Thursday, September 26, 2013

How to Build and Plan of Power Energy Comsumption

Beberapa waktu yang lalu saya pernah membahas bagaimana membuat sistem monitoring power meter ( untuk pemakaian metering pemakaian listrik ) dalam blog ini. Klik Disini.   Namun alangkah baiknya akan saya bagikan lagi bagaimana melakukannya dan apa saja manfaat dilakukannya power metering.

Power metering menjadi begitu penting terkait kebijakan management energy baik untuk industri persewaan gedung atau industri sekalipun. Pengukuran energi listrik yang dipakai secara berkala untuk seluruh beban listrik penting untuk perencanaan instalasi listrik kedepannya. Beban listrik yang berubah dan tidak teraturnya pembagian beban akan menentukan biaya yang dipakai setiap bulannya. Untuk itu langkah pencataan pendataan secara otomatis dengan prinsip "computerize power metering" menjadi pilihan terutama penggunaan power data logging nya.


Beberapa perangkat pengukuran DC voltage, DC current, AC Voltage, AC Current, Frequency dan tambahan data logging berfungsi sebagai alat ukur, pencatat dan monitoring parameter seperti tegangan, arus, power factor dan frequency telah banyak diproduksi dan dilengkapi dengan support komunikasi Modbus RTU dan Profibus.

Tujuan dan Tempat pengukuran dan Monitoring Listrik 
Salah satu dari beberapa tujuan pengukuran dan monitoring listrik adalah
1.  Pencegahan sistem pembebanan berlebih ( overload protection )
2.  Optimisasi biaya listrik secara lebih baik.
3.  Sistem pengendalian beban yang lebih baik.

dan untuk memudahkan pemantauan / monitoring listrik tersebut, maka perlu dibuatkan sistem kontrol yang secara otomatis yang menggantikan fungsi pencatatan atau pendataan manual agar data-data yang dibutuhkan dapat diperoleh secara cepat dan akurat, dicetak dan dibaca di layar komputer baik dari ruang kontrol maupun dalam jaringan komputer LAN.atau WAN.

Pemilihan dan pembuatan sistem kontrol dan monitoring bisa dilakukan dengan menempatkan beberapa alat ukur yang secara serial terhubung pada unit converter untuk kemudian terkoneksi dalam jaringan komputer.

Untuk mendapatkan sistem monitoring power yang effisien maka setidaknya dibutuhkan perencanaan  instalasi unit-unit yang hendak dimonitor. Beberapa unit yang seringkali dimonitor adalah :
1. Unit Power Room ( ATS AMF )
2. Unit Beban Motor Listrik
3. Unit Data Center / Komputer / UPS. 

Sebagai contoh, berikut tabel kebutuhan listrik dan perencanaan penambahan kebutuhan listrik untuk skala tahunan. 
Data perencanaan instalasi keseluruhan unit beban dipakai sebagai bahan perhitungan pembebanan dan kemudian untuknya ditempatkan sistem alat ukur yang  sesuai. Sistem pengukuran haruslah mempertimbangkan sistem sebelumnya dan mempertimbangkan efek beban lebih. 

Aplikasi lain dari sistem monitoring power, bisa diterapkan pada unit beban motor-motor listrik yang ada. mengingat efek beban pada motor-motor listrik yangbsangat tinggi. Apalagi jika ditemukan beberapa motor listrik yang telah lama beroperasi. Jika instalasi power metering untuk motor-motor industri ini dilakukan maka akan mudah diketahui :
  • efficiency motor dan tegangan normal motor
  • Tegangan, frekwensi dan kWh yang terukur
  • Torsi dan speed motor
  • overload relay
  • arus beban lebih pada motor dan load demand motor.
  

 sehingga dengan data-data monitoring tersebut dapat diambil langkah pembenahan dalam hal :
  • pemilihan sistem proteksi ( baik overload relay, breaker ) yang hendak dipakai.
  • overhoule motor moto-motor lama yang sudah tidak effisien. 
  • penggantian motor-motor listrik yang  berbalik menjadi beban capacitif.
  • perencanaan kapasitas pembangkit ( Genset ) dan sistem pembebanan. 
 Semoga Bermanfaat !!
How to Build and Plan of Power Energy Comsumption SocialTwist Tell-a-Friend

Wednesday, September 25, 2013

Kerusakan Kontrol Fire Alarm

Ada beberapa masalah yang biasanya sering terjadi pada instalasi atau sistem mapping pada sistem fire alarm. Saya akan mencoba untuk memberikan penjelasan kepada anda yang butuh bantuan untuk dapat mengatasi trouble / masalah yang ada. Khususnya  kerusakan pada modul SIGA sehingga dapat di jadikan sebagai referensi.

Beberapa  trouble itu antara lain :


  1. TROUBLE OPEN ACTIVE, ini adalah system looping yang ada pada addressible semi / full addressable nilai resistansi pada end off line (EOL) adalah tak terhingga atau tidak ditemukan nilai resistansinya, seharusnya adalah 9.7 ohm sampai dengan 10.3 ohm, hal ini disebabkan oleh beberapa factor yaitu: lopping instalasi kabel yang putus, konecsi pada device yang tidak kencang, matinya power pada interface modul ( 24 v dc ), adanya device yang rusak, biasanya yang sering adalah smoke detector ( jika dipasang bukan dengan smoke detector Edward System Tecnologi) nya sudah mengalai hal ini, anda bisa memasang produck GE.
  2. GROUND FAULT ACTIVE, hati-hati dengan trouble yang satu ini, ini akan dapat merusak modul SIGA anda jika di biarkan lama, jaka anda menggunakan interfaca modul yang baru 2 looping, maka hal ini beresiko cukup kecil, tetapi trouble ini cukup mengganggu, penyebabnya adalah adanya instalasi kabel looping yang bersentuhan dengan besi atau bahan konduktor lain, കാര mengatasinya adalah coba penggal looping dengan menaruh resistor pada bagian yang di penggal tersebut ( 10 K-ohm untuk looping yang memakai interface modul dan 47 K-ohm yang tidak memakai interface modul), kemudian carilah bagian titik-titik device yang bersentuhan dengan bahan konduktor, hal ini sangat berbahaya, jika ada tegangan lain masuk melelui konduktor ini maka akan dapat merusak modul SIGA bahkan dapat merusak System MCFA.
  3. DATA CARD FAULT, dalam kasus ini juga sangat berbahaya bagi CPU MCFA, alasanya akan dapat merusak card loopingnya, biasanya hal ini disebakan murni adanya short karena salah koneksi, atau adanya modul SIGA yang rusak, sehingga dapat mengirim sinyal terhadap MCFA bahwa telah ada data card fault.
  4. MODUL FAULT ACTIVE, ini adalah trouble yang disebakan oleh rusaknya modul siga , biasanya karena adanya tetesan air dll, yang dapat merusak modul.
Dari data trouble diatas, sebelumnya harus kita periksa terlebih dahulu pada MCFA, caranya arahkan pada trouble baru tekan detile, disitu akan di tampilkan detile permasalahan, sehingga memudahkan kita menganalisa trouble apa yang ter jadi.

Bagaimana Memodifikasi Sistem Fire Alarm yang rusak ?
Untuk kerusakan modul siga yang terjadi, sebaiknya pasang kembali dengan yang baru. Namun jika tidak ditemukan lagi produk tersebut langkah lainnya adalah dengan melakukan modifikasi. Apa saja yang dipersiapkan untuk memodifikasi ?

Untuk melakukan modifikasi, bisa dibagi dalam 2 skala kerusakan.
1. Kerusakan pada modul sensor ( kerusakan lokal )
2. Kerusakan pada unit MCFA.
Kerusakan pada unit sensor bisa dengan mengganti dengan yang baru. Namun untuk kerusakan MCFA bisa dengan memperbaiki CPU atau dengan memodifikasi dengan sistem komputer. 

Modifikasi dilakukan dengan menggantikan MCFA dengan sebuah unit komputer sedangkan unit lain masih bisa dipakai dengan catatan bahwa modul sensor mempunyai sistem komunikasi protocol yang bisa dikomunikasikan ke unit kontrol komputer.  Dengan menambahkan beberapa unit modul digital serta converter RS232/422/495 maka sistem fire alarm sudah bisa berfungsi kembali dengan baik setelah dimodifikasi.

Semoga bermanfaat !!
Kerusakan Kontrol Fire Alarm SocialTwist Tell-a-Friend

Sunday, August 25, 2013

Instalasi Flow Switch Fire Alarm



Sprinkler bekerja dengan menggunakan sistem pendeteksi panas, sehingga prinsipnya hampir sama dengan heat detector. Pada saat head sprinkler pecah, air dalam pipa akan mengalir dan mengaktifkan switch pada instalasi flow switch. Sprinkler merupakan mechanical accecories dan biasanya digunakan untuk instalasi fire fighting. Sprinkler berfungsi sebagai media pemadaman kebakaran secara otomatis apabila sprinkler terkena api / suhu mencapai 68 derajad celcius. Warna merah di tabung kaca adalah air raksa yang akan memuai dan memecahkan tabung kaca bila terkena panas. Dengan pecahnya sprinkler, air dalam pipa akan mengalir dan mengaktifkan switch dalam instalasi flow switch untuk kemudian sinyal switch akan diteruskan ke rangkaian instalasi fire alarm ( sistem komputer ) untuk diproses sebagai sinyal kebakaran.



 Sebuah perangkat flow switch merupakan kombinasi switch dan sebuah penggerak mekanik berupa flapper dimana air dalam pipa berfungsi sebagai penggerak flapper. Dengan prinsip penggerak mekanik,sebuah tuas penggerak mekanik akan menarik switch sebagai fungsi on dan off flow switch. Agar switch elektrik  ini bekerja dengan baik maka sebuah kombinasi mekanik antara penggunaan spring ( per mekanik ) dan sebuah membran akan memaksimalkan fungsi switch secara otomatis sehingga sinyal on off akan terjadi.



Karena Flow Switch bekerja berdasarkan sistem aliran air atau tekanan pada pipa dan kemudian akan aktif sebagai sinyal on off ke fire alarm, maka pemasangan flow switch ini tidak bisa terbalik.  Mengingat bahwa switch hanya akan aktif apabila rangkaian mekanis berupa tuas mekanis akan terdorong  oleh tekanan / gerakan air dalam pipa dengan arah aliran air yang benar.



Sistem Fire Alarm juga harus dilengkapi dengan sebuah valve positioner yang bekerja secara otomatis, dimana sebuah motor DC 24 Volt dipakai sebagai penggerak ( actuator ) yang akan mengatur posisi valve. Valve akan bekerja sesuai instruksi setelah flow switch aktif dan membuka aliran air sedemikian sehingga proses pemadaman terjadi.

Sistem Monitoring Fire Alarm berbasis Komputer.  


Sistem integrator merupakan terobosan yang sering dilakukan oleh perusahaan-perusahaan automation pembuat perangkat kontrol untuk mendapatkan produk dengan integrasi dengan produk kontrol dari perusahaan lain. Dengan sistem ini, maka berbagai modifikasi perangkat yang berlainan akan semakin banyak diminati.

Sistem fire alarm berbasis komputer juga telah banyak dilakukan, mengingat bahwa  tuntutan kemudahan dalam operasi dan kesederhanan menjadi pilihan. Sistem dengan komputer mempunyai keunggulan secara real time baik dalam operasi, data logger, event dan alarm secara lebih baik dibanding dengan sistem konvensional. Demikian juga kebutuhan sistem integrasi fire alarm dengan sistem kontrol dalam gedung ( building automation system ) atau industri telah menjadikan sistem berbasis komputer menjadi pilihan yang menarik.


Semoga bermanfaat !!

Instalasi Flow Switch Fire Alarm SocialTwist Tell-a-Friend

Wednesday, August 7, 2013

Yokogawa wins water supply control contract for Bali

Yokogawa has received an order from PT Waskita Karya (Persero) Tbk, a major Indonesian construction company specialising in the power plant and water supply and wastewater treatment sectors, to supply the automation system for the Petanu water treatment plant that it is building at the Sanur beach resort area on Bali's southeastern coast for a municipal water utility  that is overseen by the Indonesian government's Ministry of Public Works.
The Petanu water treatment plant will produce 300 litres per second (approximately 25,920 cubic metres per day) of clean water for Gianyar Regency, Denpasar City, and Badung Regency. It is scheduled to start operation in September 2013.
Indonesia is the world's fourth most populous country, and its infrastructure is being rapidly developed to meet the growing needs of its urban population and the tourism industry. The Petanu water treatment plant is a key to ensuring a stable supply of clean water for southeastern Bali.
The automation system that is to be installed at the Petanu water treatment plant includes the FAST/Tools SCADA (Supervisory Control & Data Acquisition) software package, the Stardom network-based control system, analysers, and a variety of field devices such as Admag series magnetic flowmeters. Yokogawa Indonesia will be responsible for the entire project, from engineering to delivery, installation, and commissioning.
Yokogawa was able to win this order because of its ability to provide a “one stop” solution comprised of field devices, control systems, and other products that will meet a wide range of operation and maintenance needs and thereby improve the efficiency of water production.
Water shortages are becoming a serious problem in many parts of the world, particularly in developing countries, because of rapid economic and population growth. According to a report entitled “Future vision and policy response toward water business industry" that was released by the Japanese Ministry of Economy, Trade and Industry in April 2010, the global water market is projected to grow from 36 trillion yen in 2007 to 87 trillion yen in 2025.
Encouraged by the success in winning this order, Yokogawa will seek to expand its share of the water-related control business in Southeast Asia and other emerging regions by providing water supply infrastructure solutions based on its extensive experience in water treatment applications and technical expertise in automation systems.

Yokogawa wins water supply control contract for BaliSocialTwist Tell-a-Friend

Thursday, August 1, 2013

Aplikasi Data Logger dalam Proses Industri



Dalam seluruh aktivitas proses produksi pabrik, pendataan parameter mesin  sering dilakukan dengan cara manual dengan cara mengisi form manual harian, atau mingguan berisi seluruh data teknis peralatan mesin yang dipergunakan untuk data analisa produksi dan evaluasi performa mesin. Atau secara statistik pihak PPIC membuat analisa DMAIC ( Define, Measure, Analysis, Improve, and Control ).

Tujuan yang hendak dicapai dari pendataan dan monitoring produksi  ini adalah :
  1. Menganalisa jenis defect atau kerusakan yang paling banyak pada hasil produksi.
  2. Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya cacat pada hasil produksi yang memiliki cacat yang tinggi. 
  3. Menganalisa bagian / unit mesin yang telah mengalami kerusakan atau kesalahan setting.
  4. Mengusulkan perbaikan untuk mengurangi jumlah cacat pada hasil akhir produksi.
Semua aktivitas pendataan parameter ini dimaksudkan untuk alasan memperkecil terjadinya cacat / reject yang diakibatkan oleh faktor material, manusia dan peralatan / mesin serta faktor metoda pengendalian kualitas ( Total Quality Management ) secara keseluruhan.

Namun sekarang sudah berbeda, dalam fasilitas manufaktur dan proses pabrik, data logger sekarang digunakan sehari-hari untuk pengukuran dan perekaman data parameter kritis yang dilakukan secara real time dan otomatis dengan menggunakan modul controller. Sebagai contoh, gambar diatas adalah sebuah sistem kontrol dan monitoring temperatur pada mesin produksi keramik. Pengendalian temperatur untuk tiap sisi dan tahap proses membutuhkan tingkat pengamatan data yang akurat dan kontinyu.


Data utama aplikasi logger meliputi setting waktu pemanasan ( heating time ), temperature maximum dan minimum, serta kecepatan conveyor saat melewati pemanas keramik. Pada proses produksi keramik ini, monitoring temperatur menjadi titik kritis yang sangat menentukan kualitas hasil produksi keramik yang dihasilkan.

Instalasi dan peralatan sistem data logging. 

Untuk keamanan peralatan sensor dan unit data logger maka modul harus terlindung dari faktor-faktor penyebab kerusakan seperti panas sekeliling, dan debu. Di pabrik proses logger data dengan input pulsa digital dan dapat digunakan untuk mencatat waktu mesin dijalankan, down time, dan output produk yang nantinya dapat digunakan untuk analisis statistik efisiensi produksi. Dalam beberapa aplikasi data logger sekarang  beroperasi sampai 85 derajat C. Penempatan Data Logger dalam panel instalasi hanya memerlukan sedikit ruang sehingga logger data sehingga didesain  kecil dan ringan. Kondisi lingkungan yang kritis merupakan pertimbangan  agar data logger tahan terhadap suhu tinggi dan kelembaban sehingga data logger yang dipilih harus tahan air dan memiliki temperatur operasi yang tinggi.

Dalam proses produksi keramik sistem logging dapat  menggunakan sensor atau PLC dengan output serial Modbus.  Sensor-sensor  untuk temperatur, sensor kecepatan motor, dipasang sebagai input analog ke PLC. Oleh karena itu  dalam beberapa tahun terakhir model dengan input analog data logger Modbus telah banyak muncul untuk memenuhi kebutuhan ini. Dengan kelebihan sistem Modbus modul telah dikombinasikan dengan beberapa input  tambahan untuk lebih meningkatkan saluran I / O dan juga menghitung jaringan data logger input dan output di pabrik. Seringkali data logger perlu dipasang berjauhan dari pabrik pengolahan jauh atau dari daerah produksi utama. Dalam hal ini logger data dengan modem radio merupakan pilihan atau pilihan lain dengan menggunakan jaringan LAN  akan lebih mudah untuk berinteraksi dengan sistem data logger ke jarigan komputer.

Dengan sistem data logger maka proses pencapaian produksi dapat dianalisa secara  real time terhadap proses yang terjadi dalam mesin produksi. Berikut contoh tabel analisa hasil produksi:



Penggunaan Data Logger untuk Ramalan Cuaca.
Pabrik Farmasi, penyulingan dan kilang minyak juga memiliki banyak aplikasi logger data dalam proses pengukuran. Logger data yang digunakan dalam lingkungan tidak hanya perlu kuat dan tahan cuaca, tetapi juga secara intrinsik aman.  Saat ini hanya beberapa jenis data logger yang tersedia dengan keselamatan intrinsik, sebagian besar untuk pengukuran suhu, kelembaban dan tekanan.


Dengan meningkatnya tingkat otomatisasi dan pengurangan daya manusia di pabrik manufaktur dan proses teknologi data logger akan terus memainkan peran penting dan berkembang dalam industri pengukuran, akuisisi data dan analisis statistik.

Semoga bermanfaat !!! 
Aplikasi Data Logger dalam Proses IndustriSocialTwist Tell-a-Friend

Sunday, July 28, 2013

Instalasi Sensor Gas dan Setting Fire Alarm

Jika anda pernah menangani persoalan sensor ( detector ) gas, maka seringkali yang akan anda ingat adalah sebuah alat yang dipasang di dapur / rumah makan atau gudang yang menyimpan tabung gas untuk kemudian mendeteksi kebocoran yang akan terjadi, dan sesegera jika terjadi kebocoran akan menimbulkan alarm.

Jika kemudian anda sudah mempunyai sistem fire alarm dengan MCFA nya dan memasang instalasi gas detektor baru pada MCFA anda, Anda harus tahu bagaimana melakukannya. Informasi ini dibahas mengingat persoalan ini muncul di lapangan beberapa waktu lalu. Alangkah baiknya kalau saya bahas di blog ini.
 Kasus ini menarik, dan akan menjadi  solusi bagi beberapa teman dan saya sendiri yang pernah bertemu dengan kasus ini. Awalnya kasus ini muncul saat seorang marketing mendatangi saya dan ingin bertemu dengan saya. Dia bertanya soal perangkat converter ...

Saya balik bertanya ada permasalahan apa sehingga teman saya ini menanyakan perangkat converter. Setelah dia menjelaskan semuanya dari soal perangkat sistem fire alarm system ( MCFA / Main Control Fire Alarm ) sampai dengan berbagai sensor yang dibutuhkan untuk sistem fire alarm saya mulai mengerti maksudnya.

Dari pembicaraan dan pembehasan masalah yang kami bahas berikut beberapa perangkat yang perlu dimengerti seputar converter.

1. Perangkat Gas Detector
    Perangkat ini mendeteksi akan adanya kebocoran gas yang terjadi dari perangkat unit yang  mengandung  gas. Perangkat detektor gas mempunyai terminasi output yang dikenal sebagai :
  • Output Digital dan Relay  : untuk koneksi ke relay, alarm, PLC atau DCS. 
  • Output  4-20 mA : untuk koneksi ke PLC dan DCS dengan setting High dan Low Alarm.  
Perangkat Gas Detector dengan output 4-20 mA  merupakan perangkat gas detector yang  menerima besaran fisik sebagai hasil pengukuran ( berupa data analog ) untuk kemudian diubah ke dalam data digital yang bisa diterminasi langsung ke MCFA sebagai sinyal fire alarm.  Jika kemudian data output 4-20 mA gas detektor dikomunikasikan ke PLC maka diperlukan perangkat Analog  Digital Modul yang terintegrasi dalam kontrol PLC.Untuk kemudian secara program PLC akan dioleh baik dalam bentuk data digital dan atau data analog sebesar 4-20 mA atau 0-10 Vdc untuk keperluan pengontrolan output system MCFA.

2. Converter Analog Digital.
    Banyak perangkat yang diciptakan berfungsi sebagai converter. Yaitu sebuah perangkat yang mengubah dari satu besaran  ke besaran lain. Converter Analog Digital merupakan perangkat yang berfungsi mengubah besaran analog 4-20 mA ke besaran digital. Banyak perangkat sensor gas memiliki besaran output analog 4-20 mA. Oleh karena itu agar besaran analog ini bisa diproses maka terlebih dahulu harus diubahkan dalam sinyal digital. Perangkat pengubah ini disebut sebagai Analog Digital Converter.
3. Perangkat MCFA
    Perangkat MCFA terhubung dengan beberapa modul sensor yang mendeteksi sinyal  trigger dari detektor baik smoke detektor atau heat detektor. Perangkat MCFA sebagaimana yang sudah saya bahas sebelumnya, merupakan unit pusat pengendali dimana semua input dan output pengontrolan ada dalam panel MCFA. Dimana perintah sistem fire alarm ada dalam MCFA. MCFA menerima besaran data digital dari status sinyal detector untuk dijadikan trigger alarm saat terjadi kebakaran.
Namun beberapa sistem fire alarm telah diciptakan untuk bisa bekerja dengan baik untuk pendeteksian kebocoran gas dan sekaligus sebagai gas alarm system. Bagaimana melakukannya ?


Setting High dan Low Alarm Gas Detektor ?
Besaran analog 4-20 mA merupakan besaran output gas detektor. Besaran ini dihubungkan dengan PLC secara langsung dengan 2 kabel ke terminal Analog Modul PLC. Untuk kemudihan besaran ini akan diolah menjadi data digital agar bisa diproses dalam PLC sedemikian rupa program PLC melakukan tugas memproses data sampai dihasilkan output digital ke relay atau sebagai output 0-10 Vdc atau 4-20 mA.

Untuk mendapatkan setting yang diinginkan, ada beberapa cara tergantung dari unit modul yang dipergunakan, baik dengan sistem lama berupa setting potensiometer ataupun dengan menggunakan program utility yang membantu proses penyetingan kondisi high alarm dan low alarm.

Bagaimana upgrade system Fire Alarm MCFA ?
Sistem Fire Alarm dengan menggunakan MCFA secara fungsional sudah bisa dipakai sebagai pengendali fire alarm baik untuk kapasitas industry atau komersial.


Upgrade sistem fire alarm MCFA dengan integrasi komputer  sebenarnya sudah lama diterapkan dalam sistem kontrol yang kompleks, dimana pengontrolan sudah melibatkan banyak pengontrolan proses dan fire alarm sekaligus. Ketertinggalan sistem integrasi ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, mengingat dewasa ini terus berkembang teknologi integrasi kontrol yang mengarah pada green building automation, fire alarm system integrator, dan wireless detector system, data logger system yang lebih cerdas dan effisien.

Upgrade merupakan modifikasi fire alarm dan pengubahan satu level diatas sistem yang sudah ada sebelumnya. Dimana sistem fire alarm tidak lagi bekerja sendiri namun sudah diintegrasikan dengan unit proses dan pengontrolan unit lain dalam satu sistem pengontrolan secara otomatis sebagaimana bisa digambarkan dalam gambar berikut.


Beberapa persyaratan untuk upgrade system sangat tergantung dari sistem sebelumnya dan perencanaan yang diinginkan. Namun yang paling penting ada beberapa hal yang harus dipersiapkan setidaknya sebuah unit komputer, modul converter, PLC, modul komunikasi data, controller unit dan beberapa perangkat lain yang dibutuhkan. Selamat berinovasi teknologi.

Semoga bermanfaat !!!
Instalasi Sensor Gas dan Setting Fire Alarm SocialTwist Tell-a-Friend

Wednesday, July 24, 2013

Cara Praktis menaikkan Mutu dan Effisiensi Produksi


Pabrik dan Mesin Anda memproduksi makanan, minuman atau chemical ataupun produk otomotif ? Apakah Anda sedang mengumpulkan data analisa produksi dan terus melakukan setting performa mesin produksi ? Atau Anda sedang berurusan dengan waktu dalam proses produksi kelapa sawit /cpo ?



Berikut adalah cara mudah dan praktis menjaga kualitas, menaikkan kuantitas produksi, effsiensi produksi agar sesuai dengan standart kerja produksi dan mesin anda.

Dengan memanfaatkan teknologi monitoring yaitu dengan memaksimalkan fungsi sensor, data logger dan system monitoring maka Anda dapat memastikan standart kualitas produk, kuantitas produksi serta effisiensi mesin produksi akan dapat terus ditingkatkan. Apa saja contohnya ?


1. Processing dan Produksi pabrik kelapa sawit / CPO
    dengan memonitor dan memasang sensor temperatur, setting valve buka tutup, serta tekanan yang diinginkan, maka kualitas produksi dan kuantitas produksi dapat ditingkatkan secara maksimal yaitu dengan mengamati setiap perubahan buka tutup valve proses, waktu setting buka tutup valve serta dengan memonitor tekanan.


2. Pengaturan temperatur, waktu dan tekanan mesin Sterilizer
Instalasi panel Sterilizer Vertical atau Horizontal dirancang sehingga monitoring waktu, tekanan dan temperatur pemasakan dengan sterilizer akan didapatkan kualitas produksi CPO dan kuantitas / total produksi yang diinginkan. Dengan mengkombinasi buka tutup valve, temperatur steam dan tekanan maka akan mempermudah mengetahui faktor-faktor penyebab buruknya mutu produksi CPO serta dengan cepat pula diketahui faktor faktor teknis dan non teknis penghambat effisiensi produksi.
Panel operasi manual otomatis dibagi dalam beberapa fungsi :
  • Automanual Switch
  • Switch Program Operasi 1, 2, 3 dan 4
  • Switch Main Inlet
  • Switch Inlet 1, Inlet 2, Inlet 3, dan Inlet 4.
  • Switch Exhaush On/ Off
  • Switch Flushing On / Off
  • Switch Condensate On / Off
  • Switch Relief On / Off 


Dengan tujuan memperkecil downtime, maka akan dirancang pula sistem kontrol dan monitoring  melalui proses pendataan secara otomatis  data-data yang diinginkan dengan sistem logging  sehingga diperoleh hasil analisa yang berguna untuk memperbaiki penghambat  produksi. Sistem akan dibantu dengan penggabungan kontrol data dan layar monitor sebagai alat setting tekanan, waktu dan temperatur secara otomatis.

Sistem Monitoring Data dengan PLC.
Sistem monitoring dan analisa data hasil pengolahan PLC dapat dibaca dalam bentuk file "csv" sesuai dengan data yang ingin dianalisa dan ditampilkan. Dengan Sistem ini maka akan diperoleh data-data analisa untuk perbaikan sistem produksi seperti bisa dicontohkan dalam tabel yang digambarkan berikut :



Apa saja yang perlu dilakukan ?
1. Data-data performa produksi haruslah dipersiapkan sebagai acuan standart produksi.
2. Persiapan alat-alat ukur untuk mendapatkan data yang diinginkan.
3. Melakukan survei ke bagian mesin produksi untuk dilakukan modifikasi atau upgrade sistem.
4. Melakukan pekerjaan instalasi baik berupa sensor, data logger, unit monitoring ( touchcsreen atau PC )
5. Melakukan test instalasi dan running test performa mesin produksi sehingga diperoleh hasil produksi sesuai yang diinginkan.

Semoga bermanfaat !!!
Cara Praktis menaikkan Mutu dan Effisiensi ProduksiSocialTwist Tell-a-Friend