Pada sistem elektris dengan jumlah motor pompa yang tidak terlalu besar, maka hal itu sah-sah cukup mudah dalam sistem kontrol dan sistem perawatannya. Coba perhatikan wiring sistem kontrol start delta pompa kapasitas 40 HP berikut ....
Wiring diagram panel start delta disamping dirancang dengan tujuan sebagai kontrol motor dengan torsi awal yang cukup besar. Hanya dibutuhkan perangkat kontaktor, timer , thermal overload dan push button. Tujuan pengontrolan adalah "menggerakkan kerja kontaktor secara bergantian melalui timer " dengan push button untuk start dan stop. Aktivitas start dan stop dapat dilakukan secara manual dari panel ataupun melalui panel lain yang terintegrasi ke dalam modul control seperti PLC ( Programmable Logic Controller ).
Sistem kontrol seperti ini sering anda jumpai pada unit-unit mesin yang sederhana baik jumlah mesin maupun pengontrolan. Namun apabila melihat pada kapasitas lain yang lebih besar seperti kemudahan monitoring seperti kapan tombol start dinyalakan, kapan tombol stop ditekan, atau kapan terjadinya thermal overload dan kapan temperatur gulungan motor melebihi setting temperatur maka anda akan perlu melibatkan beberapa sistem monitoring tambahan . Maka kehadiran software monitoring ( informasi ) menjadi hal yang sangat penting.
Perkembangan informasi yang layak terus dipertimbangkan untuk perancangan Monitoring dan Automation System
Monitoring dan Automation System merupakan sistem yang difokuskan pada kegiatan pengawasan seluruh aktivitas sistem, untuk tercapainya sasaran / tujuan dalam hal kapasitas, efektifitas kegiatan sistem, dan effisiensi , dengan menggunakan sistem dan perangkat yang mampu menggantikan aktifitas konvensional dengan sistem komputerisasi.
( Animasi sistem kontrol pompa tangki )1. Menampilkan data real time pompa termasuk status pompa (kapan on dan off, jam berapa status on dan off, pengguna dsb) .
2. Menampilkan laporan volume tangki secara menit, jam, harian yang akurat dan lengkap.
3. Melakukan perubahan setting volume tangki, kecepatan transfer water dan tekanan secara detail.
4. Mencetak berbagai bentuk laporan, seperti : * Laporan operasional setiap saat ( real time) * Laporan Produksi per shift* Laporan Penggunaan Raw Material Stok harian* Laporan Beban Listrik Plant ( Jangka waktu yang diinginkan)
5. Mencetak laporan alarm, troubleshooting ( Jika Tiket Printer module menggunakan Smart card Reader) .
6. Mengetahui akses jaringan monitoring setiap saat yang bisa diakses lewat SMS/ HP atau " Remote Software " untuk mengakses operasional dari tempat yang jauh setiap saat.
7. Terkoneksi dengan software akuntansi ( Storage Tank Stock Administration) untuk laporan stock produksi.
8. Laporan penggunaan listrik bulanan sudah dilengkapi dengan GRAFIK, sebagai analisa untuk mengetahui anggaran operasional.
Apa sebenarnya kelebihan sistem monitoring dan otomatisasi dibanding sistem kontrol konvensional ?
Sistem ini bisa diciptakan untuk mengontrol dan memonitor setiap kejadian dari sistem secara real time. Anda bisa melakukan setting ataupun memonitor kapan terjadinya alarm, kapan mengaktifkan dan mematikan mesin dll. Dan lebih lengkapnya keseluruhan aktivitas dapat dimonitor. Bahkan anda bisa melakukan beberapa seeting beberapa kontrol sekaligus seperti membuat schedule, event, report, alarm ataupun beberapa setup dan parameter mesin.
Dengan ditambahkannnya sistem monitoring ini, maka otomatis berbagai gangguan selama mesin beroperasi akan diperkecil dan dengan database yang tercatat dakam sistem monitoring akan dengan mudah untuk melakukan tracing / pelacakan kesalahan pada sistem baik dalam skala jam, harian, mingguan atau bahkan bulanan, melakukan editing dan transferring data informasi ke seluruh sistem monitoring anda mudah melalui jaringan ethernet.
Sejumlah persiapan untuk membentuk perangkat harware yang mendukung sistem monitoring haruslah diperinci terlebih dahulu hal tentang ,

( Gambar Wiring Diagram Sistem Kontrol Star Delta )
Pada wiring diagram star delta tersebut saya mengaggap bahwa anda sudah memahami cara wiring kontrol elektrik ( jika belum silahkan membaca e-book saya panduaninstalasi industri dan komersial ). Pengambilan input kontrol pada wiring diagram bisa dilakukan dengan tambahan sebuah relay ( yaitu pada contact point relay ) atau hanya dengan komponen kontaktor ( pada contact point contactor KM1 ) pada kontrol start delta yang ada, tergantung bagaimana design kontrol awal anda membuatnya. Bisa juga anda menambahkan input data dari contact point thermal overload ( kode F1 pada gambar ) yang ada.
3. Penentuan modul Remote Terminal Unit sebagai unit terminal untuk mengendalikan, mengakuisisi data, penerima sinyal input unit, dan selanjutnya mengirimkan data tersebut ke control centre. Contoh dari RTU yang ada di pasaran bisa anda pakai sebagai pilihan. Untuk jelasnya dapat anda dapatkan penjelasan detailnya dengan mengisikan data anda dalam form berikut :
Selengkapnya klik disini !















