Tuesday, June 21, 2016

Monitoring Kebocoran Gas dengan sistem Komputer



Monitoring kebocoran gas pada plant ataupun mesin industri komersial dan industri merupakan salah satu teknik pencegahan dan pengendalian level, kadar atau kandungan gas yang diijinkan atau tidak dijinkan pada suatu area sesuai yang diinginkan. Kadar gas yang dibutuhkan dan kadar yang bocor pada suatu sistem tertentu membutuhkan alat pendeteksi yang mempunyai fungsi indikator dan alarm.

Untuk mendapatkan hasil pengukuran kadar gas tersebut maka dibutuhkan kontroller yang mendeteksi ( sebagai detektor) dan mengukur ( kalkulasi ) dan sebisa mungkin menampilkan hasil pengukuran tersebut ke media baik layar komputer atau LCD panel.  Dengan menggunakan pemrograman komputer atau bahasa compiler microcontroller, deteksi kebocoran akan dapat dilihat atau ditampilkan sesuai dengan kebutuhan. Sebagai contoh, kebocoran gas pada suatu ruangan bisa ditampilkan pada layar LCD seperti gambar berikut.

Bagaimana sistem kerja kontrol gas tersebut ? bagaimana jika menggunakan sistem komputer apakah bisa dilakukan ? jawabannya sangat mungkin.

Pada dasarnya sistem monitoring dan kontrol gas merupakan gabungan komponen sensor gas dan microcontroller. Untuk membuat sistem deteksi kebocoran gas ini, maka yang dibutuhkan adalah persiapan komponen transducer dan processor. Tranducer merupakan perangkat yang bekerja dengan mendeteksi kadar gas ( kimia) yang secara struktur kimia akan diubah secara elektrik menjadi besaran tegangan. Beberapa perangkat sensor industri ( termasuk gas ) seringkali dilengkapi dengan arus 4-20 mA sebagai output yang akan diproses oleh microcontroller sebelum dikirimkan dengan kabel jarak jauh ke ruang kontrol atau monitoring. Seperti halnya pada sensor gas yang di tempatkan pada jalur pipa gas berikut.

Dengan besaran 4-20 mA ini, maka sistem monitoring dengan perangkat komputer bisa dilakukan dengan menambahkan beberapa perangkat modul controller analog 4-20 mA yang disediakan pasar. Perlu ditambahkan, beberapa tahap teknis perhitungan baik kabel tranmsmisi data jarak jauh, perangkat proteksi tegangan lebih atau shor circuit protection perlu diperhitungkan terlebih dahulu. 
Beberapa persyaratan lain yang penting untuk pembuatan sistem monitoring gas dapat disingkat dengan beberapa persoalan teknis yang harus dipikirkan dan dibuat desains secara matang. Hal tersebut meliputi :
1. Rangkaian transducer dan penguat sinyal pengirim 4-20 mA.
2. Rangkaian penguat sinyal receiver 4-20 mA
3. Rangkaian converter4-20 mA ke 0-10 Vdc
4. Rangkaian proteksi gangguan baik drop voltage, overcurrent, overvoltage, ataupun short circuit. 



Mengingat besarnya spesifikasi standart yang dibutuhkan agar didapatkan tingkat kepresisian pengukuran kebocoran maka sangat disarankan oleh beberapa pembuat sistem kontrol gas atas beberapa spesifikasi termasuk sistem proteksi, penguat tegangan, converter, ataupun microcontroller yang baik dan mempunyai ketahanan terhadap kondisi ekstreem lapangan.

Semoga bermanfaat !!

Monitoring Kebocoran Gas dengan sistem KomputerSocialTwist Tell-a-Friend

Thursday, June 16, 2016

Paperless Module dan Record Data

Pembuatan sistem monitoring kontrol seringkali dikaitkan dengan sistem data record. Sebuah informasi penting yang harus tidak bisa dihindari untuk menunjang sebuah proses yang dikehendaki. Beberapa contoh bisa diperlihatkan pada berbagai sistem kontrol monitoring seperti saving energy management, pengendalian temperatur boiler, lemari pendingin, pengendalian temperatur pada proses evaporator -, hydrocarbon gas leakage record, ataupun kebocoran gas ( Hidrogen, Nitrogen, Co2 ),  proses pencatatan data tekanan atau pengendalian dan monitoring arus beban motor pompa lainnya. Semua memerlukan evaluasi dan data informasi guna mengetahui  performa, effisiensi proses yang dijalankan. Melalui penggunaan sistem monitoring HMI-Scada serta penataan dan pengelolaan data informasi semua menjadi lebih sesuai rencana.


Penggunaan panel monitoring dan kontrol HMI-Scada dengan menggunakan monitor touchcreen dan pemrograman membutuhkan beberapa perangkat yang sesuai dengan desain dan keinginan untuk mendapatkan sistem yang sesuai rencana dan anggaran yang diperlukan.

Perangkat-perangkat yang dipasarkan biasanya menawarkan solusi harga dan fasilitas yang disediakan dengan meliputi beberapa software utilitas, konfigurasi sistem dan sistem pendukung seperti protocol komunikasi data yang disediakan. Namun beberapa hal penting yang bisa dipertimbangkan bagaimana memilih yang "terbaik" dari berbagai sisi bisa dilihat dari harga dan desain sederhana yang direncanakan. Beberapa pertimbangan dan rencana yang selalu menjadi pokok penting bagaimana menentukan pilihan sistem dan perangkat  haruslah sebagai tujuan utama merancang dan membuat sistem monitoring kontrol dan sekaligus recording data informasi sistem.

Lalu bagaimana solusi lain seperti penggunaan modul paperless ? Apa yang membuat modul paperless menjadi salah satu pertimbangan penting membuat sistem data record ? Bisa jadi pertimbangan ini yang akan jadi pilihan baik untuk menggunakan modul paperless.
  • apakah anda sedang membutuhkan alat record kejadian yang dekat dengan petugas lapangan ? yang secara langsung menyediakan data informasi dari waktu ke waktu ? 
  • apakah anda sedang membutuhkan perangkat komunikasi data dengan update data real time dari panel lokal ataupun koneksi komputer ?
  • apakah anda sedang membutuhkan alat evaluasi kejadian pelanggaran atau kesalahan operasi sistem untuk kendali temperatur, tekanan, volume produksi, untuk laporan dan evaluasi kinerja dan performa sistem anda ?

Secara sederhana bisa dijelaskan beberapa hal menarik yang mudah dilakukan dengan penggunaan modul paperless.
  • Anda tidak membutuhkan biaya yang lebih mahal .  
  • Anda tidak lagi membutuhkan terlalu banyak modul dan lamanya proses konfigurasi atau pemrograman
  • Anda hanya melakukan koneksi ke perangkat modul kontrol yang sebelumnya sudah terpasang.
  • Anda mendapatkan sistem monitoring yang cepat dan sangat effisien dalam hal wiring, setting konfigurasi, koneksi data komputer dan update informasi. 

Aplikasi dari penggunaan module paperless bisa dikembangkan ke perangkat-perangkat kontrol lain untuk tujuan perbaikan effisiensi produksi, keandalan unit mesin, catatan maintenance dan record performace,  hystorical data accidental, dan beberapa kemudahan monitoring data sistem sebelumnya. Beberapa kegunaan yang bisa dimanfaatkan dengan menggunakan sistem dengan modul paperless.





Paperless Module dan Record Data SocialTwist Tell-a-Friend

Monday, May 9, 2016

Sistem proteksi, data monitoring dan kontrol motor 3 phase

Penggunaan pompa dengan motor induksi 3 phase serta pemakaian sistem kontrol panelnya merupakan pekerjaan yang seringkali melibatkan perangkat magnetic contactor, timer, overload relay dan beberapa alat (unit monitoring ) ukur tegangan phasa, ampere meter, phase failure dsb.

Dalam perkembangannya, sistem kontrol panel yang sudah dibuat tidak selalu mencukupi dalam hal kontrol monitoring dan penyediaan data informasi mengenai persoalan kondisi elektrik mekanik seperti beban ampere maksimum, bearing, getaran atau informasi lain seperti tegangan phasa dan temperatur mekanis dan gulungan motor atau lainnya . Tidak semua panel yang dibuat mencakup sistem monitoring yang lengkap yang pada akhirnya mampu mendeteksi tanda tanda ketidaknormalan atau data-data kerusakan yang tercatat dalam pemberian informasi sebelum kerusakan berlanjut terjadi. Kerusakan-kerusakan seiring waktu perlu di-record dalam sistem monitoring data otomatis yang berguna dalam evaluasi beban motor, jenis kerusakan motor, prediksi kerusakan serta effisiensi energi listrik.



Modul Card Penyimpan Data Kejadian 
Beberapa perangkat penyimpan data monitoring ( baik serial ataupun wireless ) dari unit sistem baik proteksi, pengukuran atau kontrol sebenarnya mutlak ditambahkan. Hal ini  mengingat dengan berjalannya waktu terkait effisiensi dan performa motor listrik, selalu terjadi gangguan , kerusakan, yang berdampak pada biaya maintenance dan operational. Sistem monitoring ( baik berupa data operasional ataupun kerusakan )dan kontrol otomatis perlu ditambahkan dengan mengingat pertimbangan-pertimbangan bahwa :
  • Keterlambatan pencarian data informasi kondisi operasi harian bahkan beberapa waktu sebelumnya akan mempersulit prediksi performace, data kelengkapan alat, kesiapan unit saat akan beroperasi. Sebaliknya data monitoring yang lengkap akan memperbaiki performance dan akan berguna saat prediksi kerusakan yang terjadi.  Beberapa kasus yang bisa diambil dari lapangan bisa dipakai sebagai pertimbangan mengapa sistem proteksi kerusakan berupa penyiapan record monitoring data kejadiaan sangat penting bisa dilihat pada link-link berikut : hydrant system tidak bekerja saat diperlukandiesel pump tidak bekerja maksimalgenset unit BTS terbakar.
  •  Beban-beban motor induksi 3 phase tidak akan selalu sama setiap waktu. Faktor opersional dan kondisi beban mekanis dan kondisi elektrik akan sangat berpengaruh pada performance pompa atau motor . Kondisi motor akan lebih cenderung menyerap energy seiring waktu berjalan. Hal ini berkaitan dengan gulungan stator dan rotor yang akan berubah dari induktif ke capacitif, faktor ketahanan kabel, gulungan motor dan kecenderungan beberapa kerusakan dari unit perangkat pada panel kontrol listrik. Record data setiap kejadian menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
  • Tidak semua sistem kontrol panel akan bertahan dalam kedaan baik terutama lokasi-lokasi panel yang jauh dan tidak teratur dalam perawatannya. Dibutuhkan sistem monitoring data untuk mendeteksi gejala kerusakan atau meurunnya performance kerja unit atau perangkat kontrol.
  • Kondisi alam dan lingkungan yang tidak terduga mengakibatkan percepatan terjadinya loss of performace baik dalam perangkat mekanis ataupun sistem proteksi dan kontrol elektrik ataupun unit motor sendiri.
Dibutuhkan langkah terobosan dalam segi kontrol mekanis dan elektrik dalam bentuk pembuatan sistem pencatatan data / recording/ data monitoring dengan memasang beberapa sensor elektronic atau microcontroller yang akan mendeteksi kerusakan dini atau tanda-tanda kelemahan perangkat panel, menyimpan data dalam microcontroller yang terhubung secara wireless ataupun serial yaitu data monitoring bisa dilihat dalam bentuk kontrol panel lokal  atau serial ke layar monitor ataupun secara wireless remote.




Sensor-sensor wireless dipasang pada beberapa bagian seperti:

  • gulungan motor. ( untuk mengetahui temperatur gulungan motor )
  • kabel phasa  R,S,T ( untuk mengetahui arus phasa , beban maksimum atau ketidakseimbangan arus )
  • dudukan motor ( untuk mengetahui kondisi getaran mekanis akibat dudukan motor, kendornya bagian-bagian motor atau pendukungnya dan lemahnya bearing atau bagian mekanis lainnya )
  • perangkat modul kontrol untuk pengukuran atau deteksi abnormal / kerusakan unit-unit alat terkait. 
  • sensor-sensor lain seperti injection ( diesel), pressure, oil pressure, heat / temperatur sensor dan lain-lain sesuai yang dibutuhkan. 
Dengan terpasangnya beberapa sensor-sensor tersebut, informasi-informasi yang dibutuhkan dalam unit panel kontrol dapat  dicatat otomatis dan sebagai bahan evaluasi teknis pengoperasian ( start  - stop, status perangkat monitoring - emergency shutdown ), atau maintenance dan pengaturan biaya listrik dapat diprediksi atau direncanakan secara lebih baik.

Sistem Kontrol Monitoring Panel Pompa Jarak Jauh. 

Sistem kontrol monitoring jarak jauh menjadi kebutuhan mutlak selain beberapa hal yang sudah dibahas diatas. Sistem wireless akan mengaktifkan dan mematikan unit perangkat kontrol, melakukan pendataan pengukuran dari sensor-sensor terpasang ( besaran amperemotor, tegangan motor, getaran mekanis, frekwensi, dan temperatur motor, sistem injeksi, pressure, dinamostarter, level tank ) dan mencatat kejadian kerusakan / abnormal secara otomatis lalu mengirimkan secara otomatis melalui perintah "tombol" pada modul portable secara wireless.


Keadaan emergency terhadap kerja unit-unit motor perlu penanganan secara cepat dan terencana. Hal-hal penting dalam kondisi emergency yang perlu cepat dilakukan adalah :
  • start stop unit motor secara cepat dan otomatis pada saat overheat, overcurrent, suara mesin kasar atau dudukan allighment yang tidak lagi stabil.
  • antisipasi sistem cadangan yang harus segera dilakukan yang dilakukan secara otomatis pada saat kejadian kerusakan / abnormal seperti breakdown berlangsung 
  •  perlu pembuatan sistem data monitoring dari waktu kewaktu agar unit dapat terjaga dengan baik sehingga dapat memaksimalkan keuntungan baik teknis maupun ekonomis.
Semoga bermanfaat !!


Sistem proteksi, data monitoring dan kontrol motor 3 phaseSocialTwist Tell-a-Friend

Monday, May 2, 2016

Otomatisasi dan Monitoring Chiller

Tidak semua unit chiller / AHU dan HVAC dilengkapi dengan sistem monitoring ke unit pengendali pusat. Hal ini menyangkut beberapa pertimbangan yang dibuat oleh pihak produsen dan pihak user sebagai pemakai unit bersangkutan. Produsen unit bisanya telah membuatkan sistem kontrol yang pada wiring dan design system yang dilengkapi dengan sistem interkoneksi atau jalur komunikasi protocol untuk kelengkapan data / system monitoring. Disamping itu produsen juga telah membuat system kontrol yang sudah cukup mewakili system unit pengendali yang otomatis.

Namun ada beberapa  pertimbangan lagi bagi system / unit yang sudah dibuat. Artinya ada kebutuhan yang mendesak yang pihak konsumen yang tidak selalu dibuat secara effektif. Berikut beberapa system kontrol monitoring tambahahan yang perlu dilakukan dan alasannya.

1. Unit Chiller, AHU, HVAC perlu tindakan monitoring yang otomatis ( tanpa operator ), real time, dan effisien ( baik operasional, waktu, ataupun biaya ) dalam hal monitoring data temperatur, tekanan, atau oil temperature " setelah unit tidak lagi bekerja secara baik " atau ada kebutuhan sistem kontrol lain yang diperlukan.


Hal ini dilakukan pada beberapa client yang terjun dalam bidang perhotelan atau mall dengan tingkat monitoring yang tinggi.

2. Ada perhitungan dalam management yang sangat mendesak dalam hal yang berkaitan dengan effisiensi energi. Mengingat seluruh system dari unit perlu dimonitor secara baik untuk melakukan penghematan energi. Bagian-bagian kontrol unit yang perlu untuk dilakukan effisiensi energy adalah seperti gambar berikut.


  • Humidity and temperatur monitoring  control 
         Sensor humidity temperatur merupakan sebuah perangkat pengendali kadar udara dan temperatur dalam ruang / jalur yang sangat penting untuk menjaga kondisi kadar udara sesuai kebutuhan dan sebagai tindakan menjaga kualitas udara. Sensor akan terhubung dengan perangkat interface yang akan mengaktifkan baik blower motor ataupun unit mesin dalam menjaga kualitas udara dan ditampilkan dalam layar LCD ataupun komputer. 



  • Water Heater, Level Controller dan Temperatur Unit. 
Water Heater merupakan bagian penting dalam plant pengendali temperatur selain untuk tujuan biaya dalam hal pengelolaan kebutuhan air dan sebagai tindakan effisiensi energi. 


Semoga bermanfaat !!!
Otomatisasi dan Monitoring Chiller SocialTwist Tell-a-Friend

Saturday, April 23, 2016

Solusi Alternatif Cari Barang Susah, Mahal, dan Indent

Sebagai seorang teknisi, atau engineer lapangan yang sering terdesak dengan kebutuhan barang / spare part / modul controller, kita pernah dibuat "report " dengan barang yang indent ( 1-3 bulan), mahal, dan susah dicari. Hal itu membuat permasalahan jadi makin melebar kemana-mana jika tidak cepat-cepat cari solusi.


Sekedar membantu saja siapa tahu ini bisa berguna untuk mengurangi susahnya cari barang ( karena indent, mahal, dan susah dicari ). Berikut beberapa spare part yang kadang sering membuat agak "rumit" bagi teknisi atau user sekalipun.
  • Modul kontrol WLC ( Water Level Controller )
  • Sensor gas Methane, CO2, CO, N2 (explotion proof)
  • Fire Alarm Modular ( Analog dan Digital Modul)
  • Layar Monitor
  • Modul Data Logger atau recording 
  • Modul Sensor Temperatur
  • dan lainnya
 Beberapa hal yang bisa dilakukan berikut bisa menjadi alternatif solusi yang cepat atau membantu.
1. Module WLC  (water level controller)
Module WLC bekerja berdasar pada prinsipnya terdiri dari 3 atau 4 sensor stick ( bisa dari stainless stell atau alluminium ) sebagai pendeteksi level ( baik air, atau cairan kimia ).  Modul ini dipasaran dijual dengan spesifikasi tegangan 220 Vac ataupun 24 Vdc tergantung dari area pemakaian ( tegangan yang disediakan ). Beberapa produk OMRON dengan tipe 61F-GPN-BC dan 61F-D21T-V1.
Pada dasarnya WLC juga dibuat menggunakan prinsip contact point sama halnya relay, meski telah diubah dalam bentuk kontrol elektronik. Dan seperti halnya prinsip kerja kontrol relay maka WLC juga merupakan gabungan dari beberapa transistor dengan tambahan kalibrasi kepekaan pengukuran. Jika kita lebih suka menggunakan sedikit pemrograman atau microcontroller, maka WLC bisa kita ganti dengan menggunakan microcontroller yang lebih murah meski sedikit usaha untuk membuat program.


Kita bisa melakukan setting level ketinggian yang kita inginkan pada microcontroller baik dengan layar monitor LCD yang menampilkan level yang dikehendaki atau dengan tambahan lampu indikator saja. Alih alih mencari barang indent dan mahal kita bisa memodifikasi " WLC " versi buatan sendiri dengan hal lain yang bisa lebih menarik dan memiliki nilai lebih berupa layar monitor LCD dan alarm signal.



Jika kita berhasil mendesain model baru, maka kendala awal soal sulitnya cari produk atau lamanya pemesanan atau lainnya bisa teratasi.

2. Sensor gas.
Beberapa produk sensor aplikasi industri oil and gas mempunyai kelas tersendiri. Namun guna penyesuaian sistem desin dan faktor ekonomis tidak semua sensor harus menggunakan standart tertentu yang belum tentu tepat. Perlu inovasi dengan menggunakan perangkat microcontroller bisa jadi sebuah solusi efektif. Komposisi detektor gas secara umum terdiri dari unit sensor sendiri dan dilengkapi dengan electronic pengontrol dengan tegangan 24 Vdc dan dengan output 4-20 mA. Untuk mendapatkan hasil presisi pengukuran dan kepekaan sensor, maka dilengkapi dengan adjusment dalam bentuk variabel resistor. Dan juga dilengkapi dengan tombol dan terminal kalibrasi.
Jika kita terdesak kebutuhan,alangkah baiknya membuat sendiri dengan sensor gas yang ada dipasaran dan merakit komponen elektronik atau microcontroller yang sudah siap pakai.

3. Fire Alarm Modul ( sensor, modul 4-20 mA, MCFA )
Beberapa user mengalami kesulitan untuk menentukan pilihan solusi kerusakan unit / system MCFA baik kerusakan unit atau system secara keseluruhan. Penentuhan pilihan antara membeli produk baru, modifikasi atau perbaikan menjadi hal menarik untuk dibahas.

http://alfaperkasaengineering.com/firealarm.htm

Karena memang belum banyak yang menemukan solusi cepat dan efektif mengatasi masalah fire alarm system. Dengan sedikit kerja keras dan keberanian memodifikasi maka solusi desain dan pembuatan sistem fire alarm dengan menggunakan microcontroller ataupun dengan basis teknologi komputer menjadi lebih menarik.
4. Layar Monitor 
Permasalahan utama dalam pencatataan hasil pengukuran ( temperatur, tegangan, tekanan, volume, flow, ampere listrik ataupun ukur kWh adalah tidak tersedianya laporan real ( selain lebih mahal ) dalam layar monitor sehingga harus dengan repot menggunakan cara manual dengan menggunakan tester dan mencatat secara manual.  Penggunaan layar monitor skala 9 inch butuh biaya lumayan. Meski selain segi keuntungan layar 9 inch menjadi lebih tepat, efektif dan lebih tepat namun penggunaan LCD menjadi pilihan.


Hasil pengukuran bisa ditampilkan dalam layar LCD dalam berbagai kebutuhan untuk memperoleh informasi tentang beberapa hal berikut :
  • level kebocoran gas Co2, N2, LPG, Oksigen, Ozon, Benzene, dll. Hal ini lebih effisien dibanding dengan menggunakan layar monitor 9 inch atau layar touchscreen sekalipun data yang ditampilkan tidak selengkap yang didapat, namun bisa mewakili apa yang dikontrol, status kejadian, pergerakan proses produksi, level tangki, atau lainnya. 
  •  Humidity dan temperatur
  • status relay, status pompa, status fan, status diesel start stop engine, auto start stop, temperatur boiler, temperatur heater box, atau status kejadian lain seperti  lokasi kejadian kebakaran dll sesuai dengan kontrol proses dan setting monitoring yang diinginkan. Hal ini memunculkan pilihan sederhana dibalik sulitnya penggantian kontrol monitoring yang cenderung lebih kompleks seperti penggunaan HMI Scada yang cenderung menggunakan layar komputer atau layar monitor touchscreen dan dibilang "agak" mahal. Cukup dengan program microcontroller dan rangkaain trasmitter sederhana hasil pengukuran ataupun setting proses terlihat sederhana namun mewakili informasi yang kita butuhkan. 
  • pengukuran tegangan DC/AC, ampere beban listrik, kwH meter, speed fan, speed conveyor, berat timbangan, pergerakan level tangki, atupun tingkat pencemaran lingkungan.
  • dan lain-lain  
Jika anda mengalami kesulitan mengenai hal ini, anda bisa berikirim surat ke email admin@alfaperkasaengineering.com. Atau berminat untuk dibuatkan sistem dengan part microcontroller atau sistem komputer mengenai kebutuhan diatas, silahkan hubungi di 081218127854.

semoga bermanfaat !! 
Solusi Alternatif Cari Barang Susah, Mahal, dan IndentSocialTwist Tell-a-Friend

Monday, April 11, 2016

pembuatan record performance dan monitoring diesel, pompa, dan motor

Salah satu kegiatan penting dalam menjaga performance mesin diesel pump, genset atau motor listrik adalah dengan melakukan pemantauan rutin berkala terhadap gejala abnormal mesin ( overcurrent,overload, overtemperatur, overspeed, dll ) dan melakukan perencanaan ( untuk jangka panjang ) atau  sekedar melakukan pengendalian kerusakan berlanjut pada mesin seperti kerusakan yang akan terjadi pada bagian kelistrikan seperti gulungan motor ( ataupun panel kontrol ) ataupun mekanis ( bearing, injection, shaft, piston, dinamo starting, dll ). Tindakan penting yang tidak boleh ketinggalan adalah melakukan data logging secara otomatis dimana data kerusakan, abnormal atau penyimpangan tercatat / dicatat secara otomatis dalam program komputer atau microcontroller.


Hal tersebut dapat dilakukan dengan melakukan penambahan peralatan monitor ( berupa sensor tekanan oli, sensor arus, sensor tegangan, sensor getaran / vibrasi, display temperatur  atau display tegangan dsb ) berupa layar LCD pada mesin dan melakukan recording secara otomatis yang bisa disimpan dalam data mesin yang bisa dicetak atau dilihat sewaktu-waktu. Atau dengan hanya sekedar membuat alarm deteksi gejala abnormal dalam bentuk tampilan LCD dan sedikit alarm sinyal berupa buzzer atau rotary lamp.


Beberapa alasan mengapa hal ini penting dilakukan sebagai kegiatan aatau tindakan management maintenance atas mesin-mesin yang penting dan mempunyai tingkat kecenderungan kerusakan ataupun volume pemakaian yang tinggi adalah berikut :

1. Menjaga performace mesin tidak bisa hanya mengandalkan operasional harian yang kadang dan bahkan sering disebut " bekerja terlambat " artinya bekerja keras memperbaiki mesin setelah diketahui mesin rusak. Sungguh tidak effisien dan baik bagi pekerjaan maintenance yang super padat. Perlu dibuat alat bantu monitoring ( dalam bentuk alat pemantau dan alat emergency alarm yang bekerja 24 jam dengan tampilan informasi dan layar serta tanda alarm emergency shutdown atau warning signal.

2. Performace mesin tidak bisa dipantau secara manual dan tidak akan mendapatkan hasil baik ( apalagi pemangkasan biaya operational ) apabila hanya mengandalkan petugas pencatat untuk melakukan monitoring performace mesin ataupun mengecek kerusakan ataupun gejala kerusalakan.

3. Beberapa kegiatan maintenance meliputi perencanaan perawatan dalam bentuk pengadaan sistem control dan monitoring yang lebih cepat dan mampu mengantisipasi gejala kerusakan sebelum kerusakan vatal terjadi. Peralatan dan bentuk sistem monitoring yang bisa dibuat dapat meliputi sistem monitoring lokal dan sistem serial monitoring dimana seluruh unit mesin termonitor dalam satu pada ruang control.

4. Sistem monitoring tidak harus mahal dan komplek. Namun intinya murah dan sederhana atau mampu menggantikan sistem yang sebelumya yang dibilang mahal. 

Bagaimana membuat sistem monitoring ?
beberapa tujuan pembuatan sistem monitoring adalah :
  • memudahkan pemantauan yaitu dengan menampilkan hasil pengukuran ke control room baik melalui jalur kabel ataupun dengan sistem jarak jauh ( untuk kondisi unit system yang lokasinya relatif jauh ). Pemantauan dapat dilakukan dengan sistem GSM ataupun dengan gelombang radio. Untuk sistem kabel dapat digambarkan seperti gambar berikut : 

pembuatan record performance dan monitoring diesel, pompa, dan motor SocialTwist Tell-a-Friend

Thursday, March 24, 2016

Building Automation System tidak harus mahal

Beberapa kali mengamati dan melakukan pekerjaaan automation system untuk gedung atau pabrik, baik berupa kontrol monitoring AHU, Cooling Water, Hot Water, Automatic Schedulling Ligthing, Pump room control and monitoring, ataupun Fire Alarm sistem berbasis komputer ( dengan pemrograman komputer ) dan beberapa permintaan secara langsung dari user ataupun lewat partner kerjasama saya coba mengulas disini beberapa hal penting tentang persoalan pekerjaan sistem building automation /intelligent building automation /smart building automation yang cukup penting dibahas. Coba bayangkan saja jika hal ini tidak diamati secara serius akan muncul beberapa pertanyaan dari user atau pihak terkait tentang persoalan berikut :

1. Pembuatan building automation system ( "smart building system ") terbilang investasi yang cukup dibilang mahal ( bagi beberapa pihak yang memiliki asset yang terbatas. )
2. Pembuatan building automation / smart building system seharusnya datang dengan memberikan solusi dan effisiensi dari produk, harga, ketepatan atau daya guna produk atau sistem yang ditawarkan. Namun seringkali sistem atau produk yang ditawarkan tidak selalu menjawab kebutuhan dan permintaan yang diinginkan ( harga, effisiensi alat / produk, tingkat efektifitas produk dan harga selalu muncul bersamaan dengan kebutuhan atau tepat guna )
3. Building automation system kadang ditawarkan dengan sistem atau produk yang baku dan maaf kadang tidak disesuaikan dengan situasi dan kondisi internal user yang tertarik dengan pemantaan sistem otomatisasi gedung ( BAS ) dan menjadi berbalik tidak tertaik dengan sistem bas yang ditawarkan.
4. dan lain-lain yang bisa terjadi anggapan bahwa building automation belum waktunya dilakukan.


Kenapa hal ini bisa terjadi dan  bagaimana solusinya ?
Sebelum menjawab, coba simak apa saja sebenarnya yang dibutuhkan ketika seseorang menginginkan pembuatan sistem building automation yang meliputi 9 sektor energi seperti digambarkan pada gambar berikut : 


  • pembuatan kontrol monitoring temperatur dan humidity plumbing dan fire alarm sistem  
  • pembuatan scheduling lighting dan ahu
  • pembuatan sistem kontrol monitoring flow baik flow switch pump ataupun flow switch spinkler fire hydrant
  • pembuatan kontrol monitoring temperatur ruang trafo, ruang EDP/ IT, atau ruang LVMDP 
  • pembuatan sistem deteksi kebocoran gas LPG, NH3, CO2, N2, O2 dalam gedung atau pabrik serta kontrol monitoring 
  • pembuatan sistem kontrol monitoring level tangki dan pompa baik untuk pompa air bersih, air kotor atau air untuk pengendalian atau pemadaman kebakaran. 
  • pembuatan sistem kontrol dan monitoring genset ( auto charging atau auto running for emergency case, atau sinkronisasi )
  • pembuatan sistem security, CCTV dan monitoring fire hydrant / fire alarm
  • dan lain-lain
Untuk mencapai kesepakatan atau titik temu antara pemakai ( bicara soal perangkat, keandalan, harga, effektifitas sistem diperlukan pendekatan beberapa hal penting berikut :
  • penawaran produk alternatif yang lebih murah, dengan kemampuan pendukung aplikasi bas.
  •  pembuatan sistem  yang disesuaikan dengan tingkat kondisi dan permasalahan yang ada. Tidak harus semua sistem ditawarkan dengan produk kelas mahal tapi meski disesuaikan dengan kapabilitas alat dan kondisi internal user. 
Sistem BAS / smart building automation memang menarik untuk terus dikembangkan di tiap-tiap gedung secara terintegrasi namun tetap disesuaikan. Pemilihan produk harus tetap jadi pilihan user dengan beberapa spesifikasi teknis yang memenuhi syarat. Spesifikasi perangkat secara umum haruslah memiliki beberapa fungsi kegunaan dengan kemampuan seperti hal-hal berikut :
  • mempunyai kecepatan respon terhadap gangguan dalam menyampaikan data ke control room
  • mempunyai komponen-komponen yang bisa tergantikan dengan produk lain. 
  • mempunyai kemudahan dalam setting konfigurasi apabila digantikan dengan produk lain.
  • mempunyai kemudahan dalam rekonfigurasi, sistem maintenance, dan instalasi. 
  • dan beberapa hal lain..
Untuk mencapai tujuan-tujuan pembuatan sistem bas yang perlu dikembangkan adalah mengenai beberapa pertimbangan berikut :
1. Bas tidak harus mahal dan tidak selalu berupa produk dengan kapasitas hebat, namun kalau bisa kecil dan bermanfaat dan memenuhi level harga yang diinginkan.
2. Bas memerlukan kematangan pembuatan sistem dan harga, serta efektifitas perangkat dari teknisi atau engineer atau consultant yang mengerti perkembangan sistem bas. Alhasil tidak selalu bas itu mahal.

mudah-mudahan bermanfaat !!
Building Automation System tidak harus mahal SocialTwist Tell-a-Friend