Saturday, October 6, 2018

Integrated Marine Automation System

 
 

K-Chief 600 merupakan produk untuk system alarm komersial, monitoring dan control system yang dirancang untuk mendapatkan safety dan reliability yang dibutuhkan dari standart mesin kapal yang didalamnya meliputi cargo, bulk dan RO-RO, container ships, ferries ROPAX, fishing coastal, research dan survey kapal, tanker.

X-Connect dari Ulstein merupakan upgrade system monitoring kapal dengan beberapa kemudahana dalam hal  :
  • Marine automation platform
  • X-Connect tooling - lebih menghemat waktu dan bekerja lebih smart
  • Tool konfigurasi yang effisien
  • Mudah untuk mengganti dan mengembangkan system
  • Operational reliability - segmented modules
  • Full control dengan melalui system konfigurasi

ULSTEIN AMS™ is an alarm and monitoring system for ships making it possible to monitor various processes and operations on board a vessel.

CV. Solo Jaya Teknik berkolaborasi dengan CV. Alfa Perkasa Engineering melayani design system control dan monitoring system perkapalan dalam hal  :


  • Pembuatan system Main Switchboard
  • Pembuatan Emergency Switchboard
  • Pembuatan Motor Control Centre
Dan pengembangan system control monitoring
  • Alarm dan monitoring system
  • Engine vessel control monitoring



Semoga bermanfaat !!


Integrated Marine Automation System SocialTwist Tell-a-Friend

Thursday, August 9, 2018

Kontrol proses CPO dan Volume Tangki

Prinsip produksi CPO dan pengendalian sistem produksi merupakan gabungan sistem instrumentasi pengukuran dan management data bahan baku yang harus dikerjakan secara baik dengan menggunakan perangkat yang memadai dan operator proyek yang baik pula.  Pengendalian sistem produksi CPO bisa dimulai dari pendataan bahan dan perencanaan produksi. Dan hal ini membutuhkan sistem monitoring pengendalian bahan baku dalam bejana penyimpanan tangki. Hal ini pula yang akhirnya menentukan kapasitas produksi yaitu dalam hal kemampuan pengendalian volume dan kapasitas tangki.



Pengendalian dengan cara manual seharusnya dalam hal kapasitas produksi yang besar sangatlah tidak efektif dan tidak effisien. Proses pengendalian volume tangki memerlukan prinsip monitoring dan pembuatan sistem control yang lebih baik. Hal ini menyangkut pengaruh temparature, density dari produksi CPO yang berubah dalam setiap kali pengukuran. Untuk mendapatkan keakuratan data pengukuran, maka diperlukan pembuatan sistem kontrol yang memadai. Sistem kontrol monitoring dapat dibuat dalam skala lokal maupun bersifat online.


Salah satu kelengkapan dalam proses pengendalian proses produksi cpo adalah tersedianya kontrol panel yang memadai dengan tingkat keamanan, keakuratan dan kecepatan akses data produksi yang baik. Hal ini bisa dicapai dengan membuat kontrol panel lokal dengan sekaligus pembuatan sistem pengendalian online dari tangki penyimpan, sistem boiler dan sistem transferring yang memadai yang terpantau secara sistematis dan akses yang aman dan cepat.

Pembuatan sistem kontrol tangki online 
Pembuatan sistem kontrol tangki online melibatkan beberapa komponen pengendali dan sensor pengukuran parameter yang bekerja secara terkoordinasi untuk melaksanakan tugas monitoring dan pengendalian temperature dan level tangki. Temperatur dan Level transmitter akan menghasilkan output analog yang akan diproses dalam sebuah processor controller untuk kemudian data analog akan diproses dan ditampilkan dalam layar monitor dengan prinsip terkoordinasi lewat pemrograman komputer. 

Dalam pembuatan system komunikasi data jarak jauh temperature dan level tangka maka dibutuhkan perangkat infrastruktur jaringan dengan komponen utama adalah PC sebagai server dengan spesifikasi  :

Windows desktop atau sistem operasi server  keluaran  Microsoft,   diantaranya  termasuk  :

               • Microsoft Windows XP Service Pack 3 atau sebelumnya
               • Microsoft Windows Vista Service Pack 1 or later
               • Microsoft Windows 7,  semua versi
               • Microsoft Windows Server 2003 Service Pack 2 atau sebelumnya
               • Microsoft Windows Server 2008,  semua versi
Dengan spesifikasi hardisk
·   Minimum free space 500 MB hard drive
·   Ethernet adapter atau jaringan wireless
·   USB Port ( optional, digunakan dengan hard key licencing )

·   Serial COM ports dan adapter digunakan untuk komunikasi dengan modem

Unit PLC menerima data 4-20 mA dari temperatur dan level transmitter, data yang diterima oleh controller berupa besaran analog  diubah menjadi besaran digital oleh ADC ( Analog to Digital Converter ) agar dapat diproses oleh microcontroller. Oleh microcontroller data digital tersebut diubah kembali kedalam besaran analog 4-20 mA atau 0-10 Vdc. Melalui penggunaan software / utility driver  data tersebut di konfigurasi sehingga menghasilkan data digital yang oleh komunikasi serial RS 232 dikirimkan ke komputer untuk ditampilkan kembali sebagai  data hasil pengukuran temperatur dan level tangki seperti pada tampilan display berikut 



Sistem kontrol monitoring tangki  dengan database yang akurat dan accountibilitas pengukuran yang akurat akan menghasilkan tingkat produktivitas baik pekerjaan ataupun produksi. 

Alat alat dan Perangkat yang dibutuhkan :
1. Software HMI-SCADA ....... klik disini !
2. PLC Mitsubhisi  ................... klik disini !
3. Router  ................................. klik disini !
4. Mini PC / Desktop  .............. Klik disini ! 
5. Modem GSM/GPRS ..........,. Klik disini !

Konsultasi dan Proyek kirimkan permintaan ke email atau kontak ke 081218127854 (WA )

Semoga bermanfaat !!
Artikel terkait :


Kontrol proses CPO dan Volume Tangki SocialTwist Tell-a-Friend

Instalasi FM 200 System





Seiring dengan pertumbuhan jumlah gedung diperkotaan atau jumlah kepadatan lalu lintas jalan raya, maka sistem pemadaman dengan menggunakan media air mulai perlu ditinggalkan. Berikut beberapa alasannya :

  • Air mulai sulit didapatkan dengan cepat mengingat jumlah debit air yang tidak selalu tersedia seperti dulu.
  • Pemadaman kebakaran dengan menggunakan air akan meninggalkan dampak berupa air kotor yang tertinggal pada seluruh isi gedung dan kadang air sungai yang tidak sehat dan sedikit berbau.Maaf kadang sangat berbau.
  • Pemadaman kebakaran dengan air seringkali dikawatirkan akan mengakibatkan dampak konsleting atau hubungan arus pendek listrik yang akan memunculkan kebakaran baru pada tempat lain. 
  • Kepadatan lalu lintas jalan raya yang semakin tinggi akan sangat merugikan jalannya mobil kebakaran menuju lokasi kebakaran sehingga sangat menghambat waktu / proses pemadaman. 
  • Air tidak selalu menghambat kebakaran atau meredakan kobaran api kebakaran, namun kadang menjadi media konsleting arus pendek pada kabel yang sudah terbakar dan berdampak menimbulkan percikan api baru. Air lebih cocok untuk media kertas, kayu atau bahan alami lain seperti debu, kertas yang mudah terbakar. Tapi tidak selalu cocok untuk pemadaman api pada kabel listrik yang terdapat pada " plafon " bangunan gedung tinggi.
  • air akan menghantarkan arus listrik, sehingga menyebabkan hubungan arus pendek yang menyebabkan kebakaran lebih besar.
  • dan masalah lainnya yang sering kurang diperhatikan, 
Oleh karena itu, melihat pertumbuhan bangunan perkotaan dan jumlah bangunan tinggi yang semakin bermunculan di kota-kota besar akan menyulitkan proses pemadaman  yang dilakukan oleh petugas mobil pemadam kebakaran.

Perkembangan teknologi kimia saat ini telah merubah cara pemadaman api dengan cara sedikit berbeda yaitu dengan menggunakan bahan-bahan kimia yang tidak mencemari lingkungan, bersih, dan tidak berbau. Seperti dengan diketemukannya serbuk pemadam api : Soda Acid, Foam (busa), CO2, Dry Chemical BC, Multipurpose ABC atau Thermatic  untuk memadamkan api. Aplikasi yang bisa didapatkan dengan penemuan bahan kimia pemadam kebakaran tersebut adalah pada area gedung atau bangunan pabrik yang mempunyai plafon / atap asbes dengan cable tray atau jalur kabel diatasnya. Atap plafon merupakan tempat terbaik bagi sumber-sumber kebakaran yang sangat penting untuk diwaspadai.



Keuntungan Alat Pemadam Liquid Gas / Gas Cair AF11

  • Alat pemadam api mutliguna, cocok untuk memadamkan semua jenis api baik itu Kelas A, B dan C
  • Diperuntukan khusus untuk memadamkan api dengan cepat dari bahaya kebakaran yang di sebabkan oleh peralatan listrik, cairan yang mudah terbakar, maupun benda padat yang mudah terbakar
  • Aman untuk melindungi peralatan elektronik yang sensitif dan peralatan kantor modern
  • Tidak meninggalkan Residu setelah penggunaan bila dibandingkan dengan Jenis Alat Pemadam Api Powder yang meninggalkan serbuk kimia kering
  • Memiliki GWP (Global Warming Potential) ODP (ozonedepletion potentia) yang rendah dan di fungsikan sebagai pengganti Halon
  • Garansi Tabung 3 tahun dan isi 3 tahun
Instalasi FM 200 System SocialTwist Tell-a-Friend

Monday, August 6, 2018

Modifikasi Zona Sprinkler dan Cara Baru Penanganan Kejadian Kebakaran




Sistem kontrol sprinkler dan pompa hydrant merupakan hal penting yang harus dipertimbangkan dalam rangka antisipasi kebakaran pada gedung. Sebagaimana telah dibahas sebelumnya persoalan kontrol pompa hidrant dengan gsm/gprs maka tidak kalah pentingnya juga bagaimana membuat sistem sprinkler zona dan pompa yang dikontrol dengan penggunaan  gsm/gprs. Mengapa begitu penting sistem zona sprinkler dan kontrol pompa ini...

Seperti diketahui, kebakaran besar tidak bisa dihindari dan kepanikan akan terjadi dan sistem mcfa akan menjadi alat yang sangat penting dan vital. Pra kebakaran atau pecahnya sprinkler juga perlu disiasati sebelum menimbulkan  kepanikan dalam gedung dengan sistem zona akibat semburan air dimana mana. Kebakaran besar juga perlu penangangan  pintar saat petugas atau orang tidak bisa menembus api yang besar dan fire alarm pun kurang bisa diandalkan jika  petugas tidak dilengkapi dengan sistem penanganan kebakaran yang baik tentang penanganan kebakaran besar. Alhasil  lalapan api sudah tidak bisa dikendalikan. Bagaimana solusi untuk kondisi ini ?

Unit sprinkler bekerja setelah head of sprinkler terkena paparan temperatur cukup tinggi dan berdampak pada pecahnya sprinkler. Dan jika hal ini terjadi maka false alarm akan berbunyi sesaat setelah  flow switch aktif. Hal ini akan memberikan signal alarm ke panel mcfa dan operator bisa mengambil alih pengendali untuk mengaktifkan langsung pompa hidrant atau melakukan survei terlebih dahulu sebelum menghidupkan  pompa hydrant setelah pasca pecahnya sprinkler.
Pasca tombol pompa hydrant diaktif maka satu area atau bahkan beberapa area penuh dengan air hydrant. Kepanikan  akan timbul dan menimbulkan masalah pada semua level tingkat gedung atau bangunan. Dan jika  tidak menggunakan sistem kontrol dengan sistem zona maka dapat dilihat bahwa seluruh gedung akan penuh atau  basah dengan air hydrant.

Pertanyaannya .. apakah ini effektif dan tepat sasaran ? Jika berdasar pada sistem kontrol zona maka
sistem dengan semburan air hydrant seperti itu tidaklah tepat menyelesaikan masalah. Ya betul... masalah  kebakaran teratasi namun masalah lain akan muncul... yaitu seluruh ruangan dan lantai penuh basah dengan  air hydrant serta kadang menimbulkan kepanikan dimana mana. Dan bagaimana jika kebakaran besar benar benar terjadi  apakah operasional sistem mcfa dapat diandalkan atau dioperasikan saat gedung terbakar...Adakah petugas yang  akan tetap mengoperasikan fire alarm di tengah kepungan api kebakaran.. ?? Inilah yang menjadi kenyataan dan tantangan untuk membuat sistem pemadaman dengan cara lebih aman dan cepat bahkan saat kebakaran besar sedang terjadi...

Bagaimana mengatasinya ?
Sistem MCFA dibuat dengan pendeteksian zona dan secara keseluruhan terhubung ke pusat pompa hydrant. Namun  dalam kebanyakan sistem piping yang dibuat, sistem piping hydrant kurang tepat dalam hal eksekusi proses pemadaman  yaitu bagaimana melokalisasi area kebakaran. Inilah yang perlu ditambahkan dalam sistem mcfa yaitu sebuah modifikasi.



Modifikasi sistem zona sprinkler dan cara baru penanganan kejadian kebaran
Langkah modifikasi dilakukan dengan tujuan meminimalisir semburan air hidrant. Yaitu dengan membuat sistem kontrol  relay yang terhubung dengan sebuah solenoid valve on/off yang bekerja atas perintah panel mcfa ( setelah  dimodifikasi). Bagaimana memodifikasi sistem mcfa. ? Langkah pertama adalah dengan menambahkan sebuah rangkaian sensor  pada tiap tiap zone dan memasukkan sebuah controller tambahan yang berfungsi mengatur relay yang terhubung ke  selenoid valve on/off. Langkah kedua adalah dengan membuat trigger command yang memerintahkan relay untuk bekerja.  Trigger dapat dibuat dengan 2 cara yang bekerja atas dasar sistem zona yaitu melalui tombol push button atau dengan  menggunakan perangkat gsm/gprs. Dua trigger command ini akan dapat digunakan secara bersamaan ataupun secara terpisah  sesuai dengan kondisi di lapangan.

Trigger Command dengan sistem gsm/gprs.
Trigger dibuat dengan menggabungkan perangkat gsm/gprs ke dalam rangkaian control mcfa. Yaitu melalui media sms  atau dengan media internet tergantung keinginan dan tingkatan system yang akan dibuat. Jika sistem mendeteksi adanya  area zona terindikasi kebakaran atau asap atau alarm semu maka sistem modifikasi akan mengirimkan alarm tanda  kebakaran ke panel lokal dan sekaligus sistem akan mengirimkan sms atau sinyal indikasi ke handphone dengan indikator zona false alarm. Dengan indikasi ini petugas bisa mengambil tindakan pencegahan dengan menekan tombol
zona bermasalah dan sekaligus sebagai tanda aktivasi pompa hidrant ON dan solenoid valve zona ON. Jika keadaan kebakaran cukup  berbahaya maka pekerjaan aktivasi pompa on dan selenoid open bisa dilakukan dengan menggunakan sistem sms atau  internet secara lebih cepat dan aman saat kebakaran sudah benar benar terjadi.

Alat alat dan Perangkat yang dibutuhkan :
1. Modul GSM/GPRS        ....... klik disini !
2. PLC Mitsubhisi  ................... klik disini !
3. Microcontroller..................... klik disini !
4. Panel Fire Alarm .................. klik disini !

Konsultasi dan Proyek kirimkan permintaan ke email atau kontak ke 081218127854 (WA )

Pertanyaan seputar perangkat dan proyek silahkan kirimkan ke email atau isikan ke bagian komentar . ..
Semoga bermanfaat !!

Artikel terkait :
- Perawatan Sistem dan Panel Fire Alarm 
Upgrade Sistem Fire Alarm ke Komputer
Perbaikan Fire Alarm Rusak
Warning Emergency System by GSM /GPRS 
-  Modifikasi system mcfa dengan Komputer
- Dry Chemical Thermatic Fire Extinguisher 

Modifikasi Zona Sprinkler dan Cara Baru Penanganan Kejadian Kebakaran SocialTwist Tell-a-Friend

Sunday, July 15, 2018

Bagaimana memperbaiki atau memodifikasi Fire Alarm panel yang rusak

Fire alarm panel sering kali mengalami kerusakan yang bermacam-macam. Kerusakan tersebut bisa diakibatkan dari beberapa hal termasuk gangguan pengkabelan dalam jarak yang cukup panjang. pengkabelan yang tidak terkontrol dan tanpa proteksi overcurrent atau lost of current seringkali menyulitkan  perbaikan dimana dan bagian apa yang rusak atau mengalami gangguan.

Memperbaiki kerusakan Panel Fire Alarm..
Untuk dapat melakukan perbaikan kerusakan panel fire alarm tidak ada yang pasti bahwa perbaikan kerusakan dapat berhasil dengan baik untuk jangka waktu yang lama. Sebab tidak semua kerusakan berasal dari satu sumber saja, tetapi oleh beberapa sumber penyebab kerusakan...




Modifikasi sistem panel lama dengan penggunaan sistem baru...
Beberapa alasan modifikasi panel fire alarm adalah
  • memudahkan monitoring dari ruang kontrol room atau petugas security
  • mempercepat penemuan lokasi terjadinya gangguan baik asap.. api .. atau kerusakan lainnya seperti alarm semu dan sebagainya
  • mempermudah lokasi pencarian dengan melihat pada layar komputer atau pada layar monitor LCD yang disediakan di panel alarm yang besangkutan.
  • dan masih banyak lagi sesuai kebutuhan...

Berikut beberapa permintaan modifikasi panel alarm ...

Modifikasi pada dasarnya bisa dilakukan dengan menambahkan perangkat tambahan pada panel alarm lama. Sedangkan modul lama masih dipergunakan seperti biasanya. Modifikasi dimaksudkan untuk mengubah dari sistem konvensional kepada sistem semi addressable... atau dari semi addressable ke sistem full addressable.

 Semoga bermanfaat !!
Artikel terkait ..
- Perawatan Sistem dan Panel Fire Alarm 
Upgrade Sistem Fire Alarm ke Komputer
Perbaikan Fire Alarm Rusak
Warning Emergency System by GSM /GPRS 
Bagaimana memperbaiki atau memodifikasi Fire Alarm panel yang rusakSocialTwist Tell-a-Friend

Friday, July 6, 2018

Web Base Monitoring Control HVAC and Saving Energy Alternatif

Penggunaan Web Base remote kontrol pada HVAC pada suatu gedung merupakan terobosan preventive maintenance dengan pemanfaatan teknologi komunikasi data jarak jauh lewat internet.Era teknologi bisa dimanfaatkan dalam hal preventive maintenance melalui monitoring unit-unit utility lain seperti generator, diesel pump, electrical pump dan sebagainya dengan melalui komunikasi data jarak jauh Web Base guna mendapatkan data data operasional unit dengan tujuan menjaga performance unit secara lebih real - transparant - low cost dan informatif.



Beberapa parameter penting untuk dipantau secara web base remote pada unit HVAC sangat banyak berhubungan dengan
1. Ampere motor compressor,
2. Low High Suction Pressure
3. Tingkat kebocoran udara dan effisiensi chiller
4. load performance
5. Water Flow Rate
6. Water Temperatur Inlet Outlet
7. Temperature Tubing dari Heat Transfer
8. refrigerant leak and level

telah mengubah model sistem preventive maintenance dari pemantauan kondisi secara manual ( pendataan kondisi mesin harian / mingguan ) ke sistem / model Web Base Monitoring. Seperti diketahui dampak negatif paling sering didapati dari pemantauan / monitoring HVAC yang dilakukan secara manual adalah tingginya biaya pelaksanaan / operasional unit mesin berada di ketinggian gedung yang harus dijangkau dengan lift. Dan ini memunculkan pemborosan energi listrik. Selain itu dampak negatif lain pengecekan secara manual adalah sifat ketidakkonsistenan pekerjaan pemantauan system secara keseluruhan.



Prinsip dasar Kontrol Monitoring Remote Web Base
Pemantauan dan pengoperasian unit HVAC secara manual terkadang kurang informatif dikarenakan  keterbatasan informasi baik dari operator staff ataupun unit system itu sendiri yang tidak dilengkapi dengan sistem kontrol monitoring yang bisa memberikan informasi secara cepat ke tangan maintenance ataupun jajaran management.

Langkah penting mengatasi keterbatasan informasi unit tersebut adalah melalui pembuatan sistem remote database  dalam unit server remote yang akan  difungsikan sebagai
- unit Server yang memberikan informasi real, cepat dan informatif
- sistem informasi yang memberikan data laporan harian kerusakan / daily maintenance, dan hystorical report  - sebuah sistem yang mampu bekerja memberikan data alarm/ kerusakan secara visual, e-mail otomatis
- sebuah server yang membantu menginformasikan titik titik kritis  HVAC  sebagai bahan evaluasi perbaikan ataupun preventive maintenance.

Saving Energy Alternatif  HVAC Modification and Project

Salah satu langkah perbaikan penghematan energy hasil system HVAC adalah dengan mengatur timing start stop fan dan compressor  sesuai kebutuhan.  Namun juga bisa dilakukan dengan mengatur kecepatan / speed control pada motor fan dan motor compressor.

Secara umum saving energy bisa dilakukan dengan melalui pemanfaat akhir temperatur inlet dan outlet air yang dihasilkan selama proses untuk kemudian dimanfaatkan kembali secara terkoordinasi dengan pemanfaat  air panas dan air dingin dalam sistem energy saving secara terkontrol seperti digambarkan dalam gambar berikut...

Pengendalian temperatur air baik panas ( hot water ) atau temperatur dingin ( cold water ) dapat ditambahkan dengan tujuan saving energi panas dan dingin pada tangki cold water storage tank dan hot water storage tank melalui prinsip heating atau cold transfer energy untuk kemudian dipergunakan kembali sesuai kebutuhan setelah melalui sistem kontrol monitoring tambahan di panel pengendali.


Pembuatan system mini-remote HVAC

Pembuatan sistem monitoring chiller - ahu dilakukan dengan tujuan mendapatkan data data operasi unit mesin, memeriksa kondisi unit mesin, dan melakukan analisa kinerja dan performace unit sehingga akan didapatkan effisiensi kerja mesin serta mendapatkan peningkatan kinerja unit mesin, serta menurunkan tingkat pemakaian energy listrik..


 Semoga bermanfaat !!
 Artikel terkait :
- Sistem monitoring asset industri dan gedung 
- Pembuatan kontrol remote monitoring system hydrant ..
Web Base Monitoring Control HVAC and Saving Energy AlternatifSocialTwist Tell-a-Friend

Tuesday, May 29, 2018

Perancangan dan Pembuatan BAS


http://alfaperkasaengineering.com/bas.htm

Pengertian BAS :
BAS sendiri secara sederhana diartikan membuat system kendali otomatis dan monitoring unit baik untuk tujuan pengoperasian dan atau pengendalian unit unit agar sesuai dengan tujuan effisiensi dalam hal penghematan energi, kemudahan operasi, kemudahan monitoring, maintenance dan kehandalan system terkait.

Tidak bisa dipungkiri untuk membuat system BAS membutuhkan keahlian teknis dan anggaran yang "lumayan" dan karena itu perlu disiasati dengan penciptaan perangkat yang terjangkau secara teknis dan anggaran biayanya. Serta apa saja yang harus disediakan dalam membuat sistem BAS yg sesuai dengan teknis anggaran yang direncanakan.

Sebenarnya apa dasar pembuatan BAS itu sendiri ..dan apa yang perlu disiasati ?
Secara sederhana sistem kontrol adalah berfungi sebagai pengendali unit baik secara manual ataupun secara otomatis ( melalui penggunaaan sensor sensor, transmitter, transducer dll ) yang difungsikan untuk menggerakan dan mengontrol unit agar sesuai dengan yg diinginkan untuk tujuan kemudahan
operasi ataupun effisiensi operasi dan kemudahan maintenance secara umum. Sistem kendali kontrol dapat dibuat secara sederhana dengan menggunakan perangkat sensor sensor, relay, ataupun microcontroller dan beberapa transmitter yang dirangkai untuk fungsi kontrol dan pengendalian perangkat perangkat seperti fire alarm system, hydrant pump system, generator set, panel LVMDP,  Air Handling Unit AHU, Chiller, Compressor, Duct System, Fire Handling Extinguisher System secara terintegrasi terpadu.

Apa sebenarnya yang bisa dilakukan dengan penggunaan BAS ?
Tanpa BAS - unit kontrol Hydrant Pump Bisa dioperasikan secara manual
Tanpa BAS - unit kontrol AHU Chiller bisa dikendalikan secara lokal untuk mengatur temperatur
Tanpa BAS - unit LVMDP bisa di monitor secara manual melalui petugas terkait.
Tanpa BAS - unit kontrol Ducting bisa dioperasikan atau dikendalikan dengan lokal panel

NAMUN.... TANPA BAS.. semua kegiatan dilakukan dalam keterbatasan .
TERBATAS dalam hal kemudahan monitoring dan kontrol status unit terkait secara cepat dan akurat
TERBATAS dalam hal kemampuan penyampaian kerusakan secara dini unit unit terkait
TERBATAS dalam memantau gejala gejala dini kerusakan unit terkait sebelum kerusakan besar terjadi
TERBATAS dalam hal cara pengoperasian secara full otomatis ( tanpa campur tangan operator ).

Apa yang bisa dilakukan dengan BAS ?
Unit System BAS mampu mengintegrasikan semua kebutuhan keinginan pengguna / operator dalam melakukan kegiatan kontrol kendali dan monitoring semua unit terkait dalam satu platform integrasi terpusat baik berupa  status unit, alarm signal, data record operasional, data record kejadian atau kerusakan dalam satu platform layar operasional di ruang kendali.

Unit system BAS melakukan effisiensi dalam hal :
WAKTU -- dimana tidak lagi diperlukan waktu yang lama untuk mengetahui status ataupun data unit yang berjarak agak jauh atau di lantai gedung yang lain.
KECEPATAN -- dimana seluruh data kejadian atau peristiwa atau operasioanl unit terkait secara cepat dapat diketahui dengan sekali "klik" dalam platform operasi tentang status, alarm, error, alarm, dan pendeteksian kerusakan secara cepat.
KEMUDAHAN -- dimana seluruh unit dilengkapi dengan sistem konfigurasi ataupun setting dalam hal schedule operasional unit, alarm system, troubleshooting, data record kejadian harian, mingguan, bulanan



Bagaimana memulai membuat BAS ?
Untuk membuat BAS tidak selalu dimulai dalam skala besar.
BAS itu sangat flexible. Bisa dikembangkan dalam skala kecil yang berbentuk sistem kendali terintegrasi antara panel kontrol lokal dengan unit komputer ataupun dari panel kontrol lokal dengan unit kontrol jarak jauh melalui komunikasi wireless, GSM/GPRS atau Jaringan radio. Artinya kita bisa memulai dari 2 atau 3 unit terkait yang secara terintegrasi dikendalikan menggunakan dan dalam satu kendali baik unit komputer atau peraangkat lainnya seperti android ataupun jaringan GSM/GPRS.

Sebagai contoh adalah pembuatan system integrasi antara unit hydrant system dengan panel kontrol pusat komputer atau melalui jaringan GSM. Unit Hydrant difungsikan secara terpadu dan dikendalikan bukan hanya dari panel lokal namun juga lewat jaringan pusat kendali ataupun lewat jaringan GSM...Apakah system hydrant terintegrasi ini juga bisa didesain menjadi / difungsikan seperti sebuah BAS ?



Alasan kenapa hydrant system lebih tepat diintegrasikan dalam fungsi kendali BAS?
Hydrant system merupakan unit fital yang mengendalikan dan mencegah kebakaran. Dalam hal hal prinsip desain panel hydrant secara umum panel kontrol system hidrant bisa dikategorikan sebagai panel kontrol terpisah berdiri sendiri ataupun bisa diintegrasikan dengan pannel fire alarm ( namun tidak semua unit hydrant terintegrasi dengan unit fire alarm system ). Sistem kontrol panel hydranr yang berdiri sendiri sering kali tidak berfungsi secara maksimal. Selain karena keterbatasan dalam hal perawatan atau karena minimnya preventive maintenance maka system kontrol hydrant atau unit mesin pompa terkair kadang tidak berfungsi dengan baik saat dibutuhkan. Bukan hal yang baru lagi bahwa sistem kendali jenis ini kurang bisa difungsikan secara maksimal.

Apa saja keuntungan system integrasi hydrant dengan BAS ?
Salah satu fungsi BAS adalah kemudahan dalam penyediaan schedule warming up operasi diesel pump, electrical pump atau jockey pump yang bisa dikendalikan dari luar panel kontrol hydran sesungguhnya. Kontrol hydrant akan bisa dikendalikan dari unit system lain secara terintegrasi. Prinsip ini juga berlaku untuk sistem kendali pompa jarak jauh secara terintegrasi ke unit kontrol pusat. Penyediaan System Scedule Warmign Up operasional Diesel Pump merupakan keharusan di saat keandalan dan kesiapan sistem pompa untuk bisa bekerja secara baik saat dibutuhkan.

Apakah sistem modifikasi ini bisa bekerja dan difungsikan secara maksimal ?
Jawabnya YA !. Hal hal yang dibutuhkan adalah berupa unit kontrol yang mampu mengkomunikasikan perintah untuk dilakukannya proses Warming Up Diesel Pump, electrical Pump atau Jocky Pump secara terkontrol dan ter-schedule sehingga akan meningkatkan kesiapan dan fungsi unit hydrant secara keseluruhan. Alat kontrol yang bisa memberikan tersebut dapat dipakai sebagai kendali baik dengan sistem jaringan kabel atau dengan jaringan GSM/GPRS sesuai dengan tingkat layanan kebutuhan.

Semoga bermanfaat ...
Perancangan dan Pembuatan BASSocialTwist Tell-a-Friend