Sunday, February 12, 2017

Monitoring Data Kondisi Motor Listrik Jarak Juah

Sebagian besar masalah kerusakan dari motor listrik baik AC maupun DC adalah terletak pada sistem pengamanan dan tidak adanya informasi data pusat yang lengkap. Proteksi motor 3 phase tidak selamanya mengandalkan proteksi phase dan overcurrent saja. Tidak adanya data monitoring pusat tentang motor 3 phase menyebabkan penyimpangan kinerja motor yang tidak terdeteksi.  Apa betul sebagian besar kerusakan motor karena diakibatkan oleh kesalahan pemilihan sistem proteksi yang diberlakukan. ?

Sebenarnya proteksi secara menyeluruh tidak saja pada panel kontrol saja tetapi meliputi banyak aspek antara dari sisi konstruksi ( akan pengaruh ke getaran / vibrasi  ), lingkungan kerja yang sangat ekstreem, ataupun dari struktur mekanis motor itu sendiri. Informasi data yang lengkap tentang kondisi motor listrik akan sangat membantu dalam perawatan kondisi atau kinerja yang optimal dari motor listrik.

Sebagai praktisi instalasi dan sekaligus pemerhati dan pelaku sistem kontrol industri, saya sangat tertarik untuk menguraikan dan memberikan data informasi apa saja yang perlu dan paling perlu dilakukan terhadap kekurangan sistem proteksi motor listrik selama ini. Meski beberapa langkah proteksi telah dilakukan, namun sangat penting bila saya coba menguraikannya persoalan data informasi kondisi motor listrik disini.



Hal penting inti sistem proteksi.
Berikut beberapa point paramter yang berperan dalam menyumbang kerusakan motor listrik.

1.  Panas / over heating. Panas dalam motor listrik terjadi karena beberapa hal termasuk dalam soal design, perlakukan mesin, dan proteksi panas. Tidak semua motor dilengkapi dengan sensor panas. Dan tidak semua merancang proteksi terhadap panas berlebih yang terjadi pada motor listrik. Kenaikan temperatur 10 derajad dari temperatur normal, berakibat pemotongan umur motor sebesar 50 %. Meski kenaikan ini terjadi hanya sewaktu-waktu ( seperti beban berat / overload, starting, atau resiko mekanis ) namun dampak nya sangat vatal. Selain itu effek panas yang ditimbulkan efek panas berlebih akan sangat memperbesar pemborosan energi listrik

2. Single Phase Fault. Single phase fault merupakan kejadian saat salah satu phase listrik mengalami gangguan sebagai dampak dari sistem 3 phase mengalami gangguan baik dari sisi distribusi tegangan tinggi ataupun dari gagalnya proteksi petir.  Tidak tersedianya tambahan "phase sequence sensor " untuk proteksi kesalahan phase akan berdampak pada keamanan tegangan dan sistem operasional motor listrik. 


3.  Kualitas Listrik. Kwalitas tenaga listrik akan sangat menentukan umur motor listrik. Kualitas listrik juga sangat berdampak pada pemakaian kWh secara menyeluruh. Dan penyumbang dari total listrik terbesar adalah dari buruknya kondisi motor listrik yang beroperasi setiap harinya selain capacitor bank. Perbaikan kualitas listrik termasuk proteksi tegangan lebih akibat petir, control starting motor listrik, dan monitoring performance panel-panel listrik serta menejemen beban juga sangat penting dalam menjaga kualitas listrik.

Bagaimana memaksimalkan penggunaan  informasi data motor listrik ? 
Tidak kita pungkiri pemilihan overload relay pada sistem starting panel motor menjadi faktor penting untuk mengamankan motor listrik dari pengaruh beban lebih atau overcurrent. Namun tidak dipungkiri juga overload relay yang sudah lama pemakaiannya juga sangat tidak aman saat terjadi resiko overload pada motor listrik. Tidak jarang overload tidak bekerja dengan baik ( sisi contact point ) yang sudah aus / usang / tidak lagi mampu contact dengan baik sehingga proteksi motor tidak sesuai lagi. Dengan kata lain, ada satu langkah lain yyang perlu dilakukan untuk mengatasi kekurangan dari sistem overcurrent lewat pemakaian overload relay. Beberapa pabrikan motor  telah melakukan antisipasi lain sebagai " second protection " untuk menjaga kerusakan motor listrik dari resiko ini.

Berikut beberapa sistem proteksi tambahan yang diberlakukan pada beberapa motor listrik.
1. Tipe 1. Temperatur dan Single Phase Sensor dan Amplifier OpAmp

2. Tipe 2. Temperatur Sensor dan Microcontroller
3. Tipe 3. Wireless sensor Monitoring

Data-data informasi  proteksi dan kontrol panel motor listrik haruslah menjadi satu paket sistem informasi data motor listrik  yang harus diketahui secara rutin dan lengkap guna mendeteksi / mengetahui kondisi dan kerja motor listrik. Wireless monitoring menjadi penting, mengingat tidak semua instalasi panel motor berjarak dekat dengan ruang pantau. Dan wireless monitoring menjadi sangat penting ketika data-data kondisi motor listrik arus diketaui guna tindakan preventive maintenance.


Bagaimana management perawatan motor listrik dengan sistem monitoring ?
Pada dasarnya semua motor listrik mempunyai proteksi kerusakan baik dari teknis mekanis ataupun elektris. Proteksi yang sudah terpasang selama sudah menyediakan hal yang dibutuhkan. Namun pada perkembangan penggunaan motor listrik itu sendiri, maka proteksi standart tersebut tidak lagi mampu mengatasi persoalan proteksi yang seutuhnya. Gangguan gangguan yang muncul akan berdampak pada persoalan ketahanan dan umur motor listrik serta performace akan menurun dan berdampak pada kerusakan yang berbuntut re-winding yang berbiaya mahal. 

Sistem kontrol dengan overload relay seringkali tidak lagi mampu mendeteksi dan bekerja pada saat kejadian ekstreem seperti gangguan overtemperatur dan overcurrent yang terjadi saat overload atau beban berat.. Perlu adanya pemasangan sensor yang mengirimkan data informasi baik secara local panel ataupun secara wireless. Bagaimana melakukannya ?

1. Sistem monitoring berbasis jaringan komputer
Langkah terbaik adalah dengan menyiapkan sistem control dan monitoring sebagai sistem proteksi tambahan dan sekaligus sebagai warning alarm. Alarm yang terjadi merupakan indikator beberapa  informasi perihal "over-temperatur alarm ", " over current / over-voltage alarm ", " phase_failure alarm". Untuk mendapatkan fungsi-fungsi control tersebut ada 3 hal yang harus dilakukan yaitu melalui penambahan sensor temperatur, pemasangan phase failure relay, current and voltage sensor pada motor listrik dan menambahkan controller dan monitor baik dengan mini monitor atau layar panel.  Bisa disesuaikan dengan anggaran dana yang tersedia.




Langkah kerja peralatan kontrol yang dibuat adalah dengan sistem deteksi temperatur dan arus pada gulungan motor listrik. Yaitu bahwa pada saat temperatur terukur ( disesuaikan dengan standart name plate motor ) melewati temperatur yang diijinkan pada motor, maka besar temperatur tersebut menjadi batas level yang diijinkan. Pemasangan sensor temperatur ini menjadi pilihan paling murah dan sederhana untuk mencegah terbakarnya motor. Dan apabila dikehendaki dengan tambahan sensor arus pada gulungan motor, maka pembacaan arus phase yang terukur bisa dijadikan sebagai batas level maksimum arus yang diijinkan. Hal paling penting dalam sistem tambahan ini adalah dengan didapatkannya sistem monitoring dengan indikasi alarm yang ter-integrasi dari seluruh motor yang beroperasi dengan biaya yang terjangkau.


2. Sistem monitoring berbasis wireless
Sistem monitoring wireless merupakan kebutuhan penting pada unit-unit pompa PDAM dimana kondisi real pompa perlu diketahui dan dimonitor secara baik. Sistem Diesel Pump pada pompa hydrant pada bangunan besar dan tinggi juga perlu dibuatkan sistem monitoring dan kontrol  yang lengkap sehingga pompa bekerja saat dibutuhkan dan terjaga dengan baik. Data-data informasi dikirimkan secara wireless ke ruang kontrol dan atau ke unit jarak jauh ( baik kontrol room ataupun handphone ).  Demikian juga unit cooling tower atau HVAC perlu untuk dibuatkan sistem kontrol dan monitoring secara wireless guna performance yang terjaga dan guna kelengkapan perencanaan preventive maintenance.

Semoga bermanfaat !!!
Silahkan kontak kami untuk info lebih detail atau kirimkan email. Kami bisa membantu sesuai dengan perencaan yang dikehendaki.


Monitoring Data Kondisi Motor Listrik Jarak JuahSocialTwist Tell-a-Friend

No comments: