungsi sebagai alarm atau bell peringatan saat terminal input modul aktif.



Dalam keadaan kebakaran terdeteksi, maka input modul akan terhubung secara koneksi kabel dan sinyak kebakaran ini akan diteruskan ke Main Control Fire Alarm untuk kemudian data proses dikirimkan kembali ke modul input output ( I/O ) untuk kemudian merespon input perintah dari Main Control FireAlarm sebagai aktifasi alarm bell. Modul I/O bisa dicontohkan dalam photo berikut. Dimana satu modul mempunyai terminal input ( detektor ), terminal output ( actuator ) dan pengolah sekaligus perintah ke terminal output.

Modul controller seperti digambar sebenarnya merupakan modul yang menerima input digital yaitu berupa input 1 dan 0 dari sinyak detektor. Dimana 1 adalah status aktif dan 0 adalah status pasif tidak adanya sinyal detektor. Setiap modul kontrol terhubung secara serial dengan unit control lain dan pada akhirnya akan terhubung ke Main Control Fire Alarm. Detektor akan memberikan sinyal 1 ke input terminal modul dan modul secara otomatis mengirimkan data input tadi untuk kemudian memproses status 1 aktif menjadi perintah alarm. perbaikan modul ini sangat tergantung pada software atau driver komunikasi yang bisa dimonitor lewat Main Control Fire Alarm.


Namun perkembangan teknologi selama ini telah mengubah sistem lama ini dengan dunia teknologi digital yang digabungkan dengan komputer. Dan banyak brand baru dalam teknologi alarm mengembangkan dan telah meluncurkan produk teknologi komputer sebagai pengendali fire alarm. Teknologi lama dengan lampu indikator di panel sudah tidak mewakili sepenuhnya kondisi kebakaran yang terjadi.
Kerusakan-kerusakan yang penulis selesaikan untuk produk fire alarm, biasanya dimulai dari tidak jelasnya wiring dan zona detektor  sehingga menyulitkan perbaikan saat terjadi kerusakan system alarm. Faktor karea atau zona kebakaran juga menjadi faktor sulitnya mempertahankan kualitas fire alarm system yang dimiliki. itulah mengapa indikator lamp pada panel berupa sinyal kedap-kedip tidak merupakan gambaran menyeluruh yang mampu menggambarkan kondisi kebakaran yang sebenarnya.

Alangkah baiknya dilakukan pengecekan rutin seperti yang dilakukan pada photo berikut.
Jika cara ini sudah rutin dilakukan maka sistem alarm akan tetap berfungsi dengan baik. Untuk selanjutnya perbaikan yang tak kalah penting lainnya adalah Main Control Fire Alarm. Sesungguhnya MCFA merupakan otak operasi pengolahan data input detektor dan meneruskan ke terminal output modul. Perbaikan MCFA juga tidak sesederhana yang dibayangkan. Perlu anda menguasai teknologi dasar pengolah data digital dan analog. 

Dewasa ini, teknologi komputer telah menggeser posisi Main Control dengan sebuah perangkat komputer yang mewakili sistem kebakaran yang sebenarnya.  Coba simak gambar modifikasi fire alarm sistem dengan modul sysmex lama dengan modul berteknologi digital dan melalui komputer.




Jasa Kontrak Servis Maintenance Fire Alarm dan hydrant

Kontrak servis atau maintenance kontrak dalam bidang fire alarm dan hydrant merupakan hal penting mengingat banyak kerusakan yang tidak ditangani secara serius dan bahkan tidak dilakukan service secara cepat dan oleh teknisi yang berpengalaman. 
Oleh karena itu jada kontrak servis baik bulanan atau tahunan seharusnya menjadi prioritas dalam menjaga kondisi perangkat fire alarm dan system hydrant selalu bekerja dalam keadaan optimal. Jasa kontrak servise bisa dilakukan dengan alasan pertimbangan kecakapan teknis dan effisiensi maintenance. 
Beberapa pekerjaan kontrak servis ( service) untuk fire alarm dan hydrant adalah bisa meliputi beberapa pilihan item seperti....
  • perbaikan card yang rusak atau tidak berfungsi dengan baik
  • penanganan kerusakan / troubleshooting atas false alarm yang sulit ditangani oleh user.
  • pencariaan kerusakan atau trace zona alarm yang bermasalah yang sering tidak dipahami seperti alarm semu, alarm schedule, alarm berulang dsb.
  • perawatan servis rutin panel dari kotoran debu, kerusakan karat dan gangguan lain di dalam panel MCFA dan panel pendukung. 
  • pengetesan rutin yang terjadwal baik test alarm, simulasi alarm, warning test, general test alarm, dan simulasi kebakaran 
  • trainning berkala operasional panel alarm yang aman dan handling problem alarm temporary 
  • pendataan kondisi mingguan atas kejadian kerusakan, perbaikan, perawatan, dalam bentuk laporan mingguan, bulanan secara profesional.
  • Penambahan sistem kontrol remote untuk mengirimkan otomatis gangguan alarm yang muncul, dan melaporkan gejala kerusakan secara otomatis. 
  • Melakukan perawatan servis rutin atas kondisi flow switch, pompa hydrant, jalur kabel, gangguan kelistrikan alarm dan sistem hydrant.
  • Melakukan pemantauan dan melakukan perbaikan servis secepatnya atas ketidaknormalan system hydrant  dan melakukan perbaikan baik panel kontrol ataupun elektronik sensor dan rangkaian elektronik. 
  • Lebih detail.. silahkan kontak ke 088296572573... (WA)

Informasi Kontrak Servis / Maintenance  :
- KONTRAK SERVIS MAINTENANCE  FIRE ALARM MCFA bisa Kontak 088296572573 untuk info lebih detail   .. Klik Disini !! 


Artikel terkait
- Kerusakan Fire Alarm
- Perawatan Sistem dan Panel Fire Alarm 
Upgrade Sistem Fire Alarm ke Komputer
Perbaikan Fire Alarm Rusak
Warning Emergency System by GSM /GPRS
Perbaikan / Jasa Servis Fire Alarm System SocialTwist Tell-a-Friend

Tuesday, July 31, 2012

Instalasi monitoring temperatur

Pembuatan panel kontrol temperatur  dipakai sebagai salah satu cara mudah mengoperasikan sistem pendingin ruangan baik untuk mesin Chiller ataupun AC ruangan.  Pengendalian temperatur  ini bisa dilakukan melalui wireless remote, ataupun melalui sistem pengakabelan dengan building automation. Hal ini penting mengingat sebagian besar biaya cost operasional hotel atau gedung bergantung pada salah satu faktor ini. Banyak hal menarik mengapa pembuatan kontrol temperatur jadi penting.


http://alfaperkasaengineering.com/HVAC.htm


1. Hotel, gedung atau apartment memerlukan instalasi panel kontrol otomatis. Penggunaan setting temperatur dengan cara pembuatan panel lokal masih juga membebani manager teknik / operasional untuk mengatur biaya listrik akibat kelalaian pengaturan ini. Bagaimana tidak sekitar 70-80% beban gedung ada pada petugas operasional. Persoalan waktu dan kemudahan menjadi pertimbangan pembuatan panel otomatis secara sentralisasi. Mengapa tidak menggunakan cara sentralisasi dengan komputer.

2. Pencatatan temperatur per ruangan dalam gedung sangatlah memperpanjang waktu otomatisasi lokal, dan sistem kontrol temperatur menjadi mutlah diperlukan. Jika beberapa mengatakan ada petugas cukup untuk melakukan pengontrolan harian-  sangatlah tidak tepat. Beberapa informasi yang didapatkan di lapangan penggunaan tenaga harian untuk kontrol pembebanan listrik akibat temperatur yang tidak terkontrol  sangatlah miris. Bagaimana mungkin ratusan ruang terkontrol lewat tenaga perorangan.

3. Penggunaan kontrol tersentralisasi ke ruang kontrol ( komputer ) seharusnya telah menjadi pilihan bagi banyak pemilik gedung. Pembuatan kontrol dengan HMI - SCADA seharusnya jadi pilihan.


Dengan penggunaan sentral komputer- tetap akan menjadi banyak pilihan diantara beberapa solusi yang mengatakan cukup dengan tenaga manual.

Perencanaan Instalasi Kontrol PID 

Penggunaan kontrol PID ( Proportional Integral Derivatif ) merupakan kontroler untuk menentukan presisi suatu sistem  instrumentasi dengan karakteristik adanya umpan balik pada sistem tesebut.


Kontrol PID pada pengaturan temperatur ruang hotel atau ruangan atau ruang pendingin, melibatkan parameter kontrol yang meliputi PV ( process Value ), SV ( Setpoint Value ), dan MV ( measurement value). Ketiga parameter seringkali menjadi mempunyai bagian sendiri-sendiri dalam sistem pengontrolan. Kontrol PID meliputi unsur sensor sebagai data input analog dimana besaran temperatur diambil dari sebuah sensor berupa sensor termocouple atau lainnya. Sedangkan SV merupakan harga temperatur yang diinginkan sesuai setting yang diinginkan.

Melalui penggunaan sistem kontrol terpusat, seluruh aktivitas pengontrolan tidak lagi dilakukan secara per ruang. Kejadian temperatur tak stabil tidak lagi jadi persoalan karena sistem kontrol komputer akan melakukan pengontrolan secara otomatis Dan hal ini tentu saja membutuhkan kesadaran dan perhitungan yang menyeluruh. Baik jumlah mesin HVAC ( sentral AC ) atau lewat AC ruangan. Sebenarnya hal itu sama. Hanya beda dalam cara pengontrolan saja.

Semoga bermanfaat... !!! Kontak 088296572573 untuk info lebih detail
Instalasi monitoring temperatur SocialTwist Tell-a-Friend

Sunday, July 29, 2012

Alarm Kebocoran Gas LPG, H2, N2, O2 Wireless


Kandungan gas dalam ruang merupakan hal vital seperti  dalam ruang operasi rumah sakit, ruang laboratorium, ruangan terbuka, gedung workshop mekanik, mesin pendingin ruang, mesin chiller, HVAC, atau refrigerator, gudang penyimpanan makanan, atau mesin pendingin buah-buahan, atau lainnya. Pembuatan  sistem monitoring kandungan freon, LPG, oksigen  dan karbondioksida atau lainnya dengan rangkaian microcontroller atau melalui personal computer (PC) merupakan solusi tepat.

Pada prinsipnya gas N2 sering dipergunakan dalam industri baja, worksop, bengkel las, penyimpanan buah-buahan dan sayur-sayuran dilakukan untuk mengendalikan proses metabolisme, dan juga untuk mengurangi hama di dalam ruang simpan padi-padian. N2 banyak dipakai pada industri ( ban, kaca, elektronik, reaktor, tangki dll ) dan sebagai bahan pengawet untuk produk makanan seperti ikan, udang, kepiting, atau untuk bahan pencegah pembusukan bahan-bahan biologi seperti darah, jaringan, inseminasi hewan, dan aplikasi pada proses penyambungan  material.

Monitoring kondisi gas mempunyai beberapa keuntungan berikut :
  •  mendapatkan berbagai kombinasi komposisi gas.
  •  mengetahui tingkat keamanan dan bahaya kebocoran atau komposisi gas diluar kendali yang berbahaya bagi lingkungan dan manusia.
  •  memberikan sinyal alarm ke lokal panel atau komputer sebagai indikasi gangguan sistem deteksi gas
  • mendapatkan laporan data kejadian secara kontinue untuk mengetahui penyebab kebocoran baik melalui layar panel lokal ataupun ke unit komputer secara visual atau cetak. 
  • dalam penggunaan pada mesin-mesin industri seperti chiller, compressor, HVAC, kebocoran gas ataupun monitoring kapasitas dan kinerja mesin dapat dikontrol dan dimonitor melalui parameter atau kondisi kapasitas gas yang ada. 

Pembuatan kontrol dan monitoring gas 


Kebanyakan alat yang ada sangatlah mahal dan sulit didapatkan dipasaran lokal. Selain mahal, alat bersifat portable dan tidak efisien dalam penggunaan karena bentuknya yang besar serta tidak memberikan sinyal indikator alarm yang bisa dilihat secara visual yang menggambarkan kondisi emergency / abnormal dari kondisi gas yang ada sebenarnya berupa alarm bell atau visual ke layar komputer atau layar LCD. 

Personal komputer atau (PC) dipergunakan untuk menampilkan data ke ruang control sebagai bahan informasi penting tentang gangguan suplai gas, kebocoran, volume gas, atau ketidaknormalan lain. Komputer bertindak untuk  memproses data dan mengolah data. PC digunakan untuk mengolah, memproses dan mengunduh data kedalam mikrokontroler. PC sebagai pengolah dan memproses data dari MMC kemudian di masukkan PC menggunakan Card Reader dan data akan diolah yang
 kemudian akan di tampilkan pada layar monitor.
Pembuatan panel kontrol lokal berupa panel box kontrol monitoring juga bisa dilakukan dengan memasang  sensor dan memproses pengukuran kadar gas tersebut melalui microcontroller untuk diproses dan ditampilkan ke layar dan kemudian menggerakkan valve, alarm bell, sirene, atau perangkat lainnya sebagai indicating alarm.



Monitoring Kebocoran Gas Wireless / Remote 
Kontrol dan monitoring gas dapat dibuat untuk beberapa area dan peralatan berikut :
  • Monitoring kadar stock oksigen dalam rumah sakit. 
  • kontrol bio gas pada mesin pembangkit listrik
  • kontrol kadar gas pada mesin compressor
  • kontrol kebocoran gas pada tangki-tangki BBM, atau gudang penyimpanan gas. 
  • kontrol kadar dan kapasitas oksigen O2, nitrogen N2, hidrogen H2 pada pabrik-pabrik otomotif. 
  • dll
Dijual Produk sensor kebocoran gas remote / wireless. Cocok untuk gudang yang lokasinya jauh dari pantauan. Jika berminat silahkan hubungi ke 081218127854 atau 087805401860.

Semoga bermanfaat !!!

Alarm Kebocoran Gas LPG, H2, N2, O2 Wireless SocialTwist Tell-a-Friend

Wednesday, July 25, 2012

Analisa Energi pada Water Chiller

Sebagian energi setiap hari terbuang dengan tidak effisien. Dari persoalan lupa mematikan listrik sampai pada salah management. Tidak bisa tidak ini bisa menjadi masalah sebagian besar pengusaha perhotelan atau gedung dengan tingkat penggunaan yang tinggi.

Konsumsi listrik telah menjadi faktor penting dalam perhitungan untung rugi yang cukup dominan. Tidak bisa mengelola energi listrik akan menghasilkan pembengkakan biaya operasional gedung. Hotel sebagai salah satu pengguna energi listrik telah mengalami banyak kegagalan pemakaian listrik dengan beberapa persoalan seperti :
a. ketiadaan kontrol otomatis yang mampu melaporkan tingkat pemakaian listrik harian.
    Ada beberapa solusi untuk persoalan kontrol beban listrik ini adalah dengan menempatkan power
    metering  pada tiap group beban.
b. ketiadaan teknis pengelolaan energi listrik baik teknis peralatan maupun personal yang memahami   pengelolaan energi.

Analisa energi pada Water Chiller..
Analisa energi merupakan tindakan dalam hal mendapatkan sumber sumber pada bagian mesin water chiller yang menimbulkan pemborosan energi. Untuk melakukan analisa dibutuhkan penelitian dan pembuatan perangkat hardware yang akan bekerja untuk memantau parameter mana saja yang dapat menyumbang pemborosan energi.


untuk mendapatkan effisiensi tinggi suatu chiller, maka perlu dilakukan pendataan berapa parameter penting termasuk....
  • COP ( makin rendah nilai COP akan makin baik.)
  • laju aliran refrigerant 
  • kalor yang diserap evaporator dan kondensor
  • kerja yang dilakukan kompresor
  • daya yang dibutuhkan kompressor
  • laju aliran volume air cooling water.
Nilai COP (coefficient of performance ) merupakan kondisi kinerja kompressor yaitu tingkat pengendalian temperatur ( pendinginan ) kondensor dan nilai  COP inilah yang akan menyatakan kerja compressor akan ringan atau lebih berat. Nilai COP didapatkan dari perbandingan antara Kapasitas Pendinginan (Qo) dgn Konsumsi Arus  Kompressor (W)

COP = Qo /W atau kW/TR



System kontrol temperatur Hotel, Gedung, Mall

Indoor Sensor temperatur dapat dipergunakan dalam ruang dengan range temperatur antara -55 sampai +125 °C. Perangkat sensor dapat ditempatkan dalam ruang lobby, data computer room, atau ruang laboratorium dan dalam mesin pendingin dengan terbuhung melalui converter untuk kemudian data hasil pengukuran ditampilkan dalam monitor PC.

Pemahaman teknik tentang kontrol temperatur ini  telah menghasilkan menurunkan  biaya maintenance. Karena menyangkut pengaturan atau pemakaiann jumlah energi listrik pada saat-saat tertentu saja.  Sebagai contoh pemakain energi listrik untuk AC ruangan hotel. Beberapa kasus telah menunjukkan bahwa ketiadaan pengawasan teknis dan sistem yang memadai  di ruang-ruang hotel, mall atau gedung telah mengakibatkan pembengkakan operasi beban lebih pada unit mesin AC. Dan hal ini berdampak pada biaya energi yang tinggi. Sebagai solusinya, sangat perlunya sistem monitoring dan kontrol dalam ruang seperti kontrol keberadaan penghuni, temperatur ruang dan aktifitas penggunaan AC ruangan.

Sistem kontrol ruang dengan penggunaan AC seharusnya kontrol ruangan menjadi pertimbangan di saat energi semakin mahal. Beberapa kontrol bisa dipakai seperti kontrol temperatur, kontrol aktivitas penggunaan lsitrik. Hal tersebut bisa dilakukan dengan membuat / desain sistem monitoring dan kontrol berbasis komputer. Yaitu dengan memasang sensor temperatur, sensor deteksi keberadaan penghuni dan detektor penggunaan listrik. Kontrol bisa dihubungkan dengan unit kontrol lain di kontrol room dan receptionis. Beberapa parameter kontrol yang harus dipasanag dalam sistem kontrol monitoring energi ini meliputi :

a. data analog hasil sensor temperatur yang diproses oleh komputer yang kemudian oleh komputer beberapa langkah tindakan bisa dilakukan seperti kontrol on/off Ac ruang saat penghuni tidak berada dalam ruang. Beberapa level temperatur bisa dikontrol dalam 3 level temperatur. Yaitu level temperatur saat tidak ada penghuni, saat ada penghuni dan saat temperatur melebihi standart baku kontrol temperatur ruang.

b. Data digital yang dihubungkan dengan pihak resepsionis dimana data ini diproses sebagai masukan saat penghuni ruangan tidak berada dalam ruang sehingga segera mungkin dilakukan pengaturan temperatur dalam level tidak ada penghuni.
Dengan sistem kontrol seperti ini, pemborosan energi pada ruangan bisa ditekan semaksimal mungkin.  Kenapa tidak segera dilakukan ? Semoga ada manfaatnya.
Analisa Energi pada Water ChillerSocialTwist Tell-a-Friend