Monday, July 20, 2015

Pengendalian pompa diesel dan level Jarak Jauh

Pengendalian pompa diesel  level jarak jauh biasanya diperuntukkan pada beberapa industri ataupun lingkungan. Pengendalian level untuk area industri bisa dilakukan dengan kontrol panel terhubung ke ruang kontrol secara manual ataupun otomatis dengan menggunakan program. Berbeda dengan pengendalian pompa diesel dan level untuk area yang relatif jauh dari pusat kontrol, selain penarikan kabel yang cukup panjang, sistem instalasinya juga akan butuh biaya besar. Aplikasi kontrol jarak jauh ini bisa diterapkan pada sungai atau waduk  dengan beberapa diesel pompa sebagai pengendali level air(  untuk area perkebunan atau wadu ). Seperti digambarkan dalam photo berikut.

Kontrol jarak jauh pompa dan level membutuhkan suplai tegangan DC ( berupa aki ) autocharging dari diesel, atau gabungan dengan sell surya. Sistem kontrol haruslah dibuat sebagai solusi maintenance. Untuk itu haruslah dibuat sistem kontrol dan monitoring yang bertujuan untuk mengurangi biaya operasioanal pengecekan lapangan dan memudahkan sistem maintenance. Pengendalian operasional pompa disel dapat dilakukan secara remote jarak jauh dengan menggunakan teknologi internet atau wifi. Untuk memaksimalkan kinerja diesel maka perlu dibuatkan sistem monitoring jarak jauh dimana data-data mesin dikirimkan secara internet dan dipakai sebagai data pengendali kerja mesin diesel.


Penggunaan water level controller electronic OMRON sering menjadi kebutuhan mendesak mengingat sulitnya mendapatkan barang yang satu ini. Apalagi yang diminta adalah dengan kapasitas power tegangan DC 24 Volt. Water level modul ini bisa merupakan sensor yang mengendalikan dinamostarter unutk start dan stoping mesin diesel.


Untuk area dengan suplai tegangan dari penggunaan diesel ( bukan dari PLN ) maka modul WLC dengan tegangan 24 Vdc menjadi suatu keharusan.

Tidak mudah mendapatkan produk ini. Selain karena bersifat indent, pengadaan dengan tegangan 24 Vdc sangat jarang jika dibanding dengan tegangan 220 Volt AC. Namun mau tidak mau, dengan melihat area sulit saat instalasi ( seperti di daerah hutan, gunung, atau terpencil lainnya ) maka penggunaan WLC modul dengan tegangan 24 Volt DC tetap menjadi pilihan.

Tipe WLC  Conductive Level Controller  dengan tegangan DC 24 dan AC 24 Volt adalah :
1. Tipe 61F-GPN-BC ( tegangan DC 24 Volt )
2. Tipe 61F-D21T-V1 ( tegangan DC 24 atau AC 24 Volt )

Penggunaan level controll dalam pengendalian level cairan ( air, atau bahan kimia lain ) banyak dipasang sebagai pengendalian level low atau high dengan menggunakan sensor stick ( bisa besi atau baja atau sejenisnya ). Modul WLC omron ini selain dibilang sedikit lebih murah jika dibanding sensor level lainnya, modul level ini sangat mudah dalam instalasinya. Terdapat 2  terminal power 24 Volt dan satu pasang terminal NO ( Normally Open ) dan satu pasang terminal NC ( normally closed ). Dengan sedikit tambahan relay sebagai contact ke output atau penggerak kontaktor, maka motor listrik sudah bisa aktif.

Wiring kabel posisi paling bawah dipakai sebagai  titik neutral. Sedangkan posisi tengah stick dipakai sebagai level low dimana pompa akan aktif, sedangkan posisi paling atas dipakai sebagai level high dimana motor akan berhenti. Aplikasi jenis level controller ini bisa dipakai sebagai fungsi transfer dimana saat posisi level high motor akan bekerja untuk memompa, sedangkan pada posisi Low pompa akan berhenti. Atau sebaliknya, saat level low pompa akan mentrasfer dan saat high pompa akan berhenti.

Untuk kebutuhan WLC tipe diatas saya masih menyimpan beberapa stock yang masih 100% baik. Jika ada yang membutuhkan silahkan menghubungi ke admin.




Semoga bermanfaat !!
Pengendalian pompa diesel dan level Jarak Jauh SocialTwist Tell-a-Friend

Sunday, July 12, 2015

90% Hydrant di kota Semarang Tidak Aktif



Mengulas berita kebakaran yang tak terdeteksi dan tak tersentuh untuk dibenahi ...

SEMARANG – Dari 300 pompa hydrant yang tersebar di kota Semarang, hanya ada kurang dari 10% pompa yang dapat berfungsi dengan maksimal. Padahal pompa-pompa tersebut berfungsi untuk menunjang kegiatan pemadam kebakaran dalam memadamkan api saat kebakaran terjadi.
Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Sumarsono mengatakan, selain karena adanya beberapa pompa yang rusak, kurangnya pasokan air selama musim kemarau  juga menjadi faktor utama tidak berfungsinya pompa-pompa yang dikelola PDAM tersebut. “Memasuki musim kemarau ini, PDAM juga sibuk memenuhi permintaan pasokan air ke masyarakat, ” tuturnya Kamis (18/9) siang.
Kendati demikian, pihaknya mengaku akan terus melakukan peningkatan kesiapan anggotanya dalam menangani kebakaran yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Dalam kesempatan tersebut, Sumarsono juga menghimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati dalam beraktifitas, mengingat jumlah kasus kebakaran yang terus meningkat di musim kemarau ini. “Saat ini human error menjadi salah satu faktor utama penyebab terjadinya kebakaran di kota Semarang, ” tandasnya. (Yas )
sumber : metrosemarang.com 

Semua pihak terkait sebenarnya sudah melakukan pekerjaannya. Hanya tidak maksimal. Tidak ditanggapinya kerusakan-kerusakan dan beberapa kelemahan dalam sistem fire alarm dan kontrol hidrant membuat peristiwa tahunan terulang dan terulang. Meskipun data kebakaran bisa dilaporkan telah menurun. Tapi yang jadi masalah adalah volume dan tingkat kebakaran tidak pernah berubah. Dan kebakaran tidak bisa dijawab dengan alasan "human error " . Apapun itu tetap saja sebuah kesalahan yang tidak bisa ditolerir. Alasan yang sering kali membela diri.

Teknologi sudah berkembang pesat seiring dengan elektronika, kontrol dan informasi. Setidaknya alasan klise " human error" tidak perlu jadi alasan berarti. Human error itu bisa diartikan sangat relatif tergantung dari sudut mana melihatnya dan  tingkat profesionalnya .Mari kita simak ...
  • Fire alarm dan sistem hidrant adalah hal pokok dan vital baik dari segi hukum dan teknis. Berlaku bagi teknisi dan berlaku bagi penyelenggara mall, gedung, pabrik atau bangunan penting. Fire alarm bukan saja pekerjaan proyek sekali jadi dan ijin keluar. Tapi sebuah tindakan mutu alat pemadam dan kerja kontrol kebakaran yang memadai.
  • Fire alarm system membutuhkan kontinuitas perawatan dan wawasan teknologi pengembangan kontrol dan monitoring. Pekerjaan  fire alarm panel tidak saja memasang alat dan selesai disitu, tapi terus menerus diperlukan tanggap darurat terhadap gejala kerusakan dan gangguan yang terjadi. 


90% Hydrant di kota Semarang Tidak Aktif SocialTwist Tell-a-Friend