Saturday, June 28, 2014

Pemadaman Kebakaran dengan Sistem Fire Supression

Secara umum, peralatan module control fire alarm mempunyai  fungsi mendeteksi dini gejala kebakaran serta memberikan respon segera dengan memberikan sinyal alarm dan menginformasikan lokasi kebakaran serta memberikan perintah kepada unit central pengendali untuk mengaktifkan beberapa unit integrasi terkait fire alarm termasuk pompa, sirene, atau secara otomatis mengaktifkan beberapa fungsi berikut :

  • Mematikan  air handling fan dan  smoke dampers pada pipa jalur  air ducts untuk  mencegah penyebaran asap dan api. 
  • Mematikan  jaringan listrik dan  supplai gas.
  • mengatur elevator / lift.
  • Mematikan jaringan listrik di ruang komputer (Emergency Power Off or EPO)
  • Menghidupkan switch sprinkler untuk system pemadaman api.
  • Membuka dan menutup pintu untuk keamanan
  • Menghidupkan suction fan dan blower fan untuk membuang asap kebakaran
  • Mengaktifkan System pemadaman api  (FM200, Halon, Dry Agent, dan lain lain. .) 


Beberapa pertimbangan penerapan sistem fire supression.

Fire Suppression Systems biasanya dipergunakan pada peralatan atau unit kapasitas besar dengan resiko tinggi terhadap kebakaran. Sistem ini dibangun dengan kombinasi antara dry chemicals dan atau  wet agent dengan cara mengaktifkan valve penggerak secara otomatis dengan cara pemrograman otomatis. Suppression systems seharusnya menjadi kebutuhan mendesak pada beberapa industri dengan kapasitas dan tingkat kebakaran tinggi dan kebutuhan respon yang cepat saat terjadi kebakaran.  Sehingga memperkecil kerusakan dan kerugian yang lebih besar. Beberapa hal penting untuk pembuatan sistem ini antara lain ( beberapa saja yang bisa dibahas disini ) antara lain :
1. Tingkat resiko dan area kebakaran yang akan terjadi
2. Lokasi yang sulit dijangkau dan luas area yang cukup besar ( misal tangki, ruang panel listrik, ruang data server dll )
3. Kecepatan respon sesaat terjadi kebakaran.
4. Sistem kontrol dan monitoring yang tidak memadai seperti kurangnya personal maupun sistem pengendali kebakaran, sehingga sistem ini menjadi sangat vital.

Pembuatan sistem kontrol dan monitoring 
Pada sistem ini, sistem kendali baik secara lokal kontrol maupun terpusat pada unit komputer sangat perlu direncanakan secara teknis dan operational yang matang. Fire supression bisa dilakukan dengan cara manual dan otomatis yang dilakukan dnegan cara berikut :
1. Manual : Fire blanket,  Fire bucket dan Fire extinguisher 
2. Automatis :
Semoga bermanfaat. !!!

sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/Automatic_fire_suppression
Pemadaman Kebakaran dengan Sistem Fire Supression SocialTwist Tell-a-Friend

Saturday, June 21, 2014

Komunikasi Data Modbus TCP /IP untuk integrasi sistem fire alarm


Membangun sistem komunikasi data jarak jauh berstandar industri menggunakan hardware komputer biasa bisa dilakukan dengan  baik dan simultan dengan cara merubah dan mentransmisikan data dari port RS-232 ke port RS-485 begitu juga sebaliknya tanpa perlu merubah tatanan hardware PC atau software yang sudah ada.

Bagaimana mengkomunikasikan data antar proses dengan beberapa komputer ?
Ada beberapa pilihan komunikasi  untuk interface nya. Salah satunya adalah komunikasi Modbus TCP/IP.
Modbus TCP/IP atau Modbus TCP - Merupakan varian Modbus yang digunakan pada jaringan TCP/IP. Variasi Modbus dapat diaplikasikan pada port serial dan ethernet dan jaringan lainnya yang support dengan internet protocol suite. Sebagian besar peralatan Modbus menggunakan port serial RS-485. Konsep dasar komunikasi Modbus terdiri master dan slave. Peralatan yang bertindak sebagai slave akan terus idle kecuali mendapat perintah dari master. Setiap Peralatan yang dihubungkan (slave) harus memiliki alamat unik.



Bagaimana merancang sistem kontrol modbus pada System Fire Alarm  Jarak Jauh ?



Beberapa keuntungan sistem kontrol jarak jauh dapat dilakukan di area industri dan komersial dengan pertimbangan-pertimbangan baik dan benar. Salah satunya adalah dengan pertimbangan :
1. kondisi lapangan dan geografis yang tidak memungkinkan dilakukan penarikan kabel secara normal.
2. kondisi geografis yang sangat ekstreem sehingga data komunikasi hanya dapat disampaikan dengan cara sistem transmisi jarak jauh,

Untuk merambuat sistem kendali jarak jauih perlu ditentukan pertimbangan teknis selain non teknis ( seperti diatas ). Hal itu antara lain :
1. Jenis gelombang transmisi yang dipakai. Apakah dengan menggunakan wireless, microwave, atau GSM / GPRS.. Komunikasi nircable (tanpa kabel) untuk pengendali jarak jauh seperti remote ultrasonic, infrared, wireless, bluetooth, dan bahkan yang tercanggih saat ini adalah GPS (Global Possitioning System), contohnya remote dengan televisi, headset handphone, internet, pengendali camera CCTV, pengendali rumah otomatis jarak jauh dengan handphone/ telepon rumah, pengendali alarm mobil dengan remote, mouse bluetooth, dan sebagainya.
2. Sistem konfigurasi kendali yang diinginklan, Mengingat data yang dikirimkan dan diterima sangat tergantung dari salah satu faktor ini.


Wiring System Fire Alarm terintegrasi 
Wiring sistem fire alarm terintegrasi menggunakan komunikasi protocol TCP/IP Modbus menggunakan sistem serial RS 232/422/485 menyediakan konektivitas Ethernet. Sehingga sangat memungkinkan untuk dilakukan integrasi secara menyeluruh pada unit lain secara sistem terintegrasi.
Dengan beberapa modifikasi wiring, maka sistem fire alarm terintegrasi dapat dilakukan dengan beberapa sistem kontrol seperti :
1. Access Unit
2.  CCTV Camera
3.  Data Komunikasi
4.  Unit Utility ( Boiler, Genset, Lift dll )
5.  Lighting, HVAC

Dengan menambahkan beberapa modul dengan basis komunikasi Modbus TCP/IP dan perombakan sistem wiring lama( existing ) maka sistem integrasi fire alarm dapat dilakukan seperti wiring sistem berikut :


Pembuatan sistem Monitoring  Fire Alarm Jarah jauh .
Untuk membuat sistem ini dibutuhkan sebuah modul wireless yang merupakan perangkat komunikasi sistem jarak jauh seperti dirancang dan digambarkan berikut.






Semoga bermanfaat !!!!
Komunikasi Data Modbus TCP /IP untuk integrasi sistem fire alarmSocialTwist Tell-a-Friend

Tuesday, October 8, 2013

Emergency Action and Controller for Panel Hydrant

Kali ini saya coba berbagi soal  sprinkler dan lepasnya sambungan pipa air pemadam kebakaran pada sebuah gedung akibat kelalaian pekerja dan lemahnya sistem panel kontroler yang dibuat dalam pengendalian pemadaman kebakaran ...Kasus ini diawali ketika beberapa pekerja menjatuhkan bahan bangunan yang kemudian menimpa pipa air sehingga berakibat pipa air patah serta kejadian banjir terjadi. Dan otomatis seluruh lantai diruangan serta isinya terendam dan rusak akibat air dari tangki pemadaman.


Dalam sistem pemadam kebakaran, menjadi tugas seorang konsultan atau kontraktor untuk membuat system hydrant yang bekerja dengan kebutuhan pemadaman, keamanan serta sistem pengendalian yang bekerja baik dan benar serta otomatis apabila terjadi gangguan. Tentunya hal ini yang harus dipikirkan saat kejadian pipa patah dan aktifnya pompa hidrant tersebut sehingga dampak lain yang lebih besar bisa dicegah. 

Beberapa pompa yang sering dipakai dalam sistem pompa hydrant adalah seperti electric fire pump, electric jockey pump, serta diesel fire pump haruslah bekerja dengan baik dan full otomatis menangani gangguan guna mencegah kerugian yang lebih besar. Meskipun saya tidak ahli dalam bidang pompa ini, namun paling tidak saya harus membuat  sistem operasi dan kontrol yang terjadi atas ketiga unit pompa hydrant tersebut dengan lebih baik. Paling tidak saya bisa membuat sistem kontrol tambahan  atau  sistem kendali operasi untuk kejadian tersebut bahkan perhitungan soal beban pompa, waktu nyala pompa, atau membuat sistem untuk mengatasi gangguan selama operasi terjadi.

Sistem Operasi Pompa Kebakaran
       Unit fire pump merupakan unit vital yang berperanan dalam proses pemadaman yang terjadi. Unit pemadam kebakaran yang merupakan gabungan dari electric fire pump, electric jockey pump dan diesel fire pump bekerja secara terintegrasi setelah menerima perintah aktif dari unit komputer ( sistem kendali kebakaran dengan komputer ) sebagai pusat pengendali penanganan kebakaran.

Kasus aktifnya sistem pompa akibat kelalaian pekerja atau pecahnya sprinkler secara sengaja oleh pekerja  bangunan saat melakukan renovasi sebenarnya bisa menjadi pembelajaran ulang tentang  desain yang benar soal "emergency fire handling system". Agar dipikirkan apa saja instalasi dan kontrol yang harus ditambahkan apabila pompa aktif. Yaitu sebuah unit tambahan yang dipergunakan secara emergency control atau action ( tindakan ) saat diketahui bahwa pompa aktif. Tindakan emergency fire handling meliputi beberapa tindakan berikut :
  • Shutdown Pump Hydrant 
Merupakan tindakan segera sesaat setelah kebocoran pipa air atau perangkat lain dengan cara mengaktifkan tombol emergency pada ruangan tertentu sebagai sinyal emergency alarm dan sekaligus mematikan fungsi pompa hidrant secara tiba-tiba.
  • Evacuation Action 
Merupakan  sinyal pemberitahuan untuk tindakan evakuasi baik yang mengaktifkan suara, lampu atau  petunjuk lain dengan tujuan evakuasi.

Sistem kontrol dan Monitoring Pompa Hidrant. 
Sistem kontrol dapat pada unit hidrant dapat dibuat dalam bentuk status on dan off pompa, volume tangki, dan tekanan / pressure pipa dan lain-lain. Pembuatan membutuhkan sinyal dari relay atau kontaktor sebagai output kendali,. sedangkan tekanan / pressure dianggap sebagai input data monitoring dimana data analog dipakai sebagai data pengendali atau parameter yang dikendalikan.  

Semoga bermanfaat !!!

Emergency Action and Controller for Panel Hydrant SocialTwist Tell-a-Friend

Thursday, September 26, 2013

How to Build and Plan of Power Energy Comsumption

Beberapa waktu yang lalu saya pernah membahas bagaimana membuat sistem monitoring power meter ( untuk pemakaian metering pemakaian listrik ) dalam blog ini. Klik Disini.   Namun alangkah baiknya akan saya bagikan lagi bagaimana melakukannya dan apa saja manfaat dilakukannya power metering.

Power metering menjadi begitu penting terkait kebijakan management energy baik untuk industri persewaan gedung atau industri sekalipun. Pengukuran energi listrik yang dipakai secara berkala untuk seluruh beban listrik penting untuk perencanaan instalasi listrik kedepannya. Beban listrik yang berubah dan tidak teraturnya pembagian beban akan menentukan biaya yang dipakai setiap bulannya. Untuk itu langkah pencataan pendataan secara otomatis dengan prinsip "computerize power metering" menjadi pilihan terutama penggunaan power data logging nya.


Beberapa perangkat pengukuran DC voltage, DC current, AC Voltage, AC Current, Frequency dan tambahan data logging berfungsi sebagai alat ukur, pencatat dan monitoring parameter seperti tegangan, arus, power factor dan frequency telah banyak diproduksi dan dilengkapi dengan support komunikasi Modbus RTU dan Profibus.

Tujuan dan Tempat pengukuran dan Monitoring Listrik 
Salah satu dari beberapa tujuan pengukuran dan monitoring listrik adalah
1.  Pencegahan sistem pembebanan berlebih ( overload protection )
2.  Optimisasi biaya listrik secara lebih baik.
3.  Sistem pengendalian beban yang lebih baik.

dan untuk memudahkan pemantauan / monitoring listrik tersebut, maka perlu dibuatkan sistem kontrol yang secara otomatis yang menggantikan fungsi pencatatan atau pendataan manual agar data-data yang dibutuhkan dapat diperoleh secara cepat dan akurat, dicetak dan dibaca di layar komputer baik dari ruang kontrol maupun dalam jaringan komputer LAN.atau WAN.

Pemilihan dan pembuatan sistem kontrol dan monitoring bisa dilakukan dengan menempatkan beberapa alat ukur yang secara serial terhubung pada unit converter untuk kemudian terkoneksi dalam jaringan komputer.

Untuk mendapatkan sistem monitoring power yang effisien maka setidaknya dibutuhkan perencanaan  instalasi unit-unit yang hendak dimonitor. Beberapa unit yang seringkali dimonitor adalah :
1. Unit Power Room ( ATS AMF )
2. Unit Beban Motor Listrik
3. Unit Data Center / Komputer / UPS. 

Sebagai contoh, berikut tabel kebutuhan listrik dan perencanaan penambahan kebutuhan listrik untuk skala tahunan. 
Data perencanaan instalasi keseluruhan unit beban dipakai sebagai bahan perhitungan pembebanan dan kemudian untuknya ditempatkan sistem alat ukur yang  sesuai. Sistem pengukuran haruslah mempertimbangkan sistem sebelumnya dan mempertimbangkan efek beban lebih. 

Aplikasi lain dari sistem monitoring power, bisa diterapkan pada unit beban motor-motor listrik yang ada. mengingat efek beban pada motor-motor listrik yangbsangat tinggi. Apalagi jika ditemukan beberapa motor listrik yang telah lama beroperasi. Jika instalasi power metering untuk motor-motor industri ini dilakukan maka akan mudah diketahui :
  • efficiency motor dan tegangan normal motor
  • Tegangan, frekwensi dan kWh yang terukur
  • Torsi dan speed motor
  • overload relay
  • arus beban lebih pada motor dan load demand motor.
  

 sehingga dengan data-data monitoring tersebut dapat diambil langkah pembenahan dalam hal :
  • pemilihan sistem proteksi ( baik overload relay, breaker ) yang hendak dipakai.
  • overhoule motor moto-motor lama yang sudah tidak effisien. 
  • penggantian motor-motor listrik yang  berbalik menjadi beban capacitif.
  • perencanaan kapasitas pembangkit ( Genset ) dan sistem pembebanan. 
 Semoga Bermanfaat !!
How to Build and Plan of Power Energy Comsumption SocialTwist Tell-a-Friend

Wednesday, September 25, 2013

Kerusakan Kontrol Fire Alarm

Ada beberapa masalah yang biasanya sering terjadi pada instalasi atau sistem mapping pada sistem fire alarm. Saya akan mencoba untuk memberikan penjelasan kepada anda yang butuh bantuan untuk dapat mengatasi trouble / masalah yang ada. Khususnya  kerusakan pada modul SIGA sehingga dapat di jadikan sebagai referensi.

Beberapa  trouble itu antara lain :


  1. TROUBLE OPEN ACTIVE, ini adalah system looping yang ada pada addressible semi / full addressable nilai resistansi pada end off line (EOL) adalah tak terhingga atau tidak ditemukan nilai resistansinya, seharusnya adalah 9.7 ohm sampai dengan 10.3 ohm, hal ini disebabkan oleh beberapa factor yaitu: lopping instalasi kabel yang putus, konecsi pada device yang tidak kencang, matinya power pada interface modul ( 24 v dc ), adanya device yang rusak, biasanya yang sering adalah smoke detector ( jika dipasang bukan dengan smoke detector Edward System Tecnologi) nya sudah mengalai hal ini, anda bisa memasang produck GE.
  2. GROUND FAULT ACTIVE, hati-hati dengan trouble yang satu ini, ini akan dapat merusak modul SIGA anda jika di biarkan lama, jaka anda menggunakan interfaca modul yang baru 2 looping, maka hal ini beresiko cukup kecil, tetapi trouble ini cukup mengganggu, penyebabnya adalah adanya instalasi kabel looping yang bersentuhan dengan besi atau bahan konduktor lain, കാര mengatasinya adalah coba penggal looping dengan menaruh resistor pada bagian yang di penggal tersebut ( 10 K-ohm untuk looping yang memakai interface modul dan 47 K-ohm yang tidak memakai interface modul), kemudian carilah bagian titik-titik device yang bersentuhan dengan bahan konduktor, hal ini sangat berbahaya, jika ada tegangan lain masuk melelui konduktor ini maka akan dapat merusak modul SIGA bahkan dapat merusak System MCFA.
  3. DATA CARD FAULT, dalam kasus ini juga sangat berbahaya bagi CPU MCFA, alasanya akan dapat merusak card loopingnya, biasanya hal ini disebakan murni adanya short karena salah koneksi, atau adanya modul SIGA yang rusak, sehingga dapat mengirim sinyal terhadap MCFA bahwa telah ada data card fault.
  4. MODUL FAULT ACTIVE, ini adalah trouble yang disebakan oleh rusaknya modul siga , biasanya karena adanya tetesan air dll, yang dapat merusak modul.
Dari data trouble diatas, sebelumnya harus kita periksa terlebih dahulu pada MCFA, caranya arahkan pada trouble baru tekan detile, disitu akan di tampilkan detile permasalahan, sehingga memudahkan kita menganalisa trouble apa yang ter jadi.

Bagaimana Memodifikasi Sistem Fire Alarm yang rusak ?
Untuk kerusakan modul siga yang terjadi, sebaiknya pasang kembali dengan yang baru. Namun jika tidak ditemukan lagi produk tersebut langkah lainnya adalah dengan melakukan modifikasi. Apa saja yang dipersiapkan untuk memodifikasi ?

Untuk melakukan modifikasi, bisa dibagi dalam 2 skala kerusakan.
1. Kerusakan pada modul sensor ( kerusakan lokal )
2. Kerusakan pada unit MCFA.
Kerusakan pada unit sensor bisa dengan mengganti dengan yang baru. Namun untuk kerusakan MCFA bisa dengan memperbaiki CPU atau dengan memodifikasi dengan sistem komputer. 

Modifikasi dilakukan dengan menggantikan MCFA dengan sebuah unit komputer sedangkan unit lain masih bisa dipakai dengan catatan bahwa modul sensor mempunyai sistem komunikasi protocol yang bisa dikomunikasikan ke unit kontrol komputer.  Dengan menambahkan beberapa unit modul digital serta converter RS232/422/495 maka sistem fire alarm sudah bisa berfungsi kembali dengan baik setelah dimodifikasi.

Semoga bermanfaat !!
Kerusakan Kontrol Fire Alarm SocialTwist Tell-a-Friend

Sunday, August 25, 2013

Instalasi Flow Switch Fire Alarm



Sprinkler bekerja dengan menggunakan sistem pendeteksi panas, sehingga prinsipnya hampir sama dengan heat detector. Pada saat head sprinkler pecah, air dalam pipa akan mengalir dan mengaktifkan switch pada instalasi flow switch. Sprinkler merupakan mechanical accecories dan biasanya digunakan untuk instalasi fire fighting. Sprinkler berfungsi sebagai media pemadaman kebakaran secara otomatis apabila sprinkler terkena api / suhu mencapai 68 derajad celcius. Warna merah di tabung kaca adalah air raksa yang akan memuai dan memecahkan tabung kaca bila terkena panas. Dengan pecahnya sprinkler, air dalam pipa akan mengalir dan mengaktifkan switch dalam instalasi flow switch untuk kemudian sinyal switch akan diteruskan ke rangkaian instalasi fire alarm ( sistem komputer ) untuk diproses sebagai sinyal kebakaran.



 Sebuah perangkat flow switch merupakan kombinasi switch dan sebuah penggerak mekanik berupa flapper dimana air dalam pipa berfungsi sebagai penggerak flapper. Dengan prinsip penggerak mekanik,sebuah tuas penggerak mekanik akan menarik switch sebagai fungsi on dan off flow switch. Agar switch elektrik  ini bekerja dengan baik maka sebuah kombinasi mekanik antara penggunaan spring ( per mekanik ) dan sebuah membran akan memaksimalkan fungsi switch secara otomatis sehingga sinyal on off akan terjadi.



Karena Flow Switch bekerja berdasarkan sistem aliran air atau tekanan pada pipa dan kemudian akan aktif sebagai sinyal on off ke fire alarm, maka pemasangan flow switch ini tidak bisa terbalik.  Mengingat bahwa switch hanya akan aktif apabila rangkaian mekanis berupa tuas mekanis akan terdorong  oleh tekanan / gerakan air dalam pipa dengan arah aliran air yang benar.



Sistem Fire Alarm juga harus dilengkapi dengan sebuah valve positioner yang bekerja secara otomatis, dimana sebuah motor DC 24 Volt dipakai sebagai penggerak ( actuator ) yang akan mengatur posisi valve. Valve akan bekerja sesuai instruksi setelah flow switch aktif dan membuka aliran air sedemikian sehingga proses pemadaman terjadi.

Sistem Monitoring Fire Alarm berbasis Komputer.  


Sistem integrator merupakan terobosan yang sering dilakukan oleh perusahaan-perusahaan automation pembuat perangkat kontrol untuk mendapatkan produk dengan integrasi dengan produk kontrol dari perusahaan lain. Dengan sistem ini, maka berbagai modifikasi perangkat yang berlainan akan semakin banyak diminati.

Sistem fire alarm berbasis komputer juga telah banyak dilakukan, mengingat bahwa  tuntutan kemudahan dalam operasi dan kesederhanan menjadi pilihan. Sistem dengan komputer mempunyai keunggulan secara real time baik dalam operasi, data logger, event dan alarm secara lebih baik dibanding dengan sistem konvensional. Demikian juga kebutuhan sistem integrasi fire alarm dengan sistem kontrol dalam gedung ( building automation system ) atau industri telah menjadikan sistem berbasis komputer menjadi pilihan yang menarik.


Semoga bermanfaat !!

Instalasi Flow Switch Fire Alarm SocialTwist Tell-a-Friend

Wednesday, August 7, 2013

Yokogawa wins water supply control contract for Bali

Yokogawa has received an order from PT Waskita Karya (Persero) Tbk, a major Indonesian construction company specialising in the power plant and water supply and wastewater treatment sectors, to supply the automation system for the Petanu water treatment plant that it is building at the Sanur beach resort area on Bali's southeastern coast for a municipal water utility  that is overseen by the Indonesian government's Ministry of Public Works.
The Petanu water treatment plant will produce 300 litres per second (approximately 25,920 cubic metres per day) of clean water for Gianyar Regency, Denpasar City, and Badung Regency. It is scheduled to start operation in September 2013.
Indonesia is the world's fourth most populous country, and its infrastructure is being rapidly developed to meet the growing needs of its urban population and the tourism industry. The Petanu water treatment plant is a key to ensuring a stable supply of clean water for southeastern Bali.
The automation system that is to be installed at the Petanu water treatment plant includes the FAST/Tools SCADA (Supervisory Control & Data Acquisition) software package, the Stardom network-based control system, analysers, and a variety of field devices such as Admag series magnetic flowmeters. Yokogawa Indonesia will be responsible for the entire project, from engineering to delivery, installation, and commissioning.
Yokogawa was able to win this order because of its ability to provide a “one stop” solution comprised of field devices, control systems, and other products that will meet a wide range of operation and maintenance needs and thereby improve the efficiency of water production.
Water shortages are becoming a serious problem in many parts of the world, particularly in developing countries, because of rapid economic and population growth. According to a report entitled “Future vision and policy response toward water business industry" that was released by the Japanese Ministry of Economy, Trade and Industry in April 2010, the global water market is projected to grow from 36 trillion yen in 2007 to 87 trillion yen in 2025.
Encouraged by the success in winning this order, Yokogawa will seek to expand its share of the water-related control business in Southeast Asia and other emerging regions by providing water supply infrastructure solutions based on its extensive experience in water treatment applications and technical expertise in automation systems.

Yokogawa wins water supply control contract for BaliSocialTwist Tell-a-Friend