Wednesday, August 17, 2011

Sistem Monitoring dan Automatisasi

Kalau Anda perhatikan lebih jauh dibalik bagaimana sebuah mesin bekerja secara otomatis kita pasti tahu didalamnya mempunyai perangkat keras (hardware) dan lunak (software) . Kedua perangkat ini mempunyai andil besar bagaimana mesin bergerak sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

Sebagai contoh misalnya... sebuah motor pompa bekerja dengan kontrol star delta sebagai sistem pengendali motor. Kontrol elektris star delta dibentuk secara sederhana dengan tombol start stop. Ditambah kemudian kontrol beban sebagai pengaman motor, dan sensor panas pada motor sebagai proteksi gulungan motor. Jika kebutuhan untuk mengetahui berapa besar ampere beban yang dibutuhkan oleh sebuah unit motor sangat dibutuhkan juga... maka sangat dianjurkan untuk menggunakan sebuah kontrol ampere pada masing-masing phasa tegangan input. contohlah sebuah Current Transformer untuk masing-masing phasa R, phasa S, dan phasa T. Yang kedua software dipergunakan sebagai perangkat yang memberikan hasil baik pergerakan mesin ataupun berbagai informasi yang bisa ditampilkan dan dianalisa sehingga diperoleh suatu tujuan baik berupa laporan, tampilan grafik, sistem operasi dan monitoring sesuai yang diharapkan.
Pada sistem elektris dengan jumlah motor pompa yang tidak terlalu besar, maka hal itu sah-sah cukup mudah dalam sistem kontrol dan sistem perawatannya. Coba perhatikan wiring sistem kontrol start delta pompa kapasitas 40 HP berikut ....


Wiring diagram panel start delta disamping dirancang dengan tujuan sebagai kontrol motor dengan torsi awal yang cukup besar. Hanya dibutuhkan perangkat kontaktor, timer , thermal overload dan push button. Tujuan pengontrolan adalah "menggerakkan kerja kontaktor secara bergantian melalui timer " dengan push button untuk start dan stop. Aktivitas start dan stop dapat dilakukan secara manual dari panel ataupun melalui panel lain yang terintegrasi ke dalam modul control seperti PLC ( Programmable Logic Controller ).
Sistem kontrol seperti ini sering anda jumpai pada unit-unit mesin yang sederhana baik jumlah mesin maupun pengontrolan. Namun apabila melihat pada kapasitas lain yang lebih besar seperti kemudahan monitoring seperti kapan tombol start dinyalakan, kapan tombol stop ditekan, atau kapan terjadinya thermal overload dan kapan temperatur gulungan motor melebihi setting temperatur maka anda akan perlu melibatkan beberapa sistem monitoring tambahan . Maka kehadiran software monitoring ( informasi ) menjadi hal yang sangat penting.

Bisa anda bayangkan jika sistem yang cukup besar dengan melibatkan banyak sistem , baik jumlah unit mesin, dan kompleksitas monitoring seperti gambar berikut .... jika tanpa monitoring system





Maka akan diperoleh akibat pada ketidak efisien sistem, pemborosan energi listrik, kesulitan memonitor aktifitas kesalahan dalam operasional, dsb.
Perkembangan informasi yang layak terus dipertimbangkan untuk perancangan Monitoring dan Automation System

Monitoring dan Automation System merupakan sistem yang difokuskan pada kegiatan pengawasan seluruh aktivitas sistem, untuk tercapainya sasaran / tujuan dalam hal kapasitas, efektifitas kegiatan sistem, dan effisiensi , dengan menggunakan sistem dan perangkat yang mampu menggantikan aktifitas konvensional dengan sistem komputerisasi.



( Animasi sistem kontrol pompa tangki )
Sistem Monitoring ini akan memberikan kemudahan dalam hal :
1. Menampilkan data real time pompa termasuk status pompa (kapan on dan off, jam berapa status on dan off, pengguna dsb) .
2. Menampilkan laporan volume tangki secara menit, jam, harian yang akurat dan lengkap.
3. Melakukan perubahan setting volume tangki, kecepatan transfer water dan tekanan secara detail.
4. Mencetak berbagai bentuk laporan, seperti : * Laporan operasional setiap saat ( real time) * Laporan Produksi per shift* Laporan Penggunaan Raw Material Stok harian* Laporan Beban Listrik Plant ( Jangka waktu yang diinginkan)
5. Mencetak laporan alarm, troubleshooting ( Jika Tiket Printer module menggunakan Smart card Reader) .
6. Mengetahui akses jaringan monitoring setiap saat yang bisa diakses lewat SMS/ HP atau " Remote Software " untuk mengakses operasional dari tempat yang jauh setiap saat.
7. Terkoneksi dengan software akuntansi ( Storage Tank Stock Administration) untuk laporan stock produksi.
8. Laporan penggunaan listrik bulanan sudah dilengkapi dengan GRAFIK, sebagai analisa untuk mengetahui anggaran operasional.


Apa sebenarnya kelebihan sistem monitoring dan otomatisasi dibanding sistem kontrol konvensional ?
Sistem ini bisa diciptakan untuk mengontrol dan memonitor setiap kejadian dari sistem secara real time. Anda bisa melakukan setting ataupun memonitor kapan terjadinya alarm, kapan mengaktifkan dan mematikan mesin dll. Dan lebih lengkapnya keseluruhan aktivitas dapat dimonitor. Bahkan anda bisa melakukan beberapa seeting beberapa kontrol sekaligus seperti membuat schedule, event, report, alarm ataupun beberapa setup dan parameter mesin.
Dengan ditambahkannnya sistem monitoring ini, maka otomatis berbagai gangguan selama mesin beroperasi akan diperkecil dan dengan database yang tercatat dakam sistem monitoring akan dengan mudah untuk melakukan tracing / pelacakan kesalahan pada sistem baik dalam skala jam, harian, mingguan atau bahkan bulanan, melakukan editing dan transferring data informasi ke seluruh sistem monitoring anda mudah melalui jaringan ethernet.




Perangkat Hardware :
Sejumlah persiapan untuk membentuk perangkat harware yang mendukung sistem monitoring haruslah diperinci terlebih dahulu hal tentang ,


1. Identifikasi sistem yang hendak dimonitor. Sebagai contoh anda hendak melakukan sistem monitoring sistem overload dan alarm motor pompa, maka anda harus mengindentifikasi wiring diagram elektrik motor mana saja yang hendak dimonitor. Atau anda berkeinginanan untuk menampilkan grafik kerja ampere motor pompa dan memberikan tampilan informasi real time lain ( seperti volume tangki, kecepatan motor dsb ) yang hendak anda analisa.


2. Input sistem yang hendak dimonitor dan output sistem yang dinginkan. Anda harus menentukan dimana saja penarikan kabel input pada wiring diagram elektrik yang akan dipergunakan sebagai sinyal input dan besaran lain seperti temperatur, ampere beban dsb. Contoh adalah wiring diagram berikut :


( Gambar Wiring Diagram Sistem Kontrol Star Delta )

Pada wiring diagram star delta tersebut saya mengaggap bahwa anda sudah memahami cara wiring kontrol elektrik ( jika belum silahkan membaca e-book saya panduaninstalasi industri dan komersial ). Pengambilan input kontrol pada wiring diagram bisa dilakukan dengan tambahan sebuah relay ( yaitu pada contact point relay ) atau hanya dengan komponen kontaktor ( pada contact point contactor KM1 ) pada kontrol start delta yang ada, tergantung bagaimana design kontrol awal anda membuatnya. Bisa juga anda menambahkan input data dari contact point thermal overload ( kode F1 pada gambar ) yang ada.

Untuk mencegah kerusakan motor dan sekaligus sebagai monitoring energi pada motor maka sebaiknya dilakukan dengan memberikan power meter sebagai monitor pemakaian daya listrik dan sekaligus sebagai  proteksi. Dapat dilihat disini.


3. Penentuan modul Remote Terminal Unit sebagai unit terminal untuk mengendalikan, mengakuisisi data, penerima sinyal input unit, dan selanjutnya mengirimkan data tersebut ke control centre. Contoh dari RTU yang ada di pasaran bisa anda pakai sebagai pilihan. Untuk jelasnya dapat anda dapatkan penjelasan detailnya dengan mengisikan data anda dalam form berikut :



First Name:


E-Mail Address:




Selengkapnya klik disini !
Sistem Monitoring dan AutomatisasiSocialTwist Tell-a-Friend

2 comments: