Saturday, December 29, 2012

Smoke Detector dan Upgrade System Alarm



Smoke detector sebagai salah satu perangkat sensor elektronik yang mendeteksi asap dengan prinsip perubahan cahaya yang diterima oleh L:ED dan perangkat elektroniknya memegang peranan penting dalam pendeteksian dini terjadinya kebakaran.

Namun sebagaimana perangkat elektronik lainnya, sebuah smoke detektor yang disupplai tegangan input DC 24 Volt seiring usia dan perawatan, akan menurun tingkat kepekaan dan unjuk kerjanya.  Hal ini dipengaruhi oleh perubahan tegangan dan  gangguan zona detector.  Semakin besar jumlah detektor dalam satu zona akan juga sangat berpengaruh pada tingkat kepekaan sensor dan tingkat keawetan sistem fire alarm.
Sekilas kita lihat bagaimana sebenarnya isi dalam sebuah smoke detektor berikut :

Sebuah sensor elektronik 24 Volt DC dengan  jumlah yang besar dalam satu zona akan sangat menggangu kepekaan sensing peralatan detektor. Hal ini bisa dihitung seberapa besar ampere total dalam zona. Jika detektor melebihi kapasitas ambang arus kerja maka hampir dipastikan memperpendek unjuk kerja detektor. Bisa saja detektor anda mengalami gangguan kepekaan yang tidak sesuai. Artinya detektor akan bekerja dalam rentang arus yang menyimpang. 

Perangkat detektor jenis smoke memang berbeda dengan heat detektor. Heat detektor bekerja sesuai prinsip pemuaaian bimetal oleh karena panas yang diterimanya. Namun berbeda dengan smoke detektor. perangkat elektronik ini mempunyai impedansi yang akan berubah sesuai tingkat tegangan yang diterimanya. Bahkan saat terjadi lonjakan tegangan, impedansi akan berubah menjadi tahanan murni yang berdampak detektor anda mengalami drop tegangan. Yang berdampak detektor bekerja lebih dini atau alarm dini yang bekerja diluar spesifikasi yang dikehendaki.

Perbaikan smoke detektor dengan cara membersihkan sensor dan element filter detektor biasanya berlaku pada saat tegangan normal 24 V dc atau saat jalur masih baru memang sedikit membantu. Namun seringkali pada saat sistem Main Control Fire Alarm ( MCFA ) sudah sering mengalami gangguan maka langkah pembersihan tersebut tidak akan membantu unjuk kerja smoke detektor. MCFA dengan beberapa modul control akan mengalami gangguan jika perubahan impedansi perangkat detektor. Oleh karena itu perlu dilakukan upgrade sistem agar spesifikasi detektor yang berubah tadi masih bisa bekerja dengan baik kembali.
Berikut langkah upgrade sistem fire alarm yang bisa dilakukan saat smoke detektor dan MCFA anda sudah dan sedang mengalami gangguan. Pertama, tentukan sebuah perangkat elektronik ( Modul Analog ) dengan penerimaan tegangan 24 Volt DC yang akan bekerja dengan perantaraan triger dari aktifasi smoke detektor. Dengan langkah ini anda akan mendapatkan unjuk kerja smoke detektor seperti layaknya masih baru. Tentunya sebagai antisipasi tegangan yang tidak stabil saat zona detektor anda mengalami pembengkakan jumlah detektor, terlebih dulu perlu dipasang sebuah relay yang akan mempertahankan tegangan 24 Vdc tanpa anda takut drop tegangan. Dengan langkah ini arus lonjakan yang biasa terjadi dalam zona detektor tidak akan banyak mengganggua unjuk kerja modul atau MCFA anda. Kedua, Gunakan sistem komputer sebagai pengganti MCFA anda. Kenapa ? Hal ini tentu akan sangat membantu dalam memonitor tingkat arus lonjakan yang sering terjadi dalam area zona yang sering aktif.  Dengan menggunakan sistem komputer tingkat aktifasi detektor yang ering muncul bisa terdeteksi dan termonitor dengan lebih baik untuk kemudian data trouble tersebut bisa sebagai data maintenance sebagai langkah perbaikan. Selengkapnya bisa dipelajari lebih detail  dalam  link berikut. Klik Disini.  Semoga bermanfaat !!!.
Smoke Detector dan Upgrade System AlarmSocialTwist Tell-a-Friend

Sunday, September 9, 2012

Perbaikan Fire Alarm System



Perbaikan fire alarm bisa dibagi dalam 3 bagian : yaitu perbaikan di sisi detektor, modul kontrol dan main control. Perbaikan sisi detektor dilakukan dengan cara test panas atau asap pada sisi detektor. Dengan menggunakan multitester kondisi detektor bisa diketahui apakah masih dalam keadaan baik atau sudah rusak alias sudah tidak bisa berfungsi sebagai detektor panas atau asap. Perbaikan pada modul control dilakukan dengan cara mengecek input dan output terminal modul. Terminal input biasanya merupakan jalur kabel; zona detektor dan terkoneksi ke terminal input modul. Satu modul bisa mempunyai 2 input zona detektor. Dan output modul biasanya  difungsikan sebagai output yang nantinya berfungsi sebagai alarm atau bell peringatan saat terminal input modul aktif.

Dalam keadaan kebakaran terdeteksi, maka input modul akan terhubung secara koneksi kabel dan sinyak kebakaran ini akan diteruskan ke Main Control Fire Alarm untuk kemudian data proses dikirimkan kembali ke modul input output ( I/O ) untuk kemudian merespon input perintah dari Main Control FireAlarm sebagai aktifasi alarm bell. Modul I/O bisa dicontohkan dalam photo berikut. Dimana satu modul mempunyai terminal input ( detektor ), terminal output ( actuator ) dan pengolah sekaligus perintah ke terminal output.

 Modul controller seperti digambar sebenarnya merupakan modul yang menerima input digital yaitu berupa input 1 dan 0 dari sinyak detektor. Dimana 1 adalah status aktif dan 0 adalah status pasif tidak adanya sinyal detektor. Setiap modul kontrol terhubung secara serial dengan unit control lain dan pada akhirnya akan terhubung ke Main Control Fire Alarm. Detektor akan memberikan sinyal 1 ke input terminal modul dan modul secara otomatis mengirimkan data input tadi untuk kemudian memproses status 1 aktif menjadi perintah alarm. perbaikan modul ini sangat tergantung pada software atau driver komunikasi yang bisa dimonitor lewat Main Control Fire Alarm.


Namun perkembangan teknologi selama ini telah mengubah sistem lama ini dengan dunia teknologi digital yang digabungkan dengan komputer. Dan banyak brand baru dalam teknologi alarm mengembangkan dan telah meluncurkan produk teknologi komputer sebagai pengendali fire alarm. Teknologi lama dengan lampu indikator di panel sudah tidak mewakili sepenuhnya kondisi kebakaran yang terjadi.
Kerusakan-kerusakan yang penulis selesaikan untuk produk fire alarm, biasanya dimulai dari tidak jelasnya wiring dan zona detektor  sehingga menyulitkan perbaikan saat terjadi kerusakan system alarm. Faktor karea atau zona kebakaran juga menjadi faktor sulitnya mempertahankan kualitas fire alarm system yang dimiliki. itulah mengapa indikator lamp pada panel berupa sinyal kedap-kedip tidak merupakan gambaran menyeluruh yang mampu menggambarkan kondisi kebakaran yang sebenarnya.
Alangkah baiknya dilakukan pengecekan rutin seperti yang dilakukan pada photo berikut.
Jika cara ini sudah rutin dilakukan maka sistem alarm akan tetap berfungsi dengan baik. Untuk selanjutnya perbaikan yang tak kalah penting lainnya adalah Main Control Fire Alarm. Sesungguhnya MCFA merupakan otak operasi pengolahan data input detektor dan meneruskan ke terminal output modul. Perbaikan MCFA juga tidak sesederhana yang dibayangkan. Perlu anda menguasai teknologi dasar pengolah data digital dan analog. 

Dewasa ini, teknologi komputer telah menggeser posisi Main Control dengan sebuah perangkat komputer yang mewakili sistem kebakaran yang sebenarnya.  Coba simak gambar modifikasi fire alarm sistem dengan modul sysmex lama dengan modul berteknologi digital dan melalui komputer.



Informasi lebih detail  : Klik info berikut...

Perbaikan Fire Alarm System SocialTwist Tell-a-Friend

Tuesday, July 31, 2012

Instalasi monitoring temperatur

Pembuatan panel kontrol temperatur  dipakai sebagai salah satu cara mudah mengoperasikan sistem pendingin ruangan baik untuk mesin Chiller ataupun AC ruangan.  Pengendalian temperatur  ini bisa dilakukan melalui wireless remote, ataupun melalui sistem pengakabelan dengan building automation. Hal ini penting mengingat sebagian besar biaya cost operasional hotel atau gedung bergantung pada salah satu faktor ini. Banyak hal menarik mengapa pembuatan kontrol temperatur jadi penting.


http://alfaperkasaengineering.com/HVAC.htm


1. Hotel, gedung atau apartment memerlukan instalasi panel kontrol otomatis. Penggunaan setting temperatur dengan cara pembuatan panel lokal masih juga membebani manager teknik / operasional untuk mengatur biaya listrik akibat kelalaian pengaturan ini. Bagaimana tidak sekitar 70-80% beban gedung ada pada petugas operasional. Persoalan waktu dan kemudahan menjadi pertimbangan pembuatan panel otomatis secara sentralisasi. Mengapa tidak menggunakan cara sentralisasi dengan komputer.

2. Pencatatan temperatur per ruangan dalam gedung sangatlah memperpanjang waktu otomatisasi lokal, dan sistem kontrol temperatur menjadi mutlah diperlukan. Jika beberapa mengatakan ada petugas cukup untuk melakukan pengontrolan harian-  sangatlah tidak tepat. Beberapa informasi yang didapatkan di lapangan penggunaan tenaga harian untuk kontrol pembebanan listrik akibat temperatur yang tidak terkontrol  sangatlah miris. Bagaimana mungkin ratusan ruang terkontrol lewat tenaga perorangan.

3. Penggunaan kontrol tersentralisasi ke ruang kontrol ( komputer ) seharusnya telah menjadi pilihan bagi banyak pemilik gedung. Pembuatan kontrol dengan HMI - SCADA seharusnya jadi pilihan.


Dengan penggunaan sentral komputer- tetap akan menjadi banyak pilihan diantara beberapa solusi yang mengatakan cukup dengan tenaga manual.

Perencanaan Instalasi Kontrol PID 

Penggunaan kontrol PID ( Proportional Integral Derivatif ) merupakan kontroler untuk menentukan presisi suatu sistem  instrumentasi dengan karakteristik adanya umpan balik pada sistem tesebut.


Kontrol PID pada pengaturan temperatur ruang hotel atau ruangan atau ruang pendingin, melibatkan parameter kontrol yang meliputi PV ( process Value ), SV ( Setpoint Value ), dan MV ( measurement value). Ketiga parameter seringkali menjadi mempunyai bagian sendiri-sendiri dalam sistem pengontrolan. Kontrol PID meliputi unsur sensor sebagai data input analog dimana besaran temperatur diambil dari sebuah sensor berupa sensor termocouple atau lainnya. Sedangkan SV merupakan harga temperatur yang diinginkan sesuai setting yang diinginkan.

Melalui penggunaan sistem kontrol terpusat, seluruh aktivitas pengontrolan tidak lagi dilakukan secara per ruang. Kejadian temperatur tak stabil tidak lagi jadi persoalan karena sistem kontrol komputer akan melakukan pengontrolan secara otomatis Dan hal ini tentu saja membutuhkan kesadaran dan perhitungan yang menyeluruh. Baik jumlah mesin HVAC ( sentral AC ) atau lewat AC ruangan. Sebenarnya hal itu sama. Hanya beda dalam cara pengontrolan saja.

Semoga bermanfaat... !!!
Instalasi monitoring temperatur SocialTwist Tell-a-Friend

Sunday, July 29, 2012

Alarm Kebocoran Gas LPG, H2, N2, O2 Wireless


Kandungan gas dalam ruang merupakan hal vital seperti  dalam ruang operasi rumah sakit, ruang laboratorium, ruangan terbuka, gedung workshop mekanik, mesin pendingin ruang, mesin chiller, HVAC, atau refrigerator, gudang penyimpanan makanan, atau mesin pendingin buah-buahan, atau lainnya. Pembuatan  sistem monitoring kandungan freon, LPG, oksigen  dan karbondioksida atau lainnya dengan rangkaian microcontroller atau melalui personal computer (PC) merupakan solusi tepat.

Pada prinsipnya gas N2 sering dipergunakan dalam industri baja, worksop, bengkel las, penyimpanan buah-buahan dan sayur-sayuran dilakukan untuk mengendalikan proses metabolisme, dan juga untuk mengurangi hama di dalam ruang simpan padi-padian. N2 banyak dipakai pada industri ( ban, kaca, elektronik, reaktor, tangki dll ) dan sebagai bahan pengawet untuk produk makanan seperti ikan, udang, kepiting, atau untuk bahan pencegah pembusukan bahan-bahan biologi seperti darah, jaringan, inseminasi hewan, dan aplikasi pada proses penyambungan  material.

Monitoring kondisi gas mempunyai beberapa keuntungan berikut :
  •  mendapatkan berbagai kombinasi komposisi gas.
  •  mengetahui tingkat keamanan dan bahaya kebocoran atau komposisi gas diluar kendali yang berbahaya bagi lingkungan dan manusia.
  •  memberikan sinyal alarm ke lokal panel atau komputer sebagai indikasi gangguan sistem deteksi gas
  • mendapatkan laporan data kejadian secara kontinue untuk mengetahui penyebab kebocoran baik melalui layar panel lokal ataupun ke unit komputer secara visual atau cetak. 
  • dalam penggunaan pada mesin-mesin industri seperti chiller, compressor, HVAC, kebocoran gas ataupun monitoring kapasitas dan kinerja mesin dapat dikontrol dan dimonitor melalui parameter atau kondisi kapasitas gas yang ada. 

Pembuatan kontrol dan monitoring gas 


Kebanyakan alat yang ada sangatlah mahal dan sulit didapatkan dipasaran lokal. Selain mahal, alat bersifat portable dan tidak efisien dalam penggunaan karena bentuknya yang besar serta tidak memberikan sinyal indikator alarm yang bisa dilihat secara visual yang menggambarkan kondisi emergency / abnormal dari kondisi gas yang ada sebenarnya berupa alarm bell atau visual ke layar komputer atau layar LCD. 

Personal komputer atau (PC) dipergunakan untuk menampilkan data ke ruang control sebagai bahan informasi penting tentang gangguan suplai gas, kebocoran, volume gas, atau ketidaknormalan lain. Komputer bertindak untuk  memproses data dan mengolah data. PC digunakan untuk mengolah, memproses dan mengunduh data kedalam mikrokontroler. PC sebagai pengolah dan memproses data dari MMC kemudian di masukkan PC menggunakan Card Reader dan data akan diolah yang
 kemudian akan di tampilkan pada layar monitor.
Pembuatan panel kontrol lokal berupa panel box kontrol monitoring juga bisa dilakukan dengan memasang  sensor dan memproses pengukuran kadar gas tersebut melalui microcontroller untuk diproses dan ditampilkan ke layar dan kemudian menggerakkan valve, alarm bell, sirene, atau perangkat lainnya sebagai indicating alarm.



Monitoring Kebocoran Gas Wireless / Remote 
Kontrol dan monitoring gas dapat dibuat untuk beberapa area dan peralatan berikut :
  • Monitoring kadar stock oksigen dalam rumah sakit. 
  • kontrol bio gas pada mesin pembangkit listrik
  • kontrol kadar gas pada mesin compressor
  • kontrol kebocoran gas pada tangki-tangki BBM, atau gudang penyimpanan gas. 
  • kontrol kadar dan kapasitas oksigen O2, nitrogen N2, hidrogen H2 pada pabrik-pabrik otomotif. 
  • dll
Dijual Produk sensor kebocoran gas remote / wireless. Cocok untuk gudang yang lokasinya jauh dari pantauan. Jika berminat silahkan hubungi ke 081218127854 atau 087805401860.

Semoga bermanfaat !!!

Alarm Kebocoran Gas LPG, H2, N2, O2 Wireless SocialTwist Tell-a-Friend

Wednesday, July 25, 2012

Management energi perhotelan

Sebagian energi setiap hari terbuang dengan tidak effisien. Dari persoalan lupa mematikan listrik sampai pada salah management. Tidak bisa tidak ini bisa menjadi masalah sebagian besar pengusaha perhotelan atau gedung dengan tingkat penggunaan yang tinggi.

Konsumsi listrik telah menjadi faktor penting dalam perhitungan untung rugi yang cukup dominan. Tidak bisa mengelola energi listrik akan menghasilkan pembengkakan biaya operasional gedung. Hotel sebagai salah satu pengguna energi listrik telah mengalami banyak kegagalan pemakaian listrik dengan beberapa persoalan seperti :
a. ketiadaan kontrol otomatis yang mampu melaporkan tingkat pemakaian listrik harian.
    Ada beberapa solusi untuk persoalan kontrol beban listrik ini adalah dengan menempatkan power 
    metering  pada tiap group beban.
b. ketiadaan teknis pengelolaan energi listrik baik teknis peralatan maupun personal yang memahami   pengelolaan energi.

System kontrol temperatur Hotel, Gedung, Mall

Indoor Sensor temperatur dapat dipergunakan dalam ruang dengan range temperatur antara -55 sampai +125 °C. Perangkat sensor dapat ditempatkan dalam ruang lobby, data computer room, atau ruang laboratorium dan dalam mesin pendingin dengan terbuhung melalui converter untuk kemudian data hasil pengukuran ditampilkan dalam monitor PC.

Pemahaman teknik tentang kontrol temperatur ini  telah menghasilkan menurunkan  biaya maintenance. Karena menyangkut pengaturan atau pemakaiann jumlah energi listrik pada saat-saat tertentu saja.  Sebagai contoh pemakain energi listrik untuk AC ruangan hotel. Beberapa kasus telah menunjukkan bahwa ketiadaan pengawasan teknis dan sistem yang memadai  di ruang-ruang hotel, mall atau gedung telah mengakibatkan pembengkakan operasi beban lebih pada unit mesin AC. Dan hal ini berdampak pada biaya energi yang tinggi. Sebagai solusinya, sangat perlunya sistem monitoring dan kontrol dalam ruang seperti kontrol keberadaan penghuni, temperatur ruang dan aktifitas penggunaan AC ruangan.

Sistem kontrol ruang dengan penggunaan AC seharusnya kontrol ruangan menjadi pertimbangan di saat energi semakin mahal. Beberapa kontrol bisa dipakai seperti kontrol temperatur, kontrol aktivitas penggunaan lsitrik. Hal tersebut bisa dilakukan dengan membuat / desain sistem monitoring dan kontrol berbasis komputer. Yaitu dengan memasang sensor temperatur, sensor deteksi keberadaan penghuni dan detektor penggunaan listrik. Kontrol bisa dihubungkan dengan unit kontrol lain di kontrol room dan receptionis. Beberapa parameter kontrol yang harus dipasanag dalam sistem kontrol monitoring energi ini meliputi :

a. data analog hasil sensor temperatur yang diproses oleh komputer yang kemudian oleh komputer beberapa langkah tindakan bisa dilakukan seperti kontrol on/off Ac ruang saat penghuni tidak berada dalam ruang. Beberapa level temperatur bisa dikontrol dalam 3 level temperatur. Yaitu level temperatur saat tidak ada penghuni, saat ada penghuni dan saat temperatur melebihi standart baku kontrol temperatur ruang.

b. Data digital yang dihubungkan dengan pihak resepsionis dimana data ini diproses sebagai masukan saat penghuni ruangan tidak berada dalam ruang sehingga segera mungkin dilakukan pengaturan temperatur dalam level tidak ada penghuni.
Dengan sistem kontrol seperti ini, pemborosan energi pada ruangan bisa ditekan semaksimal mungkin.  Kenapa tidak segera dilakukan ? Semoga ada manfaatnya.
Management energi perhotelanSocialTwist Tell-a-Friend

Saturday, July 14, 2012

temperature room controller untuk hemat energi

Sebuah kamar dengan kontrol temperatur merupakan kebutuhan yang perlu direncanakan secara terintegrasi dalam sebuah perangkat komputer. Mengingat saat ini banyak bermunculan perangkat kontrol temperatur ruangan yang masih tidak fully automated.
Jika setiap hari karyawan sebuah room services atau maintenance hotel mencatat  tingkat panas ruangan tertentu seperti meeting room, hall, maka hal ini tidaklah tepat.
Teknologi dewasa ini telah berkembang sesuai dengan kepentingan, kenyaman, operasional yang simple dan memadai. Dengan menggunakan tenaga operasional karyawan untuk mencatat temperatur ruang tertentu maka sangat  mungkin pemborosan energi dan waktu yang besar. Anda akan mendapati bahwa bahwa biaya operasi kontrol temperatur sangat tinggi dikarenakan setiap saat perlu setting manual seberapa besar temperatur ruangan semestinya. Artinya biaya untuk pemakaina heater dan  cooler akan tinggi.
Bayangkan jika anda merencanakan sebuah kontrol dengan fully automated mengontrol temperatur ruangan 24 jam sehari tanpa banyak menggunakan tenaga manusia alias dengan sebuah komputer. Untuk mendapatkan semua itu diperlukan modul analog yang menerima data panas ruangan untuk diolah ke komputer. Untuk kemudian komputer memerintahkan modul relay sebagai pemicu coller dan heating.

Beberapa hal penting perlunya kontroll fully automated ini untuk ruang hall, meeting dan ruang khusus misal ruang lobby hotel. Kestabilan temperatur ruang sangat diperlukan dikarenakan alasan seperti :
a. ketidakstabilan iklim dan jumlah beban atau pengunjung sehingga berpengaruh pada sistem kontrol temperatur.
b. Keterbatasan peralatan kontrol yang memadai yang mampu memberikan data keberadaan suhu tiap ruangan. Juga keterbatasan staff operasional yang mengontrol temperatur setiap ruang. Hal ini akan tidak efektif.
c. Keterbatasan perangkat dan personal yang mampu mengontrol seluruh pemakaain kontrol temperatur berikut dengan perangkay AHU, FCU atau Chiller secara keseluruhan. Dibutuhkan sistem komputerisasi yang mampu mengontrol temperatur secara keseluruhan.

Kontrol Temperatur Otomatis pada Unit AC Ruangan   

Ada beberapa langkah lain lagi yang bisa dipakai untuk hemat energi yaitu dengan menggunakan pemilihan produk yang menggunakan aplikasi Inverter untuk AC indoor. Jika memang  belum meggunakan teknologi inverter ini, maka bisa menggunakan sistem kontrol power yang terschedule ( automatic ) pada pengaturan asupan energi listrik secara ON/OFF. Untuk jelasnya coba kita lihat secara satu persatu.


Mari kita bahas secara sistem konfigurasi ac dengan sistem inverter dengan 1 unit outdoor untuk beberapa ac indoor. System AC yang satu ini adalah System AC VRV (Variable Refrigerant Volume). System AC VRV ini menggunakan teknologi inverter yang biasanya digunakan pada gedung bertingkat.

System VRV adalah suatu teknologi pengaturan kapasitas AC yang memiliki kemampuan untuk mencegah pendinginan yang berlebih pada suatu ruangan,sehingga dapat menghemat listrik si pemakai. Tak hanya dapat menghemat listrik, System AC VRV juga memiliki tingkat kebisingan yang rendah dan hemat tempat karena dapat menggunakan satu Unit Outdoor untuk mensupply beberapa Unit Indoor, serta dapat mengatur jadwal dan temperatur AC yang diinginkan secara terkomputerisasi. Bagaimana melakukannya ? Coba simak beberapa cara berikut :



Sistem kontrol secara terprogram menggunakan komputer dapat dilakukan dengan menghungkan unit komputer dengan panel kontrol panel dilapangan. Atur dan tentukan unit-unit mana saja yang hendak dibuat schedule aktivasi ON/OFF ( biasanya untuk ruangan yang terjadwal secara rutin misal jam 8.30 pagi sampai jam 4 sore). Panel kontrol terhubung dengan unit modul komunikasi melalui unit converter untuk diintegrasikan dengan sebuah komputer.


Aplikasi Kontrol Temperatur untuk Unit Chiller 

Seperti apa kontrol temperatur dengan sistem komputerisasi bisa dilihat pada gambar berikut.

 Untuk mendapatkan temperatur yang diinginkan, perlu dilakukan setting variabel setting point temperatur yang dinginkan, variable data temperatur sekarang serta variabel perkembangan temperatur yang telah dicapai. Pengambilan data lapangan merupakan variabel penting untuk bisa melakukan prinsip pengontrolan. data digital dari status mesin coller dan heating serta data analog dari sensor temperatur merupakan data penting untuk diolah. Dengan program tampilan data -data teresebut diolah untuk kemudian ditampilkan ke layar komputer. proses ini berjalan secara fully automated tanpa campur tangan seluruhnya dari operator. Anda tidak perlu melakukan tugas kontrol secara manual dengan kontrol manual temperatur ruang. Dan keberatan dari sistem lama ( elektronik controller  ) telah digantikan oleh fully automated yaitu komputer.
Semoga berguna. !!
temperature room controller untuk hemat energiSocialTwist Tell-a-Friend

Thursday, July 12, 2012

Perawatan Sistem Pemadam Kebakaran Gedung Bertingkat


Perawatan sistem pemadam kebakaran merupakan hal penting dan utama dalam mempertahankan keamanan dari resiko kebakaran yang kadang terjadi tanpa diketahui. Pemanfaatan sistem hydrant gedung bertingkat menjadi kendala bagi beberapa pihak akan menjadi masalah panjang ketika sistem pengendali ( baik elektronik ataupun instrumentasi ) tidak mampu lagi memberikan informasi cepat terhadap gangguan yang terjadi.

Penggunaan sistem MCFA baik addressable ataupun semi dan konvensional akan menjadi pekerjaan yang tidak mudah dan menjadi masalah apabila tidak memahami persoalan sistem pengendalian yang berbasis teknologi microcontroller atau microchips. Sebut saja salah satu merk / brand MCFA yang pernah dipasang. Tidak dipungkiri persoalan perawatan sistem teknologi ini menjadi terabaikan karena minimnya jumlah praktisi yang mendalami sistem pemrograman microcontroller.  Problem kerusakan sistem kontrol MCFA seakan sulit terselesaikan kecuali mengambil langkah sederhana dengan mengganti yang baru. Namun persoalan tidak hanya sekedar mengganti MCFA saja, perbaikan kerusakan MCFA dan pendukungnya kadang tidak hanya sekedar mengganti MCFA saja tetapi pada pengecekan kondisi sistem jaringan zona sensor.

Perawatan sistem Pemadam kebakaran sebenarnya merupakan kegiatan yang menyeluruh dari persoalan sistem pompa hidrant dan sistem kontrol fire alarm yang merupakan sensor pertama yang menggerakkan pompa secara otomatis. Untuk mendapatkan kedua bagian ini perlu perencanaan yang berkesinambungan dalam hal sistem deteksi dan sistem pompa. Dan modal untuk itu adalah menjadi tanggung jawab pengelola gedung atau teknisi berwenang.

Hal yang sangat perlu untuk perawatan ini bisa meliputi beberapa tindakan berikut .. ( saya ambil dari kasus lapangan yang sering ditemui )


  • perawatan sensor heat dan smoke. 
  • perawatan flow switch sprinkler. Flow switch menjadi sangat penting sebagai detektor awal sebelum electrical pump bekerja. Ketidakbaikan kondisi contact point flow switch menjadi pemicu tidak bekerjanya pompa. Alangkah baiknya jika secepatnya melakukan perbaikan. 

  • pressure switch. Pressure switch dalam system pompa hydrant juga sebagai input penting untuk mengendalikan tekanan pipa pada range kerja yang telah dipasang. Setidaknya ada 4 unit pressure switch untuk header, jockey pump, electrical motor pump dan diesel pump. Pressure switch tidaklah bisa dipastikan secara visual apakah masih bekerja dengan baik atau tidak. Apalagi jika usia instalasi dan perawatan yang kurang baik. ----------- Berdasar pengamatan dan beberapa permintaan yang telah saya terima lewat email ada beberapa kendala dalam pengecekan pressure switch. Bagaimana melakukan perawatan pressure switch... ? Kita bisa melepas nya dari instalasi pipa dan melakukan pengetesan diluar sistem hydrant dengan memberikan tekanan yang sesuai. Tidak bisa dipungkiri kegagalan sistem pompa sangat tergantung juga dari pressure switch ini.  -----Berikut contoh panel pompa jockey yang agak berbeda dari kebiasaan yang kita sering pasang. Sangat baik untuk dilakukan dalam hal pentinya menjaga kebersihan dan untuk kemudahan pengecekan secara visual pada perangkat pressure switch ( catatan : pemasangan dilakukan melihat ruang dan kondisi sekitar ) 

Semoga bermanfaat !!! 
Perawatan Sistem Pemadam Kebakaran Gedung BertingkatSocialTwist Tell-a-Friend

Tuesday, July 10, 2012

Inovasi sistem security alarm


Beberapa security alarm system telah banyak bergeser ke arah keleluasaan pemberian data informasi  hasil dari monitoring. Bukan saja sebagai hasil monitoring, tapi security system telah bergeser ke arah kontrol data. Sehingga tidak bisa dipungkiri, sistem monitoring dan kontrol harus menjadi satu paket desain sistem security.
Aplikasi security alarm system berbasis komputer telah banyak dipakai dalam aplikasi keamanan gedung, industri, dan bangunan apartement ataupun hotel. Security alarm system banyak juga dirancang pada sistem pengolahan data informasi dalam bidang administrasi perbankan, retail, konstruksi, pengolahan industri, serta bidang teknologi informasi. Security alarm system hendaknya memberikan beberapa kelebihan dalam kecepatan respon alarm serta sistem otomatisasi pencegahan kesalahan.



Sejumlah praktisi lapangan dalam bidang security system telah dihadapkan pada beberapa permasalahan baik instalasi dan perangkat hardware software. diantaranya sistem instalasi yang buruk, sistem perawatan yang lemah serta minimnya pemahaman produk security system dan lebih parah lagi management system security yang kurang memadai.

Instalasi sistem security alarm terdiri dari pendeteksi data input dengan sensor digital atau analog. Yang kemudian digabung dengan perangkat pengolah data informasi menjadi data informasi real baik berupa informasi data elektronik ataupun digital. Instalasi data yang didapat merupakan hasil pengolah data yang diambil secara serial melalui kabel data komunikasi baik RS 232, atau RS 485. Pemahaman instalasi security alarm system ini  menjadi lemah karena kurangnya penguasaan wiring dan produk itu sendiri. Banyak aplikasi alarm system yang tidak dapat bekerja secara baik dan dibiarkan tidak maksimal setelah beberapa tahun pemakaian..Kesulitan dan kompleksitas kebutuhan security alarm system telah memunculkan sistem terintegrasi dalam berbagai keperluan tidak saja security alarm tetapi juga kontrol monitoring.

Kesatuan produk security sistem bangunan atau gedung telah menjadi bagian dari  Building Integration System. Idenya adalah satu solusi yang menawarkan segalanya - mengkombinasikan fungsi security dan manajemen gedung yang berbeda dalam satu platform, dan menyediakan respon sederhana terhadap persoalan security. Tapi karena setiap produk security  memiliki sistem instalasi tersendiri, Building Integration System menjadi modular. Artinya, seperti halnya blok-blok gedung, Anda dapat menambah atau menghilangkan satu elemen atau menciptakan kombinasi baru, yang memberi Anda fleksibilitas maksimum. Hal ini menjamin Anda mendapatkan solusi yang Anda perlukan.

 Tidak peduli seberapa komprehensif dan kompleksnya persyaratan security dan manajemen gedung, BIS meresponnya secara fleksibel dan juga sangat mudah digunakan. Building Integration System menggabungkan sejumlah sistem teknis: fire and intrusion alarm, monitoring video, kontrol akses, serta sistem evakuasi. Semuanya dalam satu platform modular.

Semoga bermanfaat. !!!
Inovasi sistem security alarmSocialTwist Tell-a-Friend

Monday, July 9, 2012

Instalasi Security Alarm System


Security alarm system merupakan seperangkat pengaman  secara terintegrasi yang menggabungkan peralatan keamanan dan data informasi ( data logger ) dalam mencegah bahaya. Baik bahaya secara personal maupun sistem hardware software. Sistem security bisa berupa sistem security untuk security data, alat atau kegiatan dengan tujuan mencegah terjadinya kesalahan, kebocoran, atau kerusakan baik aktifitas ataupun peralatan. Sistem security  bisa juga diterapkan baik untuk gedung, rumah atau bangunan industri tergantung tujuan yang ingin dicapai. Dan secara instalasi, sistem security bisa dalam sistem wireless ataupun tidak ( dengan sistem kabel ).

Sistem security untuk rumah bisa diterapkan untuk pengamanan benda, atau lokasi atau aktifitas dalam rumah. Sistem security ini biasanya bisa berbentuk instalasi CCTV atau sistem keamanan kebakaran, perampokan atau kasus pencurian. Instalasi sistem ini biasanya sangat sederhana karena hanya dimaksudkan sebagai sistem security yang memberikan gambar cctv atau alarm bell yang langsung dilihat oleh pengguna. Jadi security alarm selalu identik dengan sinyal pemberitahuan adanya bahaya, atau kelainan dari keadaan yang sebelumnya dalam bentuk informasi gambar dan alarm bell. Sistem security untuk rumah biasanya sangat sederhana. Tapi beberapa orang kadang melengkapi sistem security yang sekaligus sebagai sistem kontrol keamanan. Dengan kata lain sistem security rumah bisa dikembangkan lebih jauh untuk kontrol pintu pagar, kontrol pompa air, atau sistem securitydengan menggunakan detektor gas.

Sistem security untuk gedung mempunyai kelengkapan desain dan konstruksi yang lebih lengkap dibanding dengan rumah. Disamping karena peralatan yang lebih lengkap, tujuan sistem security tidak hanya sebagai monitoring melainkan juga sebagai  sisten kontrol. Monitoring diartikan sebagai aktifitas atau seperangkat ( hardware / software )  alat yang memantau beberapa peralatan, dan aktifitas sesuai tujuan monitoring. Security alarm system untuk gedung dirancang untuk memonitor kebocoran gas, kebakaran, dan sekaligus sebagai kontrol dari beberapa fungsi seperti pompa hidrant, listrik gedung atau bahkan kontrol security  terhadap temperatur ruangan, tekanan gas, atau juga sebagai kontrol tangki air untuk pemadam kebakaran.

Untuk merancang sistem security alarm yang baik maka berikut kriterianya:
1. Untuk membuat sistem security alarm sebaiknya meliputi penggunaan dalam cara atau perangkat yang bisa berfungsi sebagai monitoring dan juga sebagai kontrol. Jangan membuat sistem security yang hanya bisa memonitor. Tapi hendaknya bisa sebagai kontrol. Sistem paling sederhana yang paling banyak dipakai adalah HANYA sebagai sistem monitoring.  Tidak secara lengkap berlaku sebagai kontrol.

2. Sistem security yang baik  adalah sistem yang dilengkapi dengan data gambar dan data tulisan yang memberikan informasi secara real time pada saat kejadian berlangsung. Sistem monitor cctv memang cukup berguna. Namun gambar cctv tidaklah cukup mewakili fungsi security yang sesungguhnya. Security haruslah terintegrasi dengan perangkat hardware dan software yang melakukan tindakan mencegah dan menyelesaikan masalah security.
3. Sistem security haruslah terdiri dari peralatan hardware dan software yang bersifat memonitor dan mengontrol. Beberapa panel kontrol Fire Alarm Control Panel merupakan produk lama konvensional yang  membantu memonitor kondisi titik kebakaran dan memberikan sinyal alarm kebakaran jika sensor / detektor lapangan bekerja. Panel kontrol ini juga sebenarnya masih memiliki kekuranganh dalam hal pemberian informasi.
Perkembangan sistem security dewasa ini telah memberikan kemudahan dan kelengkapan kerja dan pemberian informasi sistem security. Melalui penggunaan komputer , sistem security telah berkembang secara menyeluruh dalam memberikan baik data gambar, wakru kejadian, dan kontrol yang cukup handal.
Instalasi Security Alarm SystemSocialTwist Tell-a-Friend

Tuesday, July 3, 2012

Fully Automated of Paragon Hotel Solo


Solo Paragon hotel terletak di pusat kota Solo yang terkenal dengan pusat keramaiannya. Nikmati semua kenyamanan dari 237 buah kamar yang baru saja diperbaharui guna menambah kenyamanan tidur Anda. Hotel dengan kemudahan akses kemana pun Anda ingin beraktifitas, pusat bisnis, atraksi budaya, pusat perbelanjaan di salah satu sejarah tua Jawa Royal Heritage. Solo Paragon memiliki 237 kamar hotel, termasuk di dalamnya pilihan king bed atau twin bed Superior 97 unit, Deluxe 109 unit.

Menurut Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata No KM.3/HK.001/MKP.02 tentang penggolongan kelas hotel, hotel Paragon dapat digolongkan dalam kelas hotel berbintang 4. Merupakan tugas - tanggung jawab management Paragon  untuk menyediakan  kelayakan teknis operasional. Salah satunya adalah kelayakan teknis instalasi atau peralatan yang digunakan hotel, antara lain: lift dan instalasi listrik.

Kelayakan teknis  meliputi instalasi air, gas, listrik dan limbah dengan support perangkat yang memadai telah dilakukan oleh banyak hotel.  Sementara itu ketersediaan bangunan gedung yang "fully automated" tentunya menjadi salah satu bentuk pilihan management hotel. Ketersediaan panel alarm kebakaran di banyak hotel  dengan menggunakan master control fire alarm tentunya tidak lagi menjadi pilihan terbaik dibanding jika menggunakan sistem komputerisasi yang telah berkembang dewasa ini. Apalagi jika dikaitkan dengan sistem informasi titik kebakaran ruang / kamar, maka informasi real kebakaran haruslah ditampilkan dan dilaporkan secara addressable, cepat ke pihak engineering  melalui layar komputer. Dimana data waktu kejadian, titik awal kebakaran secara cepat diterima oleh petugas ruang kontrol.

Sistem fully automated dengan penggunaan perangkat komputer dan software sekarang ini  menjadi pertimbangan  kecepatan informasi titik awal kebakaran . Selain biaya yang murah  yaitu minimal  50 juta untuk  8 mesin unit AHU maka sistem start stop mesin AHU sudah bisa bekerja secara otomatis .  Sistem  informasi kebocoran gas ruang dapur  hotel juga harus menjadi pertimbangan kecepatan informasi kebocoran gas.. Sistem fully automated merupakan penggabungan sistem hardware ( detektor, fire alarm, flow switch, alarm bel dsb ) dan software HMI SCADA yang merupakan program tampilan / lay out plan serta program otomatisasi yang mengolah data lapangan berupa status detektor, sensor switch lift, gas detector untuk diolah sebagai perintah yang akan menggerakkan bell alarm, pompa diesel air, jocky pump atau mematikan main breaker panel pada panel room.  Sistem fully automated juga seharusnya diterapkan pada sistem pengendalian temperatur dari unit pendingin AHU sehingga memperkecil biaya listrik.

Investasi secara komputerisasi fully automated bisa dilakukan secara bertahap. Untuk pengenalan bisa diterapkan terlebih dahulu untuk  unit pendingin terlebih dahulu. barulah kemudian kearah tahap kedua untuk sistem penerangan dan seterusnya. Semoga bermanfaat !!!

Fully Automated of Paragon Hotel SoloSocialTwist Tell-a-Friend

Monday, July 2, 2012

Building Automation

Pertumbuhan industri perhotelan di kota Solo memberikan kesempatan pada semua sektor jasa konstruksi untuk mendapatkan peluang yang menjanjikan. Betapa tidak Solo dengan luas 44 km persegi bak kota dengan pesona baru yang terus berkembang. Prospek pembangunan solo juga telah membuat beberapa pengusaha papan atas untuk melirik kota solo sebagai lokasi bisnis baru dalam bisnis properti.

Sebutlah pembangunan mall paragon solo dan paragon hotel yang terletak di Jl. Yosodipuro 133 Solo Kota/Laweyan sampai sekarang masih disibukkan oleh pembangunan yang masih belum selesai. Beberapa ruang bangunan masih terlihat kosong dan menunggu investor untuk mengalokasikan dana dalam bisnis ini. Meskipun masih dalam tahap pembangunan namun beberapa ruang telah difungsikan. Contohlah carefour, electronic City dsb.




Berikutnya adalah pembanguanan Grandmall Solo. Solo Grand Mall (SGM) adalah sebuah mall yang terletak di Solo yang dibangun di atas lahan seluas 12.080 m² yang terdiri atas 7 lantai dengan total luasannya 63.000 m2.


Mendalami lebih jauh tentang struktur banguan dengan segala pendukungnya termasuk building automation system  . maka semua investor harus mempertimbangkan system ini sebagai salah satu syarat dari peraturan pemerintah no 14 tahun 1994 dan depnaker sebagai pelaksana pemantauan langsung untuk merancang dan membuat sistem bangunan yang aman, nyaman bagi pengunjung.  Mengingat bahwa building automation merupakan sistem pendukung untuk hemat energi, peningkatan kenyamanan, effisiensi tenaga kerja, perbaikan performa gedung serta peningkatan kinerja karyawan gedung.

Pembuatan building automation memerlukan perencanaan dan pertimbangan agar didapatkan kemudahan dalam sistem monitoring, pengontrolan, serta informasi data yang tersedia. building automation system mampu menyediakan keuntungan tersebut secara real time dengan penggunaan perangkat hardware dan software yang akan mensupport semua informasi data input berupa penggunaan listrik, aktifitas mesin ahu, lighting serta beberapa informasi untuk mengaktifkan dan mematikan main breaker saat terjadi kegagalan sistem pengaman.

Beberapa sistem monitoring kebakaran juga haruslah merupakan pertimbangan yang mutlak disediakan dalam sebuah gedung. Sistem pendeteksian kebakaran dan kebocoran gas harus disediakan  dan siap bekerja saat gangguan terjadi. Pemilihan sistem pemadaman dan kebocoran gas dengan fasilitas komputer menjadi pilihan beberapa investor mengingat fasilitas yang disediakan dengan penggunaan sistem berbasis komputer.  Sistem ini menyediakan layout data kejadian secara real time dan mampu dioperasikan dengan penggunanan modul kontrol yang sangat murah. Beberapa modul telah dikembangkan secara ekonomis dimana satu modul bisa menampung 16 unit input pendeteksian. dan beberapa modul yang akan mengaktifkan perangkat pompa, lift atau alarm bel dengan kemampuan 8 unit output.

Ada banyak modul  tapi tergantung bagaimana sistem yang akan dirancang.Bagi semua pengembang ataupun investor seharusnya jauh-jauh hari perencanaan building automation dengan sistem komputer ini dipertimbangkan. Semoga bermanfaat. !!!

Building AutomationSocialTwist Tell-a-Friend