Sunday, July 12, 2015

90% Hydrant di kota Semarang Tidak Aktif



Mengulas berita kebakaran yang tak terdeteksi dan tak tersentuh untuk dibenahi ...

SEMARANG – Dari 300 pompa hydrant yang tersebar di kota Semarang, hanya ada kurang dari 10% pompa yang dapat berfungsi dengan maksimal. Padahal pompa-pompa tersebut berfungsi untuk menunjang kegiatan pemadam kebakaran dalam memadamkan api saat kebakaran terjadi.
Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Sumarsono mengatakan, selain karena adanya beberapa pompa yang rusak, kurangnya pasokan air selama musim kemarau  juga menjadi faktor utama tidak berfungsinya pompa-pompa yang dikelola PDAM tersebut. “Memasuki musim kemarau ini, PDAM juga sibuk memenuhi permintaan pasokan air ke masyarakat, ” tuturnya Kamis (18/9) siang.
Kendati demikian, pihaknya mengaku akan terus melakukan peningkatan kesiapan anggotanya dalam menangani kebakaran yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Dalam kesempatan tersebut, Sumarsono juga menghimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati dalam beraktifitas, mengingat jumlah kasus kebakaran yang terus meningkat di musim kemarau ini. “Saat ini human error menjadi salah satu faktor utama penyebab terjadinya kebakaran di kota Semarang, ” tandasnya. (Yas )
sumber : metrosemarang.com 

Semua pihak terkait sebenarnya sudah melakukan pekerjaannya. Hanya tidak maksimal. Tidak ditanggapinya kerusakan-kerusakan dan beberapa kelemahan dalam sistem fire alarm dan kontrol hidrant membuat peristiwa tahunan terulang dan terulang. Meskipun data kebakaran bisa dilaporkan telah menurun. Tapi yang jadi masalah adalah volume dan tingkat kebakaran tidak pernah berubah. Dan kebakaran tidak bisa dijawab dengan alasan "human error " . Apapun itu tetap saja sebuah kesalahan yang tidak bisa ditolerir. Alasan yang sering kali membela diri.

Teknologi sudah berkembang pesat seiring dengan elektronika, kontrol dan informasi. Setidaknya alasan klise " human error" tidak perlu jadi alasan berarti. Human error itu bisa diartikan sangat relatif tergantung dari sudut mana melihatnya dan  tingkat profesionalnya .Mari kita simak ...
  • Fire alarm dan sistem hidrant adalah hal pokok dan vital baik dari segi hukum dan teknis. Berlaku bagi teknisi dan berlaku bagi penyelenggara mall, gedung, pabrik atau bangunan penting. Fire alarm bukan saja pekerjaan proyek sekali jadi dan ijin keluar. Tapi sebuah tindakan mutu alat pemadam dan kerja kontrol kebakaran yang memadai.
  • Fire alarm system membutuhkan kontinuitas perawatan dan wawasan teknologi pengembangan kontrol dan monitoring. Pekerjaan  fire alarm panel tidak saja memasang alat dan selesai disitu, tapi terus menerus diperlukan tanggap darurat terhadap gejala kerusakan dan gangguan yang terjadi. 


90% Hydrant di kota Semarang Tidak Aktif SocialTwist Tell-a-Friend

No comments: