Sunday, July 28, 2013

Instalasi Sensor Gas dan Setting Fire Alarm

Jika anda pernah menangani persoalan sensor ( detector ) gas, maka seringkali yang akan anda ingat adalah sebuah alat yang dipasang di dapur / rumah makan atau gudang yang menyimpan tabung gas untuk kemudian mendeteksi kebocoran yang akan terjadi, dan sesegera jika terjadi kebocoran akan menimbulkan alarm.

Jika kemudian anda sudah mempunyai sistem fire alarm dengan MCFA nya dan memasang instalasi gas detektor baru pada MCFA anda, Anda harus tahu bagaimana melakukannya. Informasi ini dibahas mengingat persoalan ini muncul di lapangan beberapa waktu lalu. Alangkah baiknya kalau saya bahas di blog ini.
 Kasus ini menarik, dan akan menjadi  solusi bagi beberapa teman dan saya sendiri yang pernah bertemu dengan kasus ini. Awalnya kasus ini muncul saat seorang marketing mendatangi saya dan ingin bertemu dengan saya. Dia bertanya soal perangkat converter ...

Saya balik bertanya ada permasalahan apa sehingga teman saya ini menanyakan perangkat converter. Setelah dia menjelaskan semuanya dari soal perangkat sistem fire alarm system ( MCFA / Main Control Fire Alarm ) sampai dengan berbagai sensor yang dibutuhkan untuk sistem fire alarm saya mulai mengerti maksudnya.

Dari pembicaraan dan pembehasan masalah yang kami bahas berikut beberapa perangkat yang perlu dimengerti seputar converter.

1. Perangkat Gas Detector
    Perangkat ini mendeteksi akan adanya kebocoran gas yang terjadi dari perangkat unit yang  mengandung  gas. Perangkat detektor gas mempunyai terminasi output yang dikenal sebagai :
  • Output Digital dan Relay  : untuk koneksi ke relay, alarm, PLC atau DCS. 
  • Output  4-20 mA : untuk koneksi ke PLC dan DCS dengan setting High dan Low Alarm.  
Perangkat Gas Detector dengan output 4-20 mA  merupakan perangkat gas detector yang  menerima besaran fisik sebagai hasil pengukuran ( berupa data analog ) untuk kemudian diubah ke dalam data digital yang bisa diterminasi langsung ke MCFA sebagai sinyal fire alarm.  Jika kemudian data output 4-20 mA gas detektor dikomunikasikan ke PLC maka diperlukan perangkat Analog  Digital Modul yang terintegrasi dalam kontrol PLC.Untuk kemudian secara program PLC akan dioleh baik dalam bentuk data digital dan atau data analog sebesar 4-20 mA atau 0-10 Vdc untuk keperluan pengontrolan output system MCFA.

Perangkat gas detector harus dikonek dengan modul analog addressable sebagai input addressable dengan setting address tertentu. Module akan meneruskan data ke sistem MCFA atau FIP ( fire indicator panel ) melalui komunikasi BACNet yang sebelumnya sudah dikonfigurasi.

2. Converter Analog Digital.
    Banyak perangkat yang diciptakan berfungsi sebagai converter. Yaitu sebuah perangkat yang mengubah dari satu besaran  ke besaran lain.
Zone Adaptor IDNet Addressable Fire Alarm
Converter Analog Digital merupakan perangkat yang berfungsi mengubah besaran analog 4-20 mA ke besaran digital. Banyak perangkat sensor gas memiliki besaran output analog 4-20 mA. Oleh karena itu agar besaran analog ini bisa diproses maka terlebih dahulu harus diubahkan dalam sinyal digital. Perangkat pengubah ini disebut sebagai Analog Digital Converter.

Perangkat converter dalam fire alarm lebih dikenal dengan beberapa nama seperti, transponder atau zone adaptor module yang akan menerima besaran terukur seperti water flow, valve tamper, supression, control panel, gas detector, dan lainnya. Perangkat ini merupakan receiver 4-20 mA yang akan menerima besaran analog dari sensor gas dan melalui perangkat microcontoller diubah ke tegangan 0-10 Vdc atau 0-5 Vdc sebagai input perangkat PLC atau microcontroller.
3. Perangkat MCFA
    Perangkat MCFA terhubung dengan beberapa modul sensor yang mendeteksi sinyal  trigger dari detektor baik  gas detector, smoke detektor atau heat detektor dan beberapa sinyal input dari waterflow, valve tamper, supression control panel, temperatur dan lainnya. Perangkat MCFA sebagaimana yang sudah saya bahas sebelumnya, merupakan unit pusat pengendali dimana semua input dan output pengontrolan ada dalam panel MCFA. Dimana perintah sistem fire alarm ada dalam MCFA.

fire indicator panel simplex


MCFA menerima besaran data digital dari status sinyal detector untuk dijadikan trigger alarm saat terjadi kebakaran. MCFA didukung dengan beberapa perangkat diantaranya CPU, System Power Supply, Transponder / addressable Module, serta beberapa interface card yang berfungsi sebagai battery charger, interface card (BACNet, internet), channel auxiliary module, RS232 communicator module, RS 485 wired media communicator, overvoltage protection, grounding  and insulation protection, dan beberapa perangkat untuk komunikasi telemetry jarak jauh seperti modem interface card.

Setting High dan Low Alarm Gas Detektor ?
Besaran analog 4-20 mA merupakan besaran output gas detektor. Besaran ini dihubungkan dengan PLC secara langsung dengan 2 kabel ke terminal Analog Modul PLC. Untuk kemudihan besaran ini akan diolah menjadi data digital agar bisa diproses dalam PLC sedemikian rupa program PLC melakukan tugas memproses data sampai dihasilkan output digital ke relay atau sebagai output 0-10 Vdc atau 4-20 mA. Pengertiannya secara detail konversi arus 4-20 ma ke tegangan dapat dijelaskan pada video berikut :

https://youtu.be/YmYtmbqYq90

Untuk mendapatkan setting yang diinginkan, ada beberapa cara tergantung dari unit modul yang dipergunakan, baik dengan sistem lama berupa setting potensiometer ataupun dengan menggunakan program utility yang membantu proses penyetingan kondisi high alarm dan low alarm.

Bagaimana upgrade system Fire Alarm MCFA ?
Sistem Fire Alarm dengan menggunakan MCFA secara fungsional sudah bisa dipakai sebagai pengendali fire alarm baik untuk kapasitas industry atau komersial.


Upgrade sistem fire alarm MCFA dengan integrasi komputer  sebenarnya sudah lama diterapkan dalam sistem kontrol yang kompleks, dimana pengontrolan sudah melibatkan banyak pengontrolan proses dan fire alarm sekaligus. Ketertinggalan sistem integrasi ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, mengingat dewasa ini terus berkembang teknologi integrasi kontrol yang mengarah pada green building automation, fire alarm system integrator, dan wireless detector system, data logger system yang lebih cerdas dan effisien.

Upgrade merupakan modifikasi fire alarm dan pengubahan satu level diatas sistem yang sudah ada sebelumnya. Dimana sistem fire alarm tidak lagi bekerja sendiri namun sudah diintegrasikan dengan unit proses dan pengontrolan unit lain dalam satu sistem pengontrolan secara otomatis sebagaimana bisa digambarkan dalam gambar berikut.


Beberapa persyaratan untuk upgrade system sangat tergantung dari sistem sebelumnya dan perencanaan yang diinginkan. Namun yang paling penting ada beberapa hal yang harus dipersiapkan setidaknya sebuah unit komputer, modul converter, PLC, modul komunikasi data, controller unit dan beberapa perangkat lain yang dibutuhkan. Selamat berinovasi teknologi.

Semoga bermanfaat !!!Kontak 088296572573 untuk info lebih detail
Link terkait :
- Video perawatan panel fire alarm 
- Pembuatan sensor gas LPG, N2, H2, CO 

Instalasi Sensor Gas dan Setting Fire Alarm SocialTwist Tell-a-Friend

Wednesday, July 24, 2013

Cara Praktis menaikkan Mutu dan Effisiensi Produksi


Pabrik dan Mesin Anda memproduksi makanan, minuman atau chemical ataupun produk otomotif ? Apakah Anda sedang mengumpulkan data analisa produksi dan terus melakukan setting performa mesin produksi ? Atau Anda sedang berurusan dengan waktu dalam proses produksi kelapa sawit /cpo ?



Berikut adalah cara mudah dan praktis menjaga kualitas, menaikkan kuantitas produksi, effsiensi produksi agar sesuai dengan standart kerja produksi dan mesin anda.

Dengan memanfaatkan teknologi monitoring yaitu dengan memaksimalkan fungsi sensor, data logger dan system monitoring maka Anda dapat memastikan standart kualitas produk, kuantitas produksi serta effisiensi mesin produksi akan dapat terus ditingkatkan. Apa saja contohnya ?


1. Processing dan Produksi pabrik kelapa sawit / CPO
    dengan memonitor dan memasang sensor temperatur, setting valve buka tutup, serta tekanan yang diinginkan, maka kualitas produksi dan kuantitas produksi dapat ditingkatkan secara maksimal yaitu dengan mengamati setiap perubahan buka tutup valve proses, waktu setting buka tutup valve serta dengan memonitor tekanan.


2. Pengaturan temperatur, waktu dan tekanan mesin Sterilizer
Instalasi panel Sterilizer Vertical atau Horizontal dirancang sehingga monitoring waktu, tekanan dan temperatur pemasakan dengan sterilizer akan didapatkan kualitas produksi CPO dan kuantitas / total produksi yang diinginkan. Dengan mengkombinasi buka tutup valve, temperatur steam dan tekanan maka akan mempermudah mengetahui faktor-faktor penyebab buruknya mutu produksi CPO serta dengan cepat pula diketahui faktor faktor teknis dan non teknis penghambat effisiensi produksi.
Panel operasi manual otomatis dibagi dalam beberapa fungsi :
  • Automanual Switch
  • Switch Program Operasi 1, 2, 3 dan 4
  • Switch Main Inlet
  • Switch Inlet 1, Inlet 2, Inlet 3, dan Inlet 4.
  • Switch Exhaush On/ Off
  • Switch Flushing On / Off
  • Switch Condensate On / Off
  • Switch Relief On / Off 


Dengan tujuan memperkecil downtime, maka akan dirancang pula sistem kontrol dan monitoring  melalui proses pendataan secara otomatis  data-data yang diinginkan dengan sistem logging  sehingga diperoleh hasil analisa yang berguna untuk memperbaiki penghambat  produksi. Sistem akan dibantu dengan penggabungan kontrol data dan layar monitor sebagai alat setting tekanan, waktu dan temperatur secara otomatis.

Sistem Monitoring Data dengan PLC.
Sistem monitoring dan analisa data hasil pengolahan PLC dapat dibaca dalam bentuk file "csv" sesuai dengan data yang ingin dianalisa dan ditampilkan. Dengan Sistem ini maka akan diperoleh data-data analisa untuk perbaikan sistem produksi seperti bisa dicontohkan dalam tabel yang digambarkan berikut :



Apa saja yang perlu dilakukan ?
1. Data-data performa produksi haruslah dipersiapkan sebagai acuan standart produksi.
2. Persiapan alat-alat ukur untuk mendapatkan data yang diinginkan.
3. Melakukan survei ke bagian mesin produksi untuk dilakukan modifikasi atau upgrade sistem.
4. Melakukan pekerjaan instalasi baik berupa sensor, data logger, unit monitoring ( touchcsreen atau PC )
5. Melakukan test instalasi dan running test performa mesin produksi sehingga diperoleh hasil produksi sesuai yang diinginkan.

Semoga bermanfaat !!!Kontak 088296572573 untuk info lebih detail
Cara Praktis menaikkan Mutu dan Effisiensi ProduksiSocialTwist Tell-a-Friend

Sunday, July 14, 2013

Kontrol Sistem Osmosis Ulang Air Laut dan Tawar

http://alfaperkasaengineering.com/programplc.htm 

Instalasi Reverse Osmosis pengolahan air mentah menjadi air minum merupakan teknologi baru dengan bantuan membran dan teknologi osmosis merupakan instalasi dengan kemudahan proses dan effisiensi proses produksi. Dengan penggunaan instalasi berteknologi ozon, proses pemurnian air menjadi lebih higienis dan sangat murah serta membutuhkan area yang lebih kecil dengan peralatan yang portable. 



Instalasi Reverse Osmosis sangat sederhana dibandingkan dengan proses penyulingan dimana proses pemisahan air hanya dilakukan dengan melakukan proses filtrasi dengan mengukur perbedaan tekanan yang menggunakan membran semi permeable saja. Kontak 088296572573 untuk info lebih detail  

Teknologi Reverse Osmosis merupakan proses pemurnian dari beberapa sumber air seperti air laut, air sungai  sebagai sumber bahan baku yang kemudian diproses melalui beberapa tahap proses antara lain proses filtration, back washing dan proses washing. Dengan menggunakan teknologi ozonisasi bakteri dan kuman telah dimatikan untuk menjamin minuman yang higienis.

Keunggulan Inovasi Teknologi Osmosis 



Meskipun teknologi osmosis tergolong mahal untuk sebagian kalangan namun teknologi ini mempunyai keunggulan dalam beberapa hal termasuk :
1. Tidak menimbulkan polusi udara karena bekerja sepenuhnya dengan prinsip energi matahari dalam proses pemurnian air. 
2. Tidak menimbulkan polusi air sebagai efek proses pemurnian dengan sistem lama.
3. Dapat ditempatkan didaerah daerah terpencil dan hanya membutuhkan tempat yang kecil seperti untuk unit Rumah Sakit dan Perhotelan atau Gedung Bertingkat.
4. Kemampuan operasional yang handal.

Investasi Teknologi Osmosis ( R.O ).
Teknologi osmosis sebenarnya telah banyak dipergunakan untuk berbagai aplikasi mengingat keterbatasan kebutuhan air bersih seperti sekarang ini. Beberapa pertimbangan investasi dari kasus lapangan dan sedikit browsing internet bisa dirangkum sebagai alternatif pemilihan investasi.

1. Instalasi membran semipermiable sudah dapat diproduksi secara lokal. Tidak seperti awalnya membran semi permeable  ini hanya diproduksi oleh negara-negara maju. Mengingat jantung dari instalasi sistem RO adalah terletak pada teknologi membran, maka harga investasi awal akan lebih murah.


2. Pabrikasi dan instalasi pretreatment dan filter sudah bisa digantikan dengan pabrikasi lokal. Air sungai, air laut  sebelum masuk pada unit RO akan diolah terlebih dahulu dengan tujuan bebas keruh / kotor, tidak boleh berwarna, tidak berbau, mempunyai kandungan zat besi / mangan kurang dari 0.01 ppm, kandungan garam dan tidak lebih dari 1 ppm mempunyai peranan penting. Pemilihan produk lokal juga memperkecil biaya investasi awal.
3. Pabrikasi Media pemurnian air. Media filter sangat diperlukan sebagai media penyaringan, pemisahan air dengan kandungan yang tidak diinginkan. Media ini biasanya terdiri dari pasir silika, mangan aktif, dan karbon aktif. Teknologi ini sudah  dapat dengan mudah mendapatkannya di pasaran. 

Instalasi dan pemrograman  

http://alfaperkasaengineering.com/programplc.htm 
Instalasi Reverse osmosis menggunakan teknologi filter dengan tekanan tinggi sehingga dipersiapkan sebuah inverter yang berfungsi mengatur kecepatan motor. Dengan motor listrik kecepatan tinggi maka sensor pressure akan bekerja untuk proses penjernihan air secara maksimal dengan cara menekan aliran air pada filter.  Pada layar monitor kecepatan motor dapat diset sesuai dengan kecepatan yang diinginkan.              
Artikel terkait instalasi sistem osmosis di Indonesia :

Kontrol Sistem Osmosis Ulang Air Laut dan TawarSocialTwist Tell-a-Friend

Tuesday, June 11, 2013

Sistem Kontrol dan Monitoring Genset Basis Website

          Instalasi berbasis website merupakan sistem instalasi web yang dirancang untuk monitoring dan controlling modul controller melalui penggunaan internet. Instalasi sistem ini menawarkan sejumlah kelebihan dan keuntungan untuk membantu mengoptimalkan harga harga operasi yang akan dimonitor dari peralatan Anda dengan kemampuan operasi secara terpisah secara lebih baik.

           Instalasi sistem berbasis web bekerja pada saat ini ketika sebuah perangkat instalasi kontrol mengirimkan secara langsung semua update informasi kejadian ke sebuah instalasi server untuk kemudian data tersebut disimpan sebagai informasi penting dan pada saat-saat tertentu data tersebut bisa diupdate kembali oleh pengguna informasi untuk evaluasi. Sebagai contoh saya perlihatkan dari kasus lapangan dimana  parameter-parameter pengukuran instalasi genset yang berhasil diolah dan dikirimkan ke monitor PC, Handphone, atau I-Pad Anda  melalui penggunaan jaringan internet berikut. 



        Tidak hanya kelebihan dalam sistem komunikasi data informasi yang dikirimkan ke server secara real time, maka beberapa kelebihan dari instalasi basis internet ini bisa didapatkan :
  • Memberikan tingkat  kenyaman dan keamanan data informasi lapangan secara cepat dan real time
  • Data bisa dikirimkan secara ter-schedule dan otomatis kapanpun diinginkan dan dimanapun berada.
  • Fleksibilitas sistem dalam hal keamanan tingkat tinggi dimana data oleh administrator secara terkontrol dapat mengecek dan membuka administrasi setiap pemakai mesin genset yaitu melalui software dan harware yang terpasang. Sistem secara langsung bekerja memberikan informasi yang dibutuhkan dengan segera dengan  email atau sms ke setiap pengguna genset baik local maupun remote.
  • Secara teritegrasi dengan sistem instalasi kontrol lain, informasi tentang parameter-parameter yang dibutuhkan seperti total energy yang dipakai, energy yang dihasilkan, total run hours, run hours dan available hours bisa termonitor secara telemetry atau secara jarak jauh melalui internet.

 Sangat cocok untuk instansi yang bergerak dalam bidang :
  • Penjualan Genset dan persewaan genset
  • Instalasi Genset di beberapa titik gedung atau bangunan atau area lapangan  yang berjauhan dengan maskud mengetahui dan mengontrol sistem integrasi genset seperti ATS AMF dan sinkronisasi genset.
  • Maintenance genset
  • Informasi data ( Data logger ) dalam bidang  marketing dan sales genset.
Beberapa features yang bisa dijadikan pilihan sistem monitoring dan kontrol genset berbasis web :
  • Support of engines dengan standart ECU (Modbus dan perangkat interface ), alarm code monitoring.
  • Instalasi AMF
  • Instalasi Automatic synchronizing and power
  • baseload
  • peak saving
  • Generator meeasurement : U, I, kW, kVar, pF
  • Input and output configurable
  • controller redundancy
  • RS232 /RS 485 interface with Modbus support, Analog / GSM / ISDN / CDMA modem support, SMS message, ECU Modbus interface.
  • etc.
Bagaimana mendapatkan sistem dengan keunggulan seperti yang ditawarkan ?
  • Local Controller
  • Remote Controller
Instalasi Remote Controller dengan penawaran display merupakan sistem yang banyak diminta sekarang ini. Perangkat komunikasi data dan perangkat PC dibutuhkan untuk membentuk sistem remote controller bisa meliputi ;
  • Instalasi CAN repeater module
  • Internet bridge module with wirelless connection
  • Instalasi PC monitoring
  • Special graphical controller monitoring software.
  • PC configuration tool.
Rekomendasi Instalasi kontrol sistem yang bisa menjadi pilihan untuk sistem monitoring dan kontrol berbasis website untuk Genset bisa diterapkan untuk brand genset sepeti Caterpillar, Cummins, Detroit Diesel, Deutz, GM, Izusu, Iveco, MAN, MTU, Perkins, Scania Sisu, VM Motori, Volvo.

Semoga bermanfaat !!!
Baca juga informasi berikut : 
Sistem Kontrol dan Monitoring Genset Basis WebsiteSocialTwist Tell-a-Friend

Friday, June 7, 2013

Warning System Technology

Melalui penggunaan SIM Card, sebuah pesan ( emergency )  berikut ini bisa sampai ke handphone atau komputer anda sesegera mungkin.
  • Unit Pumping overload dan tidak lagi beroperasi. 
  • Unit Motor Listrik Anda trip tiba-tiba 
  • Unit mesin anda terbakar akibat temperatur mesin yang berlebihan.
  • Bearing Unit Pompa anda retah dan bergetar sangat keras
  • Ruangan gedung 5 blok 2 mengalami kebakaran
  • Pintu brankas tempat penyimpanan terbuka oleh orang yang tidak anda kenal
  • Gudang Kimia terbakar karena temperatur berlebih 
  • Pipa saluran gas mengalami tekanan lebih dan pecah.
  • Flow switch saluran air Fire Alarm system Aktif 
  • Level tangki unit 5 mengalami kebocoran 
  • Unit pompa transfer tidak bisa bekerja saat  level minimum
  • Overcurrent pada saluran tegangan tinggi
  • Unit trafo tegangan tinggi terbakar
  • Temperatur ruang tegangan tinggi berlebih / overtemperatur
  • dan masih banyak lagi...!!
 Penggunaan jaringan komunikasi dewasa  ini telah mengalami perubahan secara bervariasi. Kalau dulu penanganan kejadian emergency atau penting atau berdampak fatal masih dilakukan kontrol secara manual ( melalui operator lapangan ) maka dewasa ini sangat berbeda. Sistem peringatan / warning system sudah menggunakan teknologi transmisi data secara komputerisasi ( micro-controller ) dan dengan penggunaan jaringan transmisi baik satelit, atau internet.

Pada saat kejadian penting terjadi, maka micro-controller akan menyimpan data dalam chip / card ataupun dengan sedikit setting ( defined time ) waktu, maka data kejadian / warning message sudah ke tangan anda. Bagaimana mekanisme kerja dari sistem informasi data ini bisa terjadi ? .. Mari kita teruskan.

Sebuah unit / modul controller yang dipasang untuk mendeteksi parameter yang hendak dimonitor ( mesin, ruang, peralatan berbahaya, atau plant industri ) merupakan sebuah CPU dengan 32 bit processor yang dilengkapi dengan sebuah SD interface dengan daya tampung penyimpana data maksimal 2GB, dan dilengkapi dengan teknologi GPRS/GSM dengan frekwensi quadband 850/900/1800/1900 Mhz. Sehingga sebuah unit modul controller bisa memproses data baik data digital atau analog untuk disimpan dalam SD interface sebagai data logger semua informasi kejadian yang terekam. Proses penyimpanan dan pengolahan data ke unit penyimpanan ini biasa disebut sebagai data logging.

Untuk selanjutnya data-data tersebut apakah akan diproses secara langsung ataupun secara tidak langsung tergantung dari pemilihan sistem yang akan anda monitor. Sebagai contoh beberapa kasus berikut :
  • Pada saat water level controller WLC untuk unit pumping water berada pada posisi level minimum, maka secara otomatis sistem kontrol mengirimkan berita atau gambar di layar monitor bahwa unit pumping anda sedang aktif. Ditandai dengan warna hijau menyala pada layar monitor komputer atau dengan terkirimnya pesan SMS ke Handphone anda bahwa unit mesin sedang aktif. 
  • Pada saat kran / valve bbm terbuka secara otomatis, maka sistem pengukuran flowmeter akan mendeteksi penggunaan bahan bakar yang dipergunakan setiap jam operasinya. Untuk kemudian data pemakaian BBM anda bisa disimpan dalam unit data logger setiap harinya dan tercatat dalam bentuk tabel yang bisa dikirim ke unit pengendali  apabila diinginkan atau melalui trigger saat level tangki penyimpanan BBM sudah pada level minimum. Atau dapat dikirmkan melalui pengaturan hari, jam atau sesuai keperluan agar dikirmkan secara otomatis ke pusat pengendali.
Agar semua data yang dikirimkan dapat sampai ke tujuan ( handphone atau layar monitor komputer ) maka diperlukan media transmisi dan peralatan penerima data.  Beberapa media transmisi memegang peran penting dalam sistem pengiriman data dari unit tranceiver ke unit receiver. Salah satunya adalah router.

Router : adalah komputer khusus, dengan CPU, memory, sistem bus, dan interface I/O. Interface berfungsi untuk menghubungkan Router ke suatu jaringan sebagai keluar masukknya paket data. Router juga mempunyai interface baik LAN atau WAN karena router menggunakan koneksi WAN untuk berkomunikasi dengan lainnya.

Bagaimana membangun sistem kontrol dan monitoring jarak jauh ?
Beberapa perangkat  atau sistem yang dibutuhkan dalam pembentukan sistem kendali jarak jauh haruslah memiliki spesifikasi antara lain :
  • bergerak dalam frekwensi universal TriBand  atau double Band.
  • mempunyai kecepatan transmisi data sellular generasi ke 3 dengan pita lebar broadband.
  • mempunyai cakupan base station ( saluran BTS ) atau sistem komunikasi tanpa kabel 
  • kelengkapan teknologi GPRS/GSM  yang memungkinkan pengiriman dan penerimaan data lebih cepat yaitu sekitar 56 Kbps sampai dengan 115 Kbps sehingga memungkinkan terjadinya akses internet.
Dalam beberapa hal kesemua spesifikasi tersebut telah digabungkan dalam sebuah modul dengan teknolgi yang memungkinkan terjadinya pengiriman data. Modul-modul tersebut pernah saya bahas dalam topik sebelumnya. 

Setelah modul ditentukan maka langkah selanjutnya adalah dengan menyiapkan provider internet yang sudah ada. Anda bisa menggunakan jasa penyedia layanan internet yang ada di indonesia. Terutama jasa pelayanan yang sudah cukup mampu melayani sistem komukasi untuk daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh jaringan internet. Apapun yang dipilih sebaiknya disesuaikan dengan buget / anggaran dana bulanan yang disediakan.

Langkah tak kalah penting selanjutnya adalah  mempersiapkan perangkat lapangan berupa unit sensor atau perangkat yang hendak dikontrol. Sebagian unit yang hendak dimonitor tidak memerlukan lagi perangkat sensor namun langsung diambil dari beberapa terminal modul lapangan seperti :
  • magnetic relay 
  • magnetic contactor
  • limit switch atau level switch
  • sensor level
  • pressure switch
  • temperatur switch 
  • detector 
  • dan lainnya
Namun beberapa diantaranya membutuhkan peralatan tambahan agar sistem monitoring yang anda inginkan sampai pada tujuannya. Beberapa peralatan tambahan tersebut  merupakan perangkat sensor ( transducer ) yang mendeteksi parameter temperatur, tekanan, flow meter, kelembaman, kadar garam, dan lainnya. Perangkat sensor ini sering disebut sebagai transmiter. Dimana besaran yang diukur berupa tekanan atau temperatur tadi diubah terlebih dahulu menjadi besarar digital untuk bisa diproses.  Besarnnya biaya untuk pemilihan unit transmitter ini sangat bervariasi tergantung dari produk dan brand yang dipilih.

Salah satu tugas penting setelah pemilihan Provider Internet ini adalah penentuan IP Adress sebagai suatu alamat yang diberikan pada jaringan yang menggunakan protocol TCP/IP. Alamat ini bermanfaat untuk memudahkan terjadinya komunikasi dengan pemberian alamat lengkap suatu host beserta alamat jaringan dimana host itu berada. Langkah lain yang tak kalah penting lainnya adalah setting komunikasi pada unit pengendali pusat. Salah satu diantaranya adalah setting IP Address untuk setiap PC dan perangkat yang terhubung ke sistem.

Semoga bermanfaat !!!
Warning System Technology SocialTwist Tell-a-Friend

Wednesday, May 29, 2013

Sistem Informasi Data Jarak Jauh

      
Satu lagi hal penting dalam instalasi sistem monitoring dan kontrol jarak jauh yang perlu dipersiapkan untuk mendapatkan monitoring dan kontrol system baik berupa data level, tekanan, temperatur baik dalam suatu kerja unit system ataupun sebuah proses pengukuran adalah dengan diperlukannya perangkat yang mempunyai beberapa spesifikasi berikut :
  • pendataan perangkat sistem output dan output
  • sistem komunikasi data yang digunakan
  • konfigurasi sistem instalasi perangkat yang dibutuhkan
         Data input yang hendak dimonitor dapat berupa perangkat digital ataupun perangkat analog. Data yang akan diolah membutuhkan sensor analog dan digital tergantung aplikasinya.  Data ini kemudian akan diolah oleh modul pengontrol dan ditampilkan dalam monitor baik lokal atau terkoneksi secara jaringan. Instalasi pengontrolan dengan jarak yang jauh dari sistem yang akan diamati akan membutuhkan media komunikasi yang bisa melalui beberapa alternatif  baik secara  Bounded Transmitted Media atau Unbounded Transmitted Media.Apa itu ?

         Komunikasi secara Bounded Transmitted  - menggunakan kabel sebagai media transmisi data maupun komunikasi antar user dalam jaringan komunikasi. Biasanya dipakai untuk komunikasi data dalam jaringan dari satu lokasi pengukuran data ke unit lokasi pengukuran data lainnya. Sedangkan  komunikasi secara Unbounded Transmitted dapat menggunakan media satelit atau dengan gelombang mikro.

  •  Satelit - Penggunaan satelit sebagai media transmisi merupakan pilihan yang tepat untuk sistem monitoring dengan kapasitas besar, karena akses pengiriman data yang cepat sebesar 512 kbps,yang dimanfaatkan untuk akses internet dan kanal voice. Link satelit ini menghubungkan antara area lapangan yang dimonitor dengan Indosat atau Telecom yang bertindak sebagai ISP (Internet Service Provider). Ada dua sistem dalam menggunakan satelit sebagai media transmisi yaitu sistem VSAT (Very Small Aparture Terminal) yaitu pengiriman data melalui satelit tetapi tidak langsung ditujukan ke target, melainkan harus melewati stasiun bumi terlebih dahulu, kemudian dari statiun bumi ditransmisikan oleh satelit target. Dan sistem yang kedua adalah sistem point to point. Sistem ini mentransmisikan data melalui satelit langsung ke target tanpa melewati stasiun bumi.

  •  Radio Link/Microwave (Gelombang Mikro) - Untuk transmisi data dari area lapangan dengan area sekitar atau sebaliknya  dapat menggunakan gelombang mikro.  Alat ini digunakan dengan memanfaatkan  pemancar dan penerima gelombang mikro yang digunakan untuk hubungan telepon.

     
 Konfigurasi sistem:

      Instalasi sistem komunikasi jarah jauh terdiri atas beberapa jenis media komunikasi yang mendukung baik komunikasi data analog ( suara, tegangan, tekanan, temperatur, maupun gambar ) dan membutuhkan ketepatan, kecepatan serta keamanan dalam penyampaian data. Agar komunikasi  jaringan yang terkoneksi dan terintegrasi bekerja dengan baik, maka dibutuhkan komponen-komponen jaringan.

1. Hardware 


  •  Sensor - merupakan perangkat yang menerima data pengukuran dari lapangan baik data digital maupun analog untuk diteruskan melalui media komunikasi dan diteruskan ke alamat pengontrolan jarak jauh. Perangkat ini biasanya memiliki perangkat komunikasi yang memanfaatkan gelombang radio atau satelit atau fiber optic disesuaikan dengan kondisi sistem komunikasi yang tersedia dan sifat pengukurannya.
 
  •  SwitchPengertian Switch merupakan perangkat penghubung internal jaringan dimana setiap PC dalam workstation saling berhubungan dengan mengkoneksikan nodenya ke switch.
  •  Network Interface Card (NIC)  -  NIC atau kartu penghubung jaringan adalah hardware yang secara fisik dihubungkan ke jaringan, dipasang sebagai penghubung antara workstation, PC dengan file server. Alat ini berfungsi sebagai mesin protokol yang mengatur aktifitas komunikasi. Pada setiap NIC terdapat port sebagai tempat menghubungkan kabel ke jaringan.
  • Hub(Access/One)   - hub digunakan untuk menghubungkan beberapa node ke backbone sedemikian rupa sehingga semua node tersebut dapat menggunakan backbone secara bersamaan untuk melakukan hubungan atau komunikasi dengan sistem komputer lain.
  • Peralatan Internetworking - Adapun peralatan internetworking yang digunakan untuk jaringan bisa meliputi router dan gateway.  Router adalah sebuah device yang berfungsi untuk meneruskan paket-paket data dari sebuah network ke network yang lainnya (baik LAN ke LAN atau LAN ke WAN), sehingga host-host yang ada pada sebuah network bisa berkomunikasi dengan host-host yamg ada pada network yang lain. 
  •  Gateway
            Gateway berfungsi untuk menghubungkan jaringan yang satu dengan jaringan yang lain yang tidak sejenis. Pada dasarnya gateway mengubah protokol yang digunakan oleh satu jenis jaringan ke protokol yang digunakan oleh jenis jaringan yang lain.

2. Software 
           Untuk menjalankan jaringan tidak cukup hanya dengan menggunakan hardware yang berperan, tetapi software juga memegang peranan penting. Fungsi software ini adalah untuk mengatur kerja hardware dalam melaksanakan prosedur-prosedur, menjalankan perintah-perintah dan mengontrol kerja hardware, sehingga dapat bekerja sesuai dengan kegunaannya. Biasanya  menggunakan sistem operasi yaitu berupa Windows baik untuk server atau  yang digunakan oleh workstation.
           
Semoga bermanfaat !!!
Sistem Informasi Data Jarak JauhSocialTwist Tell-a-Friend

Friday, May 24, 2013

Monitoring dan Kontrol Sistem Jarak Jauh

 monitoring genset

        Telemetri atau komunikasi data tanpa kabel (wireless) merupakan cara yang efektif untuk komunikasi jarak jauh tanpa harus terganggu dengan jalur kabel yang panjang. Modul telemetri pun beragam, ada yang menggunakan komunikasi serial, ethernet atau firewall ( jaringan internet ). Sebagai contoh data yang dikirimkan oleh sensor temperatur dari jarak ratusan kilometer dapat dikirimkan ke lokasi lain ( unit pengolah data central ) dengan menggunakan media komunikasi tadi. Aktifitas dan kendali pompa air ataupun disel ataupun genset seringkali menggunakan sistem telemetry. terbukti beberapa produk menambahkan sistem software dan hardware guna aktifitas kendali dan monitoring jarak jauh.
        Untuk membuat sistem wireless tersebut tentu memerlukan beberapa unit bagian yang masing2 bisa dibahas berikut :
1. Sumber dan Pengiriman data ( Transmitter )
2. Saluran Transmisi
3. Penerima Data ( Receiver )
              Transmitter merupakan salah satu komponen utama yang menjadi pesawat yang digunakan untuk menyiarkan atau memancarkan data informasi untuk keperluan tertentu. Saluran transmisi merupakan saluran yang dipergunakan untuk menyalurkan informasi yang telah dipancarkan oleh transmitter. Pada sistem telemetri biasanya menggunakan sistem wireless atau wireline, namun pada akhirnya sekarang banyak menggunakan wireless sebagai media komunikasi. Receiver adalah pesawat penerima yang dipergunakan untuk menerima data informasi yang telah dipancarkan oleh transmitter yang kemudian diolah sehingga didapatkan data hasil yang diperlukan. Ketiga komponen ini dan bagaimana teknik pengiriman sampai penerimaan data akan menentukan kualitas sistem yang akan dibangun.

       Metoda sistem tramsimi data dari tranceiver ke receiver bisa melalui 3 metoda berikut yaitu :
  • Transfer data dengan satelit
  • Transfer data dengan GSM / GPRS 
  • Transfer data dengan Radio Frekuensi ( RF )
Beberapa aplikasi sistem telemetri banyak diterapkan dalam beberapa bidang seperti property emergency warning, building  automation,  energy, otomatisasi pompa PDAM jarak jauh, ruang kendali pasien rumah sakit, flow switch hydrant system, kontrol monitoring batery jarak jauh , dan masih banyak lagi.  



Sistem transmisi data dengan GSM/GPRS mempunyai beberapa keunggulan dalam hal :
  • Infrastrukturnya murah karena tidak memerlukan pembangunan infrastruktur yang baru, hanya memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada. Namun bukan berarti tidak ada masalah, karena sistem ini tergantung juga keandalan provider / penyedia jasa telekomunikasi yang kita sewa / bayar. 
  • Cakupannya lebih luas dibandingkan dengan sisten RF ( Radio Frequensi )
  • Format data digital yang ditransmisikan lebih akurat
  • Frekwensi yang digunakan sangat tinggi, hampir sama dengan frekwensi satelit yaitu sebesar 850 MHz sampai dengan 2100 Mhz. 
  • cakupan areanya terbatas pada sistem yang memiliki BTS ( Base Tranceiver Station )
  • Kekuatan sinyal terbatas dan sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis.
  • Kapasitas transfer data terbatas, karena karakter yang ditransmisikan juga terbatas.
 Beberapa produk dengan sistem transmisi data GSM/GPRS

 1. Sistem Kontrol AMF Generator
     
                                                     Spesifikasi :
  •  Automatic SMS saat kejadian alarm pada saat overload genset, dan kejadian overtemperatur bisa dikirimkan  lewat SMS.
  • Sistem monitoring dan kontrol online melalui halaman website (embeded we server ).
  • Pemilihan penggunaan modem / wireless GSM/GPRS internet menggunakan teknologi GPRS


2. Sistem Data Logger 

GSM GPRS Data Logger , RTU telemetry Data Logger  dengan harga yang sangat murah. Dapat dipergunakan untuk mengetahui data kejadian motor pompa trip, genset temperatur over limit, storage tank overflow, dan dapat juga melakukan operasi Start dan Stop mesin secara jarak jauh. Dengan beberapa modul lain seperti PLC, peralatan ukur teganhan, temperatur, flowmeter dapat dikomunikasikan dengan media telephone atau website secara serempak dalam ruang kontrol atau ruang monitoring.

Aplikasi sistem komunikasi data dengan GPRS memungkinkan pengiriman dan penerimaan data lebih cepat jika dibandingkan dengan penggunaan teknologi circuit switch data / CSD. Sistem GPRS mampu menjangkau kecepatan 56 Kbps sampai 115 Kbps sehingga memungkinkan akses internet.  Sistem GPRS bekerja dengan prinsip tunelling, yaitu membungkus paket data agar bisa dilewatkan lewat gelombang radio. 
Beberapa aplikasi dengan penggunaan sistem GPRS ini telah diterapkan di beberapa instansi pemerintah atau swasta yaitu PT. Telkom Ventus dan PT Indosat. Sistem GPRS ini memperbaharui sistem layanan lama soal surat meyurat elektronis dari semula hanya ke PC ke media handphone.

            Jika teknologi ini diterapkan dalam sistem monitoring lingkungan dan automation, maka  penerapannya dapat dilakukan pada sistem monitoring dan kontrol pompa, genset, temperatur tangki, flowmeter, kebocoran gas pipa minyak, sistem energi, dan power metering dengan kendali jarak jauh. Semua informasi dan data terukur yang diukur untuk pengamatan dan analisa dapat diperoleh secara real time dari jarak ratusan bahkan ribuan kilometer. Kontak 088296572573 untuk info lebih detail 


Video Tutorial Terkait : Wiring dan Program Panel 

Semoga bermanfaat .. !

Monitoring dan Kontrol Sistem Jarak JauhSocialTwist Tell-a-Friend