Monday, April 11, 2016

pembuatan record performance dan monitoring diesel, pompa, dan motor

Salah satu kegiatan penting dalam menjaga performance mesin diesel pump, genset atau motor listrik adalah dengan melakukan pemantauan rutin berkala terhadap gejala abnormal mesin ( overcurrent,overload, overtemperatur, overspeed, dll ) dan melakukan perencanaan ( untuk jangka panjang ) atau  sekedar melakukan pengendalian kerusakan berlanjut pada mesin seperti kerusakan yang akan terjadi pada bagian kelistrikan seperti gulungan motor ( ataupun panel kontrol ) ataupun mekanis ( bearing, injection, shaft, piston, dinamo starting, dll ). Tindakan penting yang tidak boleh ketinggalan adalah melakukan data logging secara otomatis dimana data kerusakan, abnormal atau penyimpangan tercatat / dicatat secara otomatis dalam program komputer atau microcontroller.


Hal tersebut dapat dilakukan dengan melakukan penambahan peralatan monitor ( berupa sensor tekanan oli, sensor arus, sensor tegangan, sensor getaran / vibrasi, display temperatur  atau display tegangan dsb ) berupa layar LCD pada mesin dan melakukan recording secara otomatis yang bisa disimpan dalam data mesin yang bisa dicetak atau dilihat sewaktu-waktu. Atau dengan hanya sekedar membuat alarm deteksi gejala abnormal dalam bentuk tampilan LCD dan sedikit alarm sinyal berupa buzzer atau rotary lamp.


Beberapa alasan mengapa hal ini penting dilakukan sebagai kegiatan aatau tindakan management maintenance atas mesin-mesin yang penting dan mempunyai tingkat kecenderungan kerusakan ataupun volume pemakaian yang tinggi adalah berikut :

1. Menjaga performace mesin tidak bisa hanya mengandalkan operasional harian yang kadang dan bahkan sering disebut " bekerja terlambat " artinya bekerja keras memperbaiki mesin setelah diketahui mesin rusak. Sungguh tidak effisien dan baik bagi pekerjaan maintenance yang super padat. Perlu dibuat alat bantu monitoring ( dalam bentuk alat pemantau dan alat emergency alarm yang bekerja 24 jam dengan tampilan informasi dan layar serta tanda alarm emergency shutdown atau warning signal.

2. Performace mesin tidak bisa dipantau secara manual dan tidak akan mendapatkan hasil baik ( apalagi pemangkasan biaya operational ) apabila hanya mengandalkan petugas pencatat untuk melakukan monitoring performace mesin ataupun mengecek kerusakan ataupun gejala kerusalakan.

3. Beberapa kegiatan maintenance meliputi perencanaan perawatan dalam bentuk pengadaan sistem control dan monitoring yang lebih cepat dan mampu mengantisipasi gejala kerusakan sebelum kerusakan vatal terjadi. Peralatan dan bentuk sistem monitoring yang bisa dibuat dapat meliputi sistem monitoring lokal dan sistem serial monitoring dimana seluruh unit mesin termonitor dalam satu pada ruang control.

4. Sistem monitoring tidak harus mahal dan komplek. Namun intinya murah dan sederhana atau mampu menggantikan sistem yang sebelumya yang dibilang mahal. 

Bagaimana membuat sistem monitoring ?
beberapa tujuan pembuatan sistem monitoring adalah :
  • memudahkan pemantauan yaitu dengan menampilkan hasil pengukuran ke control room baik melalui jalur kabel ataupun dengan sistem jarak jauh ( untuk kondisi unit system yang lokasinya relatif jauh ). Pemantauan dapat dilakukan dengan sistem GSM ataupun dengan gelombang radio. Untuk sistem kabel dapat digambarkan seperti gambar berikut : 

pembuatan record performance dan monitoring diesel, pompa, dan motor SocialTwist Tell-a-Friend

No comments: