Saturday, December 29, 2012

Smoke Detector dan Upgrade System Alarm



Smoke detector sebagai salah satu perangkat sensor elektronik yang mendeteksi asap dengan prinsip perubahan cahaya yang diterima oleh L:ED dan perangkat elektroniknya memegang peranan penting dalam pendeteksian dini terjadinya kebakaran.

Namun sebagaimana perangkat elektronik lainnya, sebuah smoke detektor yang disupplai tegangan input DC 24 Volt seiring usia dan perawatan, akan menurun tingkat kepekaan dan unjuk kerjanya.  Hal ini dipengaruhi oleh perubahan tegangan dan  gangguan zona detector.  Semakin besar jumlah detektor dalam satu zona akan juga sangat berpengaruh pada tingkat kepekaan sensor dan tingkat keawetan sistem fire alarm.
Sekilas kita lihat bagaimana sebenarnya isi dalam sebuah smoke detektor berikut :

Sebuah sensor elektronik 24 Volt DC dengan  jumlah yang besar dalam satu zona akan sangat menggangu kepekaan sensing peralatan detektor. Hal ini bisa dihitung seberapa besar ampere total dalam zona. Jika detektor melebihi kapasitas ambang arus kerja maka hampir dipastikan memperpendek unjuk kerja detektor. Bisa saja detektor anda mengalami gangguan kepekaan yang tidak sesuai. Artinya detektor akan bekerja dalam rentang arus yang menyimpang. 

Perangkat detektor jenis smoke memang berbeda dengan heat detektor. Heat detektor bekerja sesuai prinsip pemuaaian bimetal oleh karena panas yang diterimanya. Namun berbeda dengan smoke detektor. perangkat elektronik ini mempunyai impedansi yang akan berubah sesuai tingkat tegangan yang diterimanya. Bahkan saat terjadi lonjakan tegangan, impedansi akan berubah menjadi tahanan murni yang berdampak detektor anda mengalami drop tegangan. Yang berdampak detektor bekerja lebih dini atau alarm dini yang bekerja diluar spesifikasi yang dikehendaki.

Perbaikan smoke detektor dengan cara membersihkan sensor dan element filter detektor biasanya berlaku pada saat tegangan normal 24 V dc atau saat jalur masih baru memang sedikit membantu. Namun seringkali pada saat sistem Main Control Fire Alarm ( MCFA ) sudah sering mengalami gangguan maka langkah pembersihan tersebut tidak akan membantu unjuk kerja smoke detektor. MCFA dengan beberapa modul control akan mengalami gangguan jika perubahan impedansi perangkat detektor. Oleh karena itu perlu dilakukan upgrade sistem agar spesifikasi detektor yang berubah tadi masih bisa bekerja dengan baik kembali.
Berikut langkah upgrade sistem fire alarm yang bisa dilakukan saat smoke detektor dan MCFA anda sudah dan sedang mengalami gangguan. Pertama, tentukan sebuah perangkat elektronik ( Modul Analog ) dengan penerimaan tegangan 24 Volt DC yang akan bekerja dengan perantaraan triger dari aktifasi smoke detektor. Dengan langkah ini anda akan mendapatkan unjuk kerja smoke detektor seperti layaknya masih baru. Tentunya sebagai antisipasi tegangan yang tidak stabil saat zona detektor anda mengalami pembengkakan jumlah detektor, terlebih dulu perlu dipasang sebuah relay yang akan mempertahankan tegangan 24 Vdc tanpa anda takut drop tegangan. Dengan langkah ini arus lonjakan yang biasa terjadi dalam zona detektor tidak akan banyak mengganggua unjuk kerja modul atau MCFA anda. Kedua, Gunakan sistem komputer sebagai pengganti MCFA anda. Kenapa ? Hal ini tentu akan sangat membantu dalam memonitor tingkat arus lonjakan yang sering terjadi dalam area zona yang sering aktif.  Dengan menggunakan sistem komputer tingkat aktifasi detektor yang ering muncul bisa terdeteksi dan termonitor dengan lebih baik untuk kemudian data trouble tersebut bisa sebagai data maintenance sebagai langkah perbaikan. Selengkapnya bisa dipelajari lebih detail  dalam  link berikut. Klik Disini.  Semoga bermanfaat !!!.
Smoke Detector dan Upgrade System AlarmSocialTwist Tell-a-Friend

No comments: